Perintahkan Mobilisasi Militer, Putin Ingatkan Penggunaan Senjata Nuklir Bukan Gertakan

* AS: Tanda-tanda Kelemahan Putin, Inggris: Ini Mengerikan

262 view
Perintahkan Mobilisasi Militer, Putin Ingatkan Penggunaan Senjata Nuklir Bukan Gertakan
Foto: Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS/File Photo
Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Amerika Serikat tidak akan pernah mengakui klaim Rusia untuk mencaplok wilayah Ukraina, dan kami akan terus mendukung Ukraina selama mungkin yang diperlukan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, empat wilayah Ukraina yang dikuasai pasukan Moskow akan menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia pada pekan ini. Kremlin yang menyatakan dukungan, menyebut referendum itu akan 'mengubah sepenuhnya' arah masa depan Rusia.

Di sisi lain, seperti dilansir Associated Press, Rabu (21/9), upaya Rusia mencaplok empat wilayah Ukraina itu dinilai akan memberikan panggung kepada Kremlin untuk semakin memperluas perang, usai dipukul mundur pasukan Kiev beberapa waktu terakhir.

Otoritas pro-Rusia yang menguasai wilayah timur dan selatan Ukraina mengumumkan pada Selasa (20/9) waktu setempat bahwa voting untuk referendum telah dijadwalkan untuk digelar mulai Jumat (23/9) waktu setempat mendatang di wilayah Luhansk, Kherson, dan sebagian wilayah Zaporizhzhia dan Donetsk yang dikuasai Moskow.

Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia yang juga sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, menyatakan referendum itu diperlukan, terutama saat Moskow mengalami kemunduran dalam operasi di Ukraina.

Medvedev yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia yang dipimpin Putin, menyebut referendum yang membawa empat wilayah Ukraina bergabung dengan Rusia itu akan membuat perubahan perbatasan 'tidak terhindarkan' dan memampukan Moskow menggunakan 'cara apapun' dalam mempertahankannya.

Dalam pernyataannya, Medvedev yang menjabat Presiden Rusia periode tahun 2008-2012 lalu menilai referendum itu penting untuk melindungi warga dan akan 'sepenuhnya mengubah' arah masa depan Rusia.

"Setelah referendum digelar dan wilayah-wilayah baru dibawa ke dalam Rusia, transformasi geopolitik dunia akan menjadi tidak terhindarkan," cetus Medvedev.

Mengerikan

Sementara itu, pemerintah Inggris menilai pidato terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin soal mobilisasi militer parsial ke Ukraina sebagai eskalasi yang mengkhawatirkan. Ancaman yang dilontarkan Putin soal penggunaan senjata nuklir bukan hanya gertakan, menurut Inggris, juga harus dianggap serius.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (21/9), Putin memerintahkan mobilisasi militer pertama Rusia sejak Perang Dunia II dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah. Dia juga memperingatkan Barat jika terus melanjutkan apa yang disebutnya 'pemerasan nuklir' maka Moskow akan merespons dengan kekuatan persenjataannya yang luas.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com

    wrong sql query