Penyidik Kejagung Periksa 4 Direktur Terkait Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri


169 view
Penyidik Kejagung Periksa 4 Direktur Terkait Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri
(CNN Indonesia/ Safir Makki)
Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 9 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi di tubuh PT Asabri (Persero). Ilustrasi. 
Jakarta (SIB)
Jaksa penyidik pidana khusus kejaksaan Agung memeriksa empat direktur dari berbagai perusahaan sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana Investasi oleh PT. Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, adapun keempat direktur yang dimintai keterangannya sebagai saksi yakni Direktur PT. Tanjungpinang Sakti berinisial BW, ST selaku Direktur PT. Trimegah Sekuritas, D selaku Direktur PT. OCBC Sekuritas Indonesia dan BHS selaku Direktur Buana Capital Sekuritas.

“Mereka diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI),"kata Kapuspenkum Kejagung yang akrab dipanggil Leo, Senin (4/10).

Selain keempat direktur, Leo menambahkan, tim penyidik juga memeriksa 4 orang saksi lainnya yang berasal dari beberapa perusahaan terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI). Mereka yakni TJT selaku Head Dealer PT. Maybank Asset Management diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT. ASABRI dengan Tersangka TT. Sementara 3 saksi lainya yakni JN selaku Head Equity PT. Royal Investium Sekuritas, W selaku Sales PT. Royal Investium Sekuritas dan JAL selaku Nominee dan JN selaku Head Equity PT. Royal Investium Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI.

Seperti diketahui dalam kasus ini, Penyidik Kejagung telah menetapkan tersangka 10 Manajer Investasi (MI) tersebut yaitu: Korporasi PT IIM, PT MCM, PT PAAM PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM dan PT CC
Leo membeberkan penetapan para tersangka terhadap perusahaan manajer investasi (MI) dilakukan berdasarkan gelar perkara (ekspose) yang diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap pengurus manager investasi telah menemukan fakta reksa dana yang dikelola oleh MI yang pada pokoknya tidak dilakukan secara profesional. Selain tidak dilakukan secara profesional, pengelolaan dana juga tidak independen karena dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pihak pengendali tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara yang digunakan oleh MI.

Perbuatan MI tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan tentang pasar modal dan fungsi-fungsi manajer Investasi serta peraturan lainnya yang terkait, dan mengakibatkan kerugian keuangan negara pada Asabri sebesar Rp 22.788.566.482.083,00 atau Rp 22 triliun lebih.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 2 jo. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(H3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com