Terkait Rendahnya Serapan Anggaran

Pengamat Sayangkan Pemko Medan Tidak Merubah Model Pembelanjaan Daerah

* Pemko Medan Optimis Belanja Daerah Terserap Optimal

147 view
Pengamat Sayangkan Pemko Medan Tidak Merubah Model Pembelanjaan Daerah
mahendra aditya/radar kudus
Ilustrasi
Medan (SIB)
Teguran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terhadap sejumlah pemerintah daerah (Pemda) di Sumut terkait rendahnya serapan anggaran, mendapat tanggapan dari pengamat anggaran Sumut Elfenda Ananda. Terlebih untuk Pemko Medan dari Rp 5,731 triliun baru terserap Rp 2,649 triliun atau 46,22 persen, padahal tahun anggaran akan berakhir.

Elfenda sangat menyayangkan Pemko Medan tidak merubah model pembelanjaan daerah, padahal itu merugikan masyarakat kalau pembangunan baru dilaksanakan di akhir tahun. Kalau pembangunan bisa dinikmati lebih cepat kenapa harus ditunda?” kata Elfenda kepada wartawan, Kamis (18/11).

Menurut dia, ada dampak buruk juga dari sisi ekonomi yang berakibat melambatnya proses pergerakan ekonomi. Padahal, pemerintah bisa memainkan perannya memberikan stimulus ekonomi dengan belanja daerah. Diharapkan dengan stimulus yang dilakukan pemerintah dapat memicu pergerakan ekonomi yang diharapkan masyarakat.

“Sisa tahun anggaran berjalan tinggal 1 bulan lebih lagi, sementara serapan anggaran masih separuhnya (berkisar 50%). Seharusnya, dari sisi target pendapatan daerah sudah di atas 80% yang terealisasi,” ucapnya.

Pekerjaan yang ditunda dan diluncurkan pada tahun berikut kata Elfenda menunjukkan daerah tersebut masih belum baik aspek perencanaannya. Karena jika pekerjaan dikerjakan diakhir tahun secara tergesa-gesa akan menghasilkan produksi yang kurang baik.

Ketika ditanya, apakah ada kemungkinan ketakutan para pejabat menggunakan anggaran? “Kenapa harus takut menggunakan, harusnya transparan saja. Kalau secara aturan semua dijalankan apa yang harus ditakutkan? Justru kita khawatir ini sengaja dihembuskan agar menjadi pembenaran kalau anggaran terserap rendah,” terangnya.

Dia menyarankan kalau memang ada kelakuan aparat hukum yang memanfaatkan situasi dengan menakut-nakuti maka harus dilawan, agar jangan melegalkan cara- cara curang. Dia mengakui memang banyak pihak (yang punya kekuasaan) mencoba menekan kepala dinas agar mereka dapat bagian. Namun, ada beberapa kepala dinas tidak mau melaporkan karena kepala dinasnya juga ikut menikmati celah korupsi. “ Janganlah sampai rakyat dikorbankan sudah bayar pajak tapi tidak menikmati hasil,” tegasnya.

OPTIMAL
Sementara itu, diwawancara di ruang kerjanya, Rabu (24/11), Kabag Keuangan Setdako Medan Zulkarnaen mengatakan, pihaknya optimis belanja daerah Pemko Medan akan terserap lebih optimal untuk mencapai target kinerja yang sudah diterapkan dalam tahun 2021, mengingat seluruh program kerja serta kegiatan yang sedang berjalan dan memasuki tahap akhir sudah secara aktif berkontribusi sebagai stimulus terhadap volume kegiatan sosial budaya masyarakat Kota Medan.

"Kita optimis, belanja daerah kita akan terserap lebih optimal untuk mencapai sasaran, target kinerja yang sudah diterapkan dalam tahun 2021. Jadi belanja daerah kita sudah aktif, karena kita sudah mendorong menciptakan angkatan kerja, termasuk proses produksi barang materil yang dibutuhkan," katanya.

Mantan Kadisependa Kota Medan itu juga membantah dugaan dan tanggapan yang menilai rendahnya serapan karena pejabat takut menggunakan anggaran. Menurutnya, semua program kerja dan kegiatan sudah jelas dan diatur sebelumnya. Saat ini, terangnya, semua OPD jajaran Pemko Medan hanya tinggal menjalankan program kerja yang sudah ditentukan.

"Saya rasa tidak ada hal yang perlu ditakutkan atau dikhawatirkan, karena pekerjaan itu kan sudah ada ketentuannya, jadi apa yang harus dikhawatirkan. Jadi saya rasa itu tidak benar, hanya isu," tegasnya. (A8/A16/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com