Dugaan Korupsi Rp 109,2 Miliar

Penyidik Kejati Sumut Limpahkan 3 Tersangka ke JPU, Termasuk Mantan Direktur PT PSU


309 view
Penyidik Kejati Sumut Limpahkan 3 Tersangka ke JPU, Termasuk Mantan Direktur PT PSU
Foto Ist/harianSIB.com
PN Medan
Medan (SIB)
Tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumut, Selasa (14/12), melimpahkan perkara tiga tersangka kasus dugaan korupsi Rp 109,2 miliar lebih anggaran pada PT PSU (perusahaan perkebunan atau BUMD) milik Pemprov Sumut kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),untuk selanjutnya mengajukan perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor PN Medan.

Usai menerima pelimpahan dari penyidik, JPU pada tingkat penuntutan melakukan penahanan ketiga tersangka yaitu Ir HC MM selaku mantan Direktur PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) 2007-2010 ditahan di LP Wanita. Tersangka MSH, mantan Manajer Kebun PT PSU di Simpangkoje dan Seikari 2011-2013 serta tersangka DS selaku Ketua Panitia Ganti Rugi yang juga mantan Manajer Kebun PT PSU di Simpanggambir dan Kepala Pilot Project Pembangunan Kebun Simpangkoje 2015-2018 ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Kajati IBN Wiswantanu melalui Kasipenkum Kejati Sumut Yos A Tarigan SH MH mengimformasikan perihal pelimpahan perkara itu kepadawartawan,via aplikasi grup WA,Selasa (14/12-2010) malam. Disebutkan, pelimpahan itu berupa penyerahan ketiga tersangka berikut barang bukti (tahap II ) dari penyidik Pidsus Kejati Sumut ke JPU, setelah sebelumnya menyatakan berkas perkara sudah lengkap.

”Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut telah melakukan pelimpahan tahap II dari tahap penyidikan ke penuntutan.Setelah merampungkan surat dakwaan nantinya, JPU segera akan mengajukan perkara itu ke Pengadilan Tipikor PN Medan untuk disidangkan,” kata Yos Tarigan.

Disebutkan, sebelumnya ditingkat penyidikan ketiga tersangka dilakukan penahanan sehingga pelaksanaan pelimpahan (tahap II) perkara ketiga tersangka itu pada Selasa(14/12) berlangsung di Rutan dan LP Wanita Tanjung Gusta karena JPU di tingkat penuntutan juga melakukan penahanan. Penahanan dilakukan mengacu pada pasal 21 KUHAP yaitu karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

Yos menjelaskan, dugaan korupsi itu terkait pelaksanaan proyek Pengembangan areal PT PSU di Desa Simpangkoje, penyalahgunaan anggaran pemeliharaan Kebun Simpangkoje tahun 2011-2013 dan terkait pelaksanaan proyek pengembangan areal PT PSU di Desa Kampungbaru Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailingnatal tahun 2011-2019.

Dari hasil pemeriksaan dan penghitungan akuntan publik, kerugian keuangan negara diduga mencapai Rp 109.263.887.612,00.

Menurutnya, dalam kasus ini penyidik Pidsus Kejati Sumut yang dikordinir Aspidsus M Syarifuddin telah menurunkan tim penyidik ke lokasi dan menyita lahan seluas 626 hektare milik PT PSU terkait dugaan korupsi pada perusahaan periode tahun 2007-2019.

Penyitaan lahan itu berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tipikor Medan Nomor 34/SIT/PIDSUS-TPK/PN.MDN tanggal 2 Juni 2021 untuk dua lokasi yaitu di Desa Simpangkoje, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailingnatal seluas 518,22 Ha dan di Desa Kampungbaru seluas 106,06 Ha areal bertanam dan belum tanam seluas 1,8 Ha.

Ditambahkan,lahan tersebut merupakan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan bukan lokasi yang dapat dikelola PT PSU. Lahan ini juga masuk dalam dugaan tindak pidana korupsi pada PT PSU tahun 2007-2019. “Ketiga tersangka dituduh melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana,” kata Yos yang sebelumnya Kasipidsus Kejari Deliserdang.(BR1/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com