Pesawat Latih TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Ditemukan

* Pilot dan Kopilot Berhasil Dievakuasi

248 view
Pesawat Latih TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Ditemukan
Foto:puspenerbal.tnial.mil.id
G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL 

Jakarta (SIB)

Pesawat latih TNI AL jenis G-36 Bonanza T-2503 akhirnya ditemukan. Pesawat tersebut jatuh di Selat Madura, Jawa Timur.


"Kita sudah menemukan pesawat yang berada di bawah permukaan air," kata Panglima Koarmada II Laksda TNI Dr TSNB Hutabarat MMS dalam rekaman video yang diterima, seperti dilansir detikJatim, Rabu (7/9).


Saat ini pihaknya sedang melakukan upaya evakuasi bersama dan dikerahkan juga 13 KRI, satu Kapal Angkatan Laut (KAL), satu tim Kopaska, dan satu tim penyelam.


Pesawat ditemukan kurang lebih 15 meter dari bawah permukaan laut.


"Kita sedang mengupayakan mengangkat pesawat. Kami meminta doa restu upaya mengangkat pesawat berjalan lancar," tambahnya.


Ditemukan

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyampaikan jenazah pilot dan kopilot pesawat latih TNI AL itu juga telah ditemukan di kedalaman 14 meter.


"Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan kopilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila, yang mana pada tadi jam 10.00 telah ditemukan di kedalaman laut 14 meter," kata Laksamana Yudo Margono saat konferensi pers, Kamis (8/9).


Yudo mengatakan kedua jenazah itu ditemukan di dalam bangkai pesawat yang jatuh. Jenazah keduanya, kata dia, kini juga sudah dievakuasi.


"Masih di dalam bangkai pesawat yang jatuh kemarin, dan juga sudah dievakuasi di RSAL Surabaya, dan juga untuk pesawat juga sudah diangkat di KRI Soputen," ucapnya.


Selain itu, Yudo menyebut ada kendala ketika proses evakuasi kedua jenazah pilot dan kopilot. Dia menyebut, jenazah ditemukan dalam kondisi terikat seat belt di dalam bangkai pesawat.


"Kondisinya kemarin sulit diangkat karena posisi katanya terbalik dan jenazah dua-duanya masih duduk di kursi dan terikat seat belt sehingga sulit untuk diangkat, sehingga tadi pagi baru diangkat, jadi dua personel pilot dan kopilot sudah diangkat," tuturnya.


Lebih lanjut, Yudo menyampaikan sebetulnya keberadaan pesawat sudah ditemukan sejak Rabu (7/9) kemarin.


Namun, lantaran arus yang sangat kuat, kata dia, akhirnya penyelam baru bisa melakukan proses evakuasi pada Kamis (8/9).


Laksmana Yudo Margono menerangkan, pesawat latih ini tidak memiliki black box.


“Tidak ada, jadi pesawat tempur ini tidak ada black boxnya,” kata Yudo.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com