Pesawat Asian One Ditembaki OTK saat Mendarat di Bandara Beoga Papua


158 view
Pesawat Asian One Ditembaki OTK saat Mendarat di Bandara Beoga Papua
Foto: dok. Polda Papua

Jakarta (SIB)

Polisi menyebut terjadi penembakan terhadap pesawat jenis caravan milik Asian One Air. Penembakan terjadi di Bandara Milawak, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Polisi mengatakan penembakan terjadi pada pukul 09.52 WIT. Pesawat ditembaki orang tak dikenal (OTK) saat akan melakukan pendaratan.

"Pesawat tersebut hendak melakukan pendaratan di Bandar Udara Milawak Beoga dan ditembaki dari arah kanan pesawat," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, Jumat (16/2).

Benny menuturkan pesawat Asian One Air dengan nomor penerbangan PK-LTF ini diduga ditembaki dari arah Kampung Ambobra. Diduga, lanjut Benny, pelaku penembakan menuruni Kampung Ambobra, kemudian Kampung Julukoma, sebelum akhirnya melepas tembakan.

"Tembakan tersebut kemudian dibalas oleh aparat keamanan TNI-Polri sebagai tindakan hukum kepada OTK yang menembaki pesawat," jelas Benny.

Benny memastikan tak ada korban dalam insiden ini. Benny menambahkan terdapat satu tembakan di badan belakang pesawat bagian kanan, yang tembus ke arah pintu belakang pesawat.

Terakhir, dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tak terpancing isu-isu yang menimbulkan kepanikan.

Bawakan Obat

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengatakan permintaan obat-obatan yang disampaikan sandera pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, telah dipenuhi dan diterima yang bersangkutan. Obat tersebut dibawakan oleh warga yang diutus Pj Bupati Nduga.

Dari laporan yang diterima, obat-obatan itu sudah diantar warga yang menjadi utusan Penjabat Bupati Nduga.

"Selain obat-obatan, juga dibawakan buku-buku," kata Izak Pangemanan, Jumat (16/2).

Pangdam XVII/Cenderawasih mengaku bahwa paket obat dan buku sudah diantar minggu lalu.

Paket tersebut diantar dengan menggunakan helikopter yang mendarat di Yuguru, Kabupaten Nduga.

"Obat-obatan yang dibawa sesuai permintaan karena sandera berkebangsaan Selandia Baru itu terkena penyakit asma," kata Pangdam.

Sementara itu kondisi sandera dilaporkan baik-baik saja.

"Dari laporan yang diterima kondisi Phillip baik-baik saja dan berharap tetap sehat," katanya.

Diakuinya, upaya pembebasan sandera masih terus dilakukan dengan mengedepankan negosiasi.

"Mudah-mudahan dengan terus dilakukannya negosiasi diharapkan KKB melepaskan sandera dalam keadaan selamat," katanya.

Diketahui, Philip Mark Mehrtens, yang berprofesi sebagai pilot Susi Air, disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya setiba di lapangan terbang Paro sejak 7 Pebruari 2023. (detikcom/c)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com