* Menag Ajak Umat Kuatkan Gotong Royong Hadapi Pandemi

Peringati 1 Muharram, Jokowi Ajak Lipat Gandakan Ikhtiar Lawan Pandemi

* Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H Tetap, Liburnya yang Digeser

164 view
Peringati 1 Muharram, Jokowi Ajak Lipat Gandakan Ikhtiar Lawan Pandemi
(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 1 Muharam 1443 Hijriah. Jokowi mengajak masyarakat berhijrah menuju pribadi yang lebih baik dan meneladani akhlak Nabi.

"Pada kesempatan ini saya mengajak kepada semua umat Islam untuk terus meneguhkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Mari terus kita kembangkan budaya moderasi beragama toleransi inklusifitas dan ta'awun. Sebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin teladani akhlak Nabi dengan mengajarkan kesabaran dan toleransi serta menghindari kebencian," ujar Jokowi dalam acara 'Peringatan 1 Muharram, Istighotsah, dan Doa Untuk Bangsa', Senin (9/8).

Jokowi mengatakan tahun baru Hijriah 1443 ini bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia. Dia mengatakan proklamasi merupakan wujud hijrah Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

"Kita memasuki tahun baru hijriah ke 1443 bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia, proklamasi 76 tahun yang lalu merupakan wujud hijrah kita melepaskan diri dari kolonialisme menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat," kata Jokowi.

Pada tahun hijriah kali ini, Jokowi mengatakan masyarakat perlu melipatgandakan ikhtiar untuk hijrah. Salah satunya agar dapat hijrah melawan pandemi Covid-19.

"Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melipat gandakan ikhtiar lahiriah, batiniah dalam melawan pandemi," kata Jokowi.

Jokowi menyebut salah satu contoh hijrah yang diamanahkan oleh Nabi Muhammad adalah dengan adanya kesadaran untuk menjadi lebih baik. Serta rela berkorban untuk hal-hal yang lebih besar dan lebih bermanfaat.

"Salah satu contoh dari hijrah yang diamanahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kesadaran untuk menjadi lebih baik kesadaran, untuk rela berkorban, untuk hal-hal yang lebih besar, kesadaran untuk membangun budaya hidup baru yang lebih bermanfaat dan produktif," ujar Jokowi.

Dia menilai masa pandemi saat ini memberikan banyak perubahan, tidak hanya dalam beraktivitas, tapi juga dalam merayakan hari-hari besar. Perubahan ini dilakukan agar tetap mematuhi protokol kesehatan demi mengatasi penyebaran Covid-19.

"Banyak hal yang berubah di masa pandemi Covid-19 ini bulan yang lalu kita merayakan Idul Adha dengan cara yang tidak biasa sebagian besar dari kita menjalani malam takbir dan salat Id di rumah, masyarakat pun tidak lagi melakukan aktivitas seperti biasa. Itu semua karena kita mematuhi protokol kesehatan demi mengatasi pandemi," tuturnya.

Gotong Royong
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajak semua pihak memperkuat spirit hijrah dan semangat gotong royong menghadapi pandemi Covid-19.

"Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1443 H. Mari perkuat spirit hijrah dan semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19," kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Senin (9/8).

"Semoga pandemi segera berakhir dan kita songsong masa depan yang lebih sehat dan maju," sambungnya.
Yaqut mengatakan tahun baru Hijriah mengingatkan umat Islam pada momen bersejarah hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Spirit hijrah salah satunya kemampuan melakukan perpindahan, perubahan, dan adaptasi dalam merespons situasi dan kondisi.

Menurutnya, perpindahan bisa bermakna fisik, tapi juga bisa bermakna sikap. Misalnya, pindah dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu sikap ke sikap yang lain.

"Pandemi memaksa kita melakukan penyesuaian dan perubahan menuju kenormalan baru. Salah satu spirit hijrah dalam konteks pandemi adalah terapkan prokes dan disiplin 5M," ungkapnya.

Gus Yaqut mengingatkan solidaritas dan gotong royong adalah kunci di tengah pandemi. Pemerintah sejak satu setengah tahun lalu terus berupaya mengatasi kondisi pandemi.

Gus Yaqut mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.

"Mari manfaatkan momentum tahun baru 1 Muharam 1443 H untuk perkuat spirit hijrah, serta saling bergotong royong dalam menghadapi pandemi," ujarnya.

"Di tengah pandemi, sambut tahun baru dengan kesederhanaan dan penuh rasa syukur. Tetap terapkan prokes dan disiplin 5M+1D, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan doa. Semoga pandemi cepat berlalu," sambungnya.

Digeser
Kementerian Agama (Kemenag) memastikan tahun baru Islam tetap jatuh pada 1 Muharram 1443 Hijriah. Namun, hari liburnya akan bergeser dari 10 Agustus menjadi 11 Agustus 2021.

"Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin lewat keterangannya.

Penggeseran hari libur ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Selain tahun baru Islam, libur Maulid Nabi Muhammad SAW juga mengalami pergeseran hari. Libur Maulid Nabi digeser 1 hari.

"Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021 M," jelasnya.
"Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 M, ditiadakan," sambungnya.

Kebijakan ini diterapkan untuk meminimalisir penyebaran Covid. Karena jika libur tidak digeser, maka akan terbentuk 'hari kejepit' yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil cuti dan berpergian.

"Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, maka dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 M," sebutnya.

"Jadi hari liburnya saja yang berubah, bukan hari besar keagamaannya," pungkasnya. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com