Pengerjaan Proyek APBN Tano Ponggol Ancam Keselamatan Pengendara

* Ir Juang Sinaga: Itu Warning, Unsafe!

518 view
Pengerjaan Proyek APBN Tano Ponggol Ancam Keselamatan Pengendara
(Foto: SIB/Eben Ezer Pakpahan)
DI ATAS BADAN JALAN: Latticed boom (tiang besi panjang seperti tangga) dari alat berat crawler crane yang sedang bekerja mengerjakan proyek APBN Tano Ponggol, Samosir, terlihat  berada tepat di atas badan jalan nasional mengancam nyawa pengendara. Foto dipetik, Kamis (21/4). 

Samosir (SIB)

Proyek APBN penggantian jembatan Aek Tano Ponggol yang menggunakan dana bernilai Rp 175 miliar dan masih dalam tahap proses pengerjaan diduga tidak menghiraukan SOP (standar operasi prosedur) keselamatan kerja yang mengancam nyawa pengguna jalan.


Pantauan Jurnalis Harian SIB, Kamis (21/4), di lapangan, proyek APBN yang pengerjaannya terhitung mulai Maret 2020 lalu, dimana pengerjaan fisik belum terlihat rampung 50% (kondisi fisik bangunan). Terlihat alat berat crawler crane bus yang sedang bekerja dikendalikan operator mesin menempatkan posisi latticed boom (tiang besi panjang seperti tangga) yang merupakan bass arm (lengan) crane mengaitkan sling derek alat berat berada tepat di atas badan jalan nasional yang kapan saja bila terjatuh bisa mengakibatkan kecelakaan fatal bagi para pengendara roda 2 maupun roda 4 atau lebih yang melintas.


Selain itu pantauan di sekitar lokasi pekerjaan, tanda/rambu peringatan akan adanya pelaksanaan pengerjaan menggunakan alat berat yang harusnya jelas terpampang untuk diketahui para pengguna jalan, terlihat hanya satu saja tidak di dua arah jalan, dengan ukuran sekitar 50x50 cm yang diletakkan di badan jalan nasional. Kondisi ini membuat tanda tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan ukuran luas lokasi pekerjaan.


Seorang pengendara motor asal Dairi, Dermawan Tarihoran (43), saat hendak kembali menuju daerahnya dari Pangururan, Samosir, mengatakan dirinya merasa terganggu dengan pekerjaan proyek APBN tersebut. Pasalnya, saat dirinya melintas melewati alat berat yang berada tepat di atas badan jalan merasa takut harus mengangkat kepala melihat ke arah batang-batang besi berukuran besar yang tepat berada di atas dirinya sambil mengendarai motor dengan cepat.


"Takut bang, bahaya kali kalau jatuh.. pas di atas kepala, jadi gak melihat jalan," ujar Dermawan.


Mengetahui kondisi itu, mantan Wakil Bupati Samosir Ir Juang Sinaga berpesan kepada pihak kontraktor untuk tidak bermain-main dan lebih berhati-hati dalam pengerjaan.


"Itu warning, unsafe! Lebih hati-hatilah yang bekerja, agar lalu lintas bisa lancar, tidak ada insiden apapun kepada masyarakat. Tanda lokasi berbahaya juga harus ada di kedua sisi jalan, itu SOP nya jelas," sebut Juang Sinaga.


Juang Sinaga juga berharap, tahapan pekerjaan proyek jembatan alur Tano Ponggol yang sudah memasuki tahun ke 3 pengerjaan itu, dikerjakan lebih cepat sesuai jadwal yang sudah ada.


"Beritahukan kepada masyarakat bila ada terjadi keterlambatan dalam proses pekerjaan. Itu uang rakyat, agar masyarakat bisa menikmati pembangunan tersebut, jangan didiam-diamkan. Bila perlu pemerintah saat ini jemput bola agar pembangunan jembatan Tano Ponggol tuntas," pungkas Juang Sinaga. (SS22/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com