Lebih 11 Tahun Nasibnya Tidak Jelas

Pengungsi Afghanistan di Medan Minta Perhatian Pers dan Jokowi

* Ingin Dipulangkan ke Negaranya, Minta Pemerintah Afghanistan Hentikan Pembunuhan Terhadap Etnis Hazara

231 view
Pengungsi Afghanistan di Medan Minta Perhatian Pers dan Jokowi
(Foto SIB/Firdaus Peranginangin)
UNJUK RASA: Pengungsi Afghanistan di Medan unjuk rasa ke gedung DPRD Sumut, Selasa (4/10), tapi tidak seorangpun anggota dewan menerima aspirasi mereka, karena sedang melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi dan kabupaten/kota di Sumut. 

Medan (SIB)

Para pengungsi Afghanistan di Sumut, untuk kesekian kalinya, melakukan unjuk rasa ke gedung DPRD Sumut, Selasa (4/10).


Namun ini kali tidak seorangpun anggota dewan terhormat menerima aspirasi mereka karena sedang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar provinsi dan kabupaten/kota.


Dengan berbahasa Afghanistan diselingi bahasa Indonesia yang terbata-bata, Kordinator Aksi, Muhammad Juma, menyerukan harapan mereka kepada media massa untuk dapat mewartakan penderitaan pengungsi Afghanistan ke seluruh dunia.


Karena nasib perjalanan hidup mereka sampai saat ini tidak jelas, walau banyak lembaga Internasional di Indonesia, seperti IOM, UNHCR, dan sebagainya.


MINTA DIPULANGKAN, HENTIKAN PEMBUNUHAN

Dalam orasinya, para pengungsi yang datang bersama anak-anak mereka memohon perlindungan Presiden Joko Widodo atas nasib mereka yang sudah lebih 11 tahun berada di Kota Medan, agar dipulangkan ke negara asalnya melalui upaya diplomasi.


“Kami sudah ke mana-mana unjuk rasa tapi tidak ada hasil, dan jalan terakhir kami akan berunjukrasa di Jakarta memohon kepada Pak Jokowi agar status pengungsi kami segera diakhiri dengan memulangkan kami ke negara asal,” seru Juma.


Juma pun mendesak rezim pemerintahan Afghanistan untuk menghentikan pembunuhan terhadap etnis Hazara, agar pengungsi bisa aman kembali ke negara mereka.


Aksi unjuk rasa ini tidak mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.


Setelah puas melakukan orasi akhirnya pengunjuk rasa meninggalkan gedung dewan dengan penuh kecewa, karena tak seorang pun anggota dewan yang hadir menerima aspirasi mereka.


Padahal menurut aturan di DPRD Sumut, setiap harinya ada pembagian tugas piket untuk menerima tamu dewan maupun masyarakat yang datang menyampaikan aspirasinya.


Tapi kali ini, 100 orang yang disebut sebagai wakil rakyat ini lebih bersemangat kunker ke luar Medan sehingga tidak ada yang piket di gedung dewan. (A4/c).

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com