Pendiri Demokrat Siapkan KLB di Maret, Klaim Lokasi-Peserta Sudah Siap

* PD: Kalau Ada KLB Itu Bohong, Harus Disetujui Pak SBY

220 view
Foto Dok
Hencky Luntungan
Jakarta (SIB)
Para pendiri Partai Demokrat (PD) tengah mempersiapkan kongres luar biasa (KLB) untuk melengserkan kepemimpinan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Salah satu pendiri PD, Hencky Luntungan, menyebut semua persiapan terkait KLB telah selesai.

"Sudah semuanya. Semuanya sudah. Tempat sudah, peserta sudah. Tapi itu belum bisa kita ekspose ya karena nanti kan akan banyak kendala," kata Hencky kepada wartawan, Senin (1/3).

Menurut Hencky, KLB akan digelar di pertengahan bulan Maret ini. Namun ia belum mau memberikan rincian tanggal untuk pelaksanaan KLB.

"Di bulan Maret ini. Bisa di pertengahan, mungkin, atau minggu kedua lah," ujarnya.

Lebih lanjut, Hencky mengatakan KLB PD akan diketuai oleh Jhoni Allen Marbun. Selain itu, ia menyebut nama Darmizal akan menjadi Ketua Bidang Operasional KLB PD.

"Sudah (ada panitia). Ketuanya itu kan Pak Jhoni Allen. Kemudin Pak Darmizal (sebagai) operasional, ketua bidang operasional persiapan kongres," ujarnya.

"Jadi sebetulnya ketua KLB itu kita-kita semua lah. Cuma pelaksanaan di lapangan itu kan harus ada punya pertanggungjawaban gitu," sambungnya.

Kantongi 80% Suara
Hencky Luntungan mengklaim KLB sudah mendapat dukungan sebanyak 80 persen suara dewan pimpinan cabang (DPC) PD.
"Sudah, sudah, sudah, sudah. Mungkin sudah capai sampai di 70, 80 persen," kata Hencky.

Hencky yakin KLB PD akan tetap berjalan tanpa harus mendapat persetujuan dari Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, KLB akan tetap berjalan jika para pemegang suara di DPC dan DPD bersepakat.

"Ini kan bukan dinasti. Ini kan partai terbuka. Jadi dia setuju atau tidak setuju ketika konstituen DPC DPD yang punya suara ingin mengadakan KLB, ya jalan. Nggak perlu ada persetujuan dia. Dia kan cuma 1 suara," ujarnya.

Menurut Hencky, KLB PD bukan persoalan tabu yang harus dilarang oleh pihak tertentu karena KLB telah diatur dalam aturan AD/ART partai. Ia pun memberikan sindiran terhadap SBY.

"Tetap sah KLB itu. KLB kan bukan barang tabu, diatur dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga, hanya oleh karena anggaran dasar anggaran rumah tangga itu dikungkungi oleh Pak SBY untuk menyelamatkan anaknya supaya tidak terjadi KLB di tengah jalan, maka harus persetujuan majelis tinggi karena ketua umumnya adalah anaknya. Itu nggak boleh begini, ini kan bukan perusahaan," ujarnya.

"Soal pecat-memecat emang mereka gaji. Yang dipecat ini digaji? Kagak kan," sambungnya.

KLB Bodong
Sementara itu, Partai Demokrat (PD) menilai aksi para pelaku kudeta atau gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) PD sebagai tindakan ilegal. PD menyebut kongres luar biasa (KLB) yang hendak dilakukan para pelaku kudeta sebagai KLB bodong.

"Ilegal karena kalau ada KLB, pasti yang hadir bukan pemilik suara sah. Alias KLB bodong ini namanya," ujar Kepala Bakomstra PD Hjoerzaky Mahendra Putera kepada wartawan.

Menurut Herzaky, KLB sejatinya harus mendapat persetujuan dari Ketua Mejelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia juga menyebut KLB seharusnya disetujui minimal oleh dua pertiga dari 34 DPD PD dan setengah dari 514 DPC PD.

"Kalau para pelaku GPK PD masih berencana melakukan KLB, sudah pasti itu inkonstitusional dan ilegal. Inkonstitusional karena KLB harus disetujui majelis tinggi partai atau MTP yang Bapak SBY selaku ketua MTP, dan Ketum PD Mas AHY yang menjadi wakil ketua MTP. Masa Mas AHY mau mengkudeta diri sendiri? Lalu, ada pula syarat dua pertiga dari seluruh 34 DPD dan setengah dari 514 DPC, yang semuanya sudah menyatakan setia kepada Ketum AHY dan menolak KLB," tegasnya.

Mana Ada
Terkait klaim Hencky Luntungan sudah mendapat dukungan sekitar 80 persen suara DPC untuk menggelar KLB, PD bingung dengan klaim itu.

"Mana ada DPC yang sudah dukung mereka? Apalagi sampai dengan 70 sampai 80 persen. Ini benaran DPC pemilik suara, atau sekadar kader yang mau berangkat ke lokasi KLB bodong dan dianggap mewakili kota atau kabupatennya? Para pelaku GPK-PD ini memang nekat benar karena didukung oleh oknum kekuasaan," ujar Herzaky.

Herzaky juga mengaku sudah malas menanggapi pernyataan dari dari para mantan kader PD. Menurutnya, mereka kerap menebarkan berita yang tidak berdasar.

"Sebenarnya saya sudah malas menanggapi beliau-beliau ini. Kebanyakan klaim dan menebar berita tidak berdasar saja bisanya," ujarnya.

Menurut Herzaky, PD saat ini sedang fokus membantu rakyat menangani pandemi Covid-19. Ia menilai seharusnya para pendiri Partai Demokrat ikut memberikan teladan daripada merusak partai.

"Kami ini sedang fokus membantu rakyat, yang kesulitan karena pandemi dan bencana. Saran kami kepada beliau-beliau, kalau benaran masih membangun partai ini, ayo berjuang bersama membantu rakyat secara swadaya. Jangan malah buat intrik-intrik tidak perlu," ujarnya.

"Apalagi kalau sebagai pendiri, sebaiknya memberikan teladan yang baik bagi kami, para pendahulunya. Janganlah malah berkomplot dengan pihak luar buat merusak partai ini," sambungnya.

Diketahui, PD telah memecat 6 anggota partai terkait KLB ilegal. Nama-nama kader partai yang dipecat terkait KLB adalah adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.

Salah satu anggota yang dipecat, yakni Darmizal, mengatakan pemecatan itu justru menjadi semangat bagi para kader untuk semakin gencar melakukan KLB PD. Darmizal mengatakan KLB merupakan bentuk penyelamatan dan perbaikan Partai Demokrat agar semakin kuat.

"Pemecatan ini bagi kami menjadi tonggak sejarah yang paling monumental, semakin bergairah dan militan untuk melaksanakan kongres luar biasa, guna mengembalikan hak kader," kata Darmizal dalam keterangannya yang diterima , Sabtu (27/2). (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com