Pengungsi Afghanistan Berkemah di Depan Kantor Gubernur Sumut


261 view
Pengungsi Afghanistan Berkemah di Depan Kantor Gubernur Sumut
Foto: SIB/Danres Saragih
AKSI KEMAH: Puluhan pengungsi Afghanistan mendirikan kemah di depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (3/11) siang, massa berharap bisa ketemu Gubernur Sumut. 

Medan (SIB)

Puluhan pengungsi Afghanistan mendirikan kemah di depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (3/11).


Hal itu mereka lakukan karena tidak ada lagi yang peduli dan mendengarkan suara-suara mereka yang telah berulang kali melakukan unjuk rasa di berbagai tempat.


Koordinator Aksi Mohammad Juma mengatakan, aksi menginap dengan berkemah di kantor Gubernur itu mereka lakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Mereka sangat berharap bisa diterima Gubernur Edy Rahmayadi.


"Kami hanya ingin berjumpa gubernur. Kami sudah tiga kali datang ke sini dan kami juga sudah menghantar surat, namun sayangnya mereka tidak memperhatikan, tidak ada jawaban dan tidak ada yang mau angkat telepon kami," ujarnya.


Komunitas Pengungsi Afghanistan sudah mengambil keputusan untuk menginap di depan kantor gubernur, supaya orang nomor 1 Sumut itu bisa menemui pengungsi dan mendengarkan langsung keluhan tentang nasib para pengungsi selama ini di Kota Medan.


Menurut Juma, para pengungsi asing berada di bawah naungan dua organisasi internasional dari Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR), tetapi kantor perwakilan UNHCR sudah pindah ke tempat lain mereka tidak tahu.


Diketahui, perjuangan pencari suaka dari Afghanistan itu sudah kesekian kalinya, namun hanya dari DPRD Sumut yang sudah bertemu langsung dengan pengungsi.


Juma mengatakan, kala itu DPRD Sumut sudah menampung aspirasi pengungsi dan berjanji akan mengajukan aspirasi tersebut kepada DPR RI.


Dijelaskan, permintaan pengungsi juga hanya sederhana, disesuaikan saja dengan apa yang telah disepakati dan ditanda tangani pada Konvensi PBB 1951, di mana ada empat negara yang bertanggung jawab terhadap pengungsi yaitu Amerika, Kanada, Selandia Baru dan Australia.


Ketika ditanyakan kemana negara tujuan pengungsi selanjutnya, Mohammad Juma menjawab, mereka tidak bisa menentukan pilihan ke negara mana saja.


Dalam hal itu pengungsi Afghanistan hanya dapat pasrah dan mengikuti saja kemana nanti mereka dipindahkan sesuai dengan konvensi PBB tersebut.


Adapun alasan Pemerintah Indonesia selama ini yang tidak begitu responsif tentang nasib pengungsi sehingga tidak berkenan mengabulkan permintaan para pengungsi sampai saat ini, dikarenakan berdasarkan Konvensi 1951 PPB, Negara Indonesia tidak dapat mengambil keputusan dan tidak memiliki tanggung jawab tentang pengungsi," terangnya.


Namun ketika ditanyakan siapa yang memberikan pernyataan tersebut.


Juma mengatakan hanya mendengarkan begitu saja dari orang-orang dan sampai sejauh ini menurutnya tidak ada satupun pernyataan resmi dari pejabat tinggi yang ada di Indonesia.


"Kami bilang seharusnya gubernur bisa mengambil sikap dengan mengedepankan rasa kemanusian," harapnya.


Adapun jumlah pengungsi Afghanistan yang ada di Kota Medan 350 orang dan seluruhnya total 1.400 orang yang sudah tersebar di 11 Negara.


Dalam kesempatan itu Juma juga memberitahukan kalau kondisi Negara Afghanistan sekarang sangat buruk dan mereka tidak akan pernah kembali lagi ke sana. (A13/c)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com