Senin, 20 Mei 2024 WIB

Penyakit Mpox Tewaskan Hampir 600 Orang di Kongo

WHO ‘Sangat Khawatir'
Redaksi - Minggu, 10 Desember 2023 09:39 WIB
260 view
Penyakit Mpox Tewaskan Hampir 600 Orang di Kongo
(Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Demidiuk)
Ilustrasi cacar monyet. 
Jakarta (SIB)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku 'sangat khawatir' perihal penyebaran penyakit Mpox yang mematikan di Kongo. Pasalnya, penyakit ini diketahui telah menewaskan hampir 600 orang di negara tersebut, terutama anak-anak.
Republik Demokratik Kongo telah melaporkan lebih dari 13.000 kasus Mpox ini pada 2023, dua kali lipat lebih banyak dibandingkan puncak kasus terakhir pada 2020 dan menyebar hampir setiap provinsi. Mengatasi situasi ini, WHO bekerja sama dengan pihak berwenang dalam respons dan penilaian risiko.
Pada Kamis (8/12), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengeluarkan peringatan tentang wabah Mpox clade I yang berbahaya.
"Varian virus ini diketahui lebih ganas. Jika virus ini beradaptasi dengan lebih baik dari penularan antarmanusia, maka hal ini akan menimbulkan risiko," tegas pemimpin mpox WHO, Rosamund Lewis, dikutip dari Reuters, Sabtu (9/12).
Mpox adalah infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat, menyebabkan gejala mirip flu dan lesi berisi nanah. Sebenarnya pada kebanyakan kasus, penyakit ini bersifat ringan. Namun juga pada kasus tertentu, penyakit ini bisa mematikan.
Tahun lalu, penyakit yang tidak terlalu parah, yakni penyakit kelas II, mulai menyebar secara global, sebagian besar melalui kontak seksual di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. WHO pun kemudian mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat.
Lewis menyoroti kasus penyebaran Mpox melalui kontak seksual. Menurutnya, Mpox juga dapat menyebar ke manusia melalui hewan yang terinfeksi atau antar anggota keluarga dalam rumah tangga. Anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko, dengan penyakit yang menyebabkan kematian hingga 10 persen dari kasus clade I.
"Kami hanya memiliki sedikit informasi mengenai siapa yang meninggal karena mpox (di DRC) selain usia," kata Lewis, seraya menambahkan bahwa pihaknya masih memerlukan lebih banyak data. (**)



Baca Juga:
SHARE:
Tags
WHO
beritaTerkait
WHO Peringatkan Israel, Serangan ke Rafah akan Picu Pertumpahan Darah
WHO: Penggunaan Alkohol dan Vape di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan
WHO Sebut Risiko Kesehatan Masyarakat Akibat Flu Burung Kecil
WHO Prihatin Flu Burung Makin Luas, Angka Kematian Lampaui 50 Persen
WHO: RI Masih Hadapi Beban Penyakit Menular Tropis yang Tinggi
WHO Sebut Populasi Gaza dalam Bahaya Besar, Korban Tewas Lampaui 21.000 Orang
komentar
beritaTerbaru