Peserta Vaksinasi Mengeluh Tidak Terima Sertifikat Secara Online

* Dinkes Sumut Beralasan Sedang Refresh Perangkat Data

246 view
Peserta Vaksinasi Mengeluh Tidak Terima Sertifikat Secara Online
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pegawai lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung di kawasan Mangupura, Badung, Bali, Rabu (3/3/2021). (Ilustrasi)
Medan (SIB)
Pendataan peserta yang telah vaksin di Sumut melalui aplikasi P-care bermasalah dan mengundang keluhan dari masyarakat. Peserta yang telah divaksin mengeluhkan sulitnya mendapatkan informasi sertifikat vaksinasi. Biasanya warga yang telah divaksin langsung mendapat informasi lebih lanjut melalui sistem SMS Kemenkes RI.

Namun, belakangan ini warga tidak langsung mendapatkan informasi soal sertifikat ataupun tanggal vaksin berikutnya bagi warga yang masih melakukan vaksin dosis pertama melalui SMS.

Mirisnya, ada dua warga yang mau divaksin, namun keduanya ditolak petugas karena nama mereka tidak ada di database vaksin pertama.

“Padahal sudah diberitahukan, bahwa vaksin pertama telah dilakukan,” kata HS warga Medan yang enggan menyebut nama lengkapnya kepada wartawan, Kamis (10/6).

Sementara, ZL warga Medan lainnya juga mengaku bingung karena tidak mendapatkan informasi lebih lanjut terkait vaksinasi dan sertifikat.

“Bingung juga kita gak ada info lanjutnya. Orang gak percaya kalau kita sudah divaksin satu atau dua kali. Gak mungkin juga kita tunjukkan foto waktu divaksin satu atau dua,” keluhnya.

REFRESH
Sementara itu Dinas Kesehatan Sumut beralasan insiden itu terjadi karena Dinkes melakukan refresh (penyegaran) perangkat data, bukan aplikasi P-carenya yang ditahan Polda Sumut.

“Aplikasi P-care dilakukan refresh perangkat data, bukan ditahan Polda Sumut. Sekarang sudah tidak ada masalah untuk pendataan,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah MM via telepon seluler di Medan, Selasa (15/6), seperti dilansir dari harianSIB.com.

Ia mengaku refresh tersebut dilakukan memakan waktu sampai seminggu lebih. “Memang ada waktu refreshnya. Kalau sudah banyak yang kita entry, kami refresh lagi,” ungkapnya.

Untuk memasukkan peserta vaksin, pihaknya lebih dahulu mengecek data yang masuk. “Bagi yang sudah divaksin, berkasnya dikirim ke kami dan kami cek kelengkapannya. Setelah itu kami entry (memasukkan data) ke P-care,” jelasnya.

Ia mengetahui ada beberapa nama peserta yang divaksin namun belum menerima informasi melalui SMS. Bagi yang belum mendapat SMS tersebut, ia menyarankan agar mengeceknya di web peduli lindungi. “Kan harus kita cek satu-satu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan dalam sehari saja, peserta yang dientry untuk Sumut bisa sampai seribu nama. Ia pun meminta peserta yang belum menerima SMS agar bersabar. “Semua peserta yang ditelah divaksin akan menerima informasi secara sistem SMS dan mendapatkan sertifikat vaksin secara online. Sabar ya,” pintanya. (R1/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com