KTT ASEAN

Pemimpin Junta Myanmar Sepakat Akhiri Kekerasan

* Oposisi Junta Militer Myanmar: KTT ASEAN Gagal

279 view
Pemimpin Junta Myanmar Sepakat Akhiri Kekerasan
Foto: Asean.org
KTT: Kepala negara se-ASEAN dan perwakilan menghadiri KTT ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, Sabtu (24/4). KTT ASEAN yang pertama kali dilakukan secara tatap muka saat pandemi Covid-19 itu membahas tentang krisis Myanmar.
Jakarta (SIB)
Para pemimpin negara di Asia Tenggara dikatakan telah menyetujui rencana dengan pimpinan junta Myanmar untuk mengakhiri krisis di di Myanmar. Kesepakatan termasuk menghentikan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan menerima bantuan kemanusiaan.

"Ini di luar dugaan kami," kata Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin kepada wartawan setelah pertemuan KTT ASEAN, seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/4).

Para pemimpin ASEAN menginginkan komitmen dari otak kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing untuk menahan pasukan keamanannya, yang menurut pengamat telah menewaskan 745 orang sejak gerakan pembangkangan sipil massal muncul untuk menantang kudeta 1 Februari terhadap Aung San Suu Kyi. Mereka juga menginginkan pembebasan tahanan politik. "Untung dia tidak menolak apa yang saya dan rekan-rekannya ajukan," kata Muhyiddin.

Dalam pertemuan KTT ASEAN itu konsensus dicapai pada lima poin yakni: mengakhiri kekerasan, dialog konstruktif di antara semua pihak, utusan khusus ASEAN untuk memfasilitasi dialog, penerimaan bantuan dan kunjungan utusan ke Myanmar.

"Dia mengatakan dia mendengar kami, dia akan mengambil poin-poin yang dia anggap membantu," kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, menurut televisi Channel News Asia. "Dia tidak menentang peran konstruktif ASEAN, atau kunjungan delegasi ASEAN, atau bantuan kemanusiaan."

Namun Lee menambahkan bahwa prosesnya masih panjang, Karena ada satu hal yang harus dikatakan bahwa Anda akan menghentikan kekerasan dan membebaskan tahanan politik; adalah hal lain untuk menyelesaikannya.

Namun, belum ada komentar langsung dari Min Aung Hlaing soal kesepakatan ini. Pertemuan ASEAN adalah upaya terkoordinasi pertama untuk meredakan krisis di Myanmar. Myanmar adalah bagian dari 10 negara ASEAN.

Gagal
Sementara itu, oposisi pemerintahan junta militer Myanmar, National Unity Goverment (NUG), menyebut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2021 yang berlangsung di Jakarta.

Lima konsensus yang muncul dari pertemuan tersebut dianggap malah memihak kepada junta militer. Padahal, menurut oposisi ini, ASEAN seharusnya menyudutkan junta militer yang telah melakukan kudeta dan melanggar hak asasi manusia kepada masyarakat sipil.

"Tidak ada kompromi. Empat syarat sudah kami susun. Ini bukan tuntutan saya, ini [tuntutan] orang-orang Myanmar. Kami tidak dapat melegitimasi pembunuhan. Jika Anda [ASEAN] melegitimasi junta, Anda melegitimasi militer," ucap Dr. Sasa dalam wawancara yang dikutip dari Nikkei Asia.

"Meskipun kami menyambut baik konsensus tersebut, ini akan diukur dari tingkat tindakan mereka. Pernyataan itu mudah, tetapi jika tidak ada tindakan maka tidak ada artinya. Kami harus menunggu dan melihat sampai ada penarikan pasukan," juru bicara NUG ini menambahkan.

NUG adalah nama pemerintahan sipil yang baru dibentuk sebagai tandingan dari pemerintahan junta militer. Sasa menegaskan, NUG tak akan berdiskusi dengan State Administration Council sebagai representasi junta militer, hingga persyaratan dialog dipenuhi.

Adapun empat tuntutan NUG adalah; dikembalikannya masa pemerintahan para pemimpin dan anggota parlemen yang terpilih secara demokratis, bebaskan Aung San Suu Kyi, akhiri kekerasan terhadap warga sipil, dan tentara disingkirkan dari jalanan serta pembebasan tahanan politik.

Junta yang dipimpin Min Aung Hlaing menilai pesta demokrasi Myanmar pada 8 November 2020 dipenuhi kecurangan. Dalam pemilihan itu partai-partai yang didukung militer kalah telak dari National League of Democracy (NLD).

Sejak kudeta militer pada 1 Februari 2021, unjuk rasa tak pernah berhenti di berbagai kota di Myanmar. Sayangnya, unjuk rasa pro-demokrasi ini ditanggapi dengan represif. Sedikitnya 750 orang, termasuk puluhan anak-anak, jadi korban meninggal dan lebih dari 4.000 orang ditangkap.

KTT ASEAN dihadiri sembilan perwakilan pemimpin Asia Tenggara, termasuk perwakilan Myanmar, yakni Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chính, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Hadir pula Menteri Luar Negeri Filipina sebagai Utusan Khusus Filipina Teodoro L. Locsin Jr., Menteri Luar Negeri Thailand sebagai Utusan Khusus Thailand Don Pramudwinai, Menteri Luar Negeri Laos sebagai Utusan Khusus Laos Saleumxay Kommasith, dan Panglima Junta Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing.

Tinggalkan Jakarta
KTT ASEAN 2021 di Jakarta dinyatakan berlangsung dengan aman. Hingga Sabtu (24/4) malam, para delegasi KTT ASEAN telah pulang ke negaranya masing-masing dengan selamat.

"Hampir seluruh delegasi dan Kepala Negara peserta KTT Asean sampai dengan pukul 19.07 WIB, Sabtu 24/4 malam sudah meninggalkan Indonesia," kata Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS dalam keterangan resmi, Minggu (25/4).

Kapendam Jaya mengatakan, delapan dari sembilan delegasi dan Kepala Negara peserta KTT ASEAN sudah meninggalkan Indonesia. Hanya delegasi Filipina, Menteri Luar Negeri Teodoro L. Locsin Jr yang masih berada di Indonesia. Rencananya Teodoro kembali ke Manila pada Senin (26/4). Ada sejumlah agenda yang akan dilakukan Teodoro di Jakarta.

Selama KTT ASEAN, 35 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI diterjunkan untuk mengamankan kedatangan dan kepulangan Kepala Negara dan Delegasi Negara KTT ASEAN. Jumlah SSK itu ditempatkan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan.

Sebanyak delapan SSK TNI melakukan pengamanan di tempat menginap para Kepala Negara dan Delegasi Negara di Hotel Fairmont, Grand Hyatt, Shangri-La, Raffles, Mulia, Mandarin Oriental, dan Ritz Carlton.

Sisanya 27 SSK TNI dibagi ke dalam tiga lokasi, yakni pengamanan Bandara Soekarno-Hatta, pengamanan rute, dan pengamanan obyek KTT ASEAN sesuai dengan arahan dari Asops Kasdam Jaya, Asintel Kasdam Jaya, Dirops Polda Metro Jaya, dan Dir Intel Polda Metro Jaya.

Selain 35 SSK TNI ada pula 28 Polda Metro Jaya. Dalam prakteknya 63 SKK ini berkolaborasi dalam bidang keamanan bagi para Delegasi dan Kepala Negara ASEAN, terutama rute yang dilalui dari Bandara Soekarno-Hatta ke lokasi menginap dan KTT ASEAN dilaksanakan. (Rtr/detikcom/CNNI/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com