Pengamat dan HMI Minta Polda Sumut Hukum Berat Penjual Vaksin Ilegal


172 view
Pengamat dan HMI Minta Polda Sumut Hukum Berat Penjual Vaksin Ilegal
Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19.
Medan (SIB)
Pengamat Sosial Sumut Drs Wara Sinuhaji MHum mengapresiasi Polda Sumut yang menetapkan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi suap menyuap dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi ilegal atau penjualan vaksin yang tidak sesuai peruntukannya.

"Vaksin yang seharusnya dipergunakan untuk para narapidana dimanipulasi oleh pelaku bagi orang-orang yang membutuhkan," kata Wara Sinuhaji kepada wartawan di Medan, Sabtu (22/5) seperti dilansir dari harianSIB.com.

Menurutnya, sebagian masyarakat yang punya kesadaran bahayanya corona sehingga berusaha mencari vaksin agar terhindar dari virus ini. Masyarakat yang punya kesadaran inilah kemudian menjadi sasaran para oknum ini dengan membayar mahal. Padahal pemerintah sudah menjamin, vaksin gratis. Namun karena terbatasnya jumlah vaksin, pemerintah memberlakukan jadwal secara ketat.

Situasi dan kondisi demikian dimanfaatkan oknum-oknum untuk dimanipulasi secara ekonomis dengan harga tinggi. Secara diam-diam dan berpindah tempat petugas tersebut melakukan vaksin ilegal, memerjualbelikan vaksin yang merupakan hak napi itu ke masyarakat lain.

Ia pun meminta Polda Sumut yang menangani kasus ini agar menjatuhkan hukuman maksimal bagi oknum yang terlibat. "Pecat mereka dari status ASN, karena orang-orang seperti ini tidak layak dipekerjakan lagi," tegasnya.

Terpisah, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut) menyoroti kasus dugaan suap jual beli vaksin di wilayahnya. Ketua Umum Badko HMI Sumut, Alwi Hasbi Silalahi meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan suap jual beli vaksin.

HMI mencurigai ada oknum ASN Dinas Kesehatan Sumut lainnya yang terlibat dalam dugaan suap jual beli vaksin. "Kita curiga oknum ASN di Dinkes Sumut itu tidak sendirian," ujar Alwi kepada wartawan, Minggu (23/5).

Dengan telah ditetapkan empat orang sebagai tersangka, Alwi meminta Polda Sumut untuk segera memeriksa siapa dalang dari kasus tersebut. "Kapolda Sumut segera memeriksa siapa dalang atau teman dari oknum ASN Dinkes Sumut tersebut untuk melancarkan aksinya," jelasnya.

Selain itu, Alwi juga meminta Polda Sumut segera memeriksa tersangka terkait aliran dana hasil penjualan vaksin. Jika dana hasil penjualan sampai ke tangan Gubernur Sumut, Alwi mendesak segera menetapkan sebagai tersangka.

Seperti diketahui, ke-4 tersangka yakni SW (40) wanita yang merupakan agen properti di Medan Polonia sebagai pemberi suap, dr IW (45) Dokter ASN pada Rutan Tanjung Gusta, Medan (penerima suap), dr KS (47), ASN di Dinas Kesehatan Sumut (menerima suap).

Tersangka keempat SH, ASN Dinas Kesehatan Sumut yang memberikan vaksin kepada tersangka IW, tanpa melalui mekanisme dan prosedur. Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak dalam paparannya, Jumat (21/5) sore di halaman Mapolda Sumut menyebutkan, penangkapan 4 tersangka setelah petugas mendapat informasi masyarakat. (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com