Piala Menpora Tercoreng, Suporter Jakmania Aksi Anarkis Rayakan Kemenangan

* Ketum Jakmania-Manajemen Persija akan Diperiksa

197 view
Foto: Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo
MERAYAKAN : The Jakmania memadati Jalan MH Thamrin ke arah Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu (25/4) malam. Mereka merayakan kemenangan Persija atas Persib di final Piala Menpora 2021.
Jakarta (SIB)
Kesuksesan turnamen pramusim Piala Menpora antiklimaks. Setelah dinilai berhasil melakukan kegiatan dengan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat. Faktanya, ajang itu tercoreng karena ulah oknum suporter yang melakukan sikap tidak semestinya.

Sejumlah oknum The Jakmania (suporter Macan Kemayoran) melakukan pawai kemenangan di bilangan Jakarta, sementara sejumlah oknum Bobotoh (suporter Maung Bandung) melakukan aksi anarkis dengan merusak kantor PT Persib Bandung dan sweeping terhadap kendaraan plat B.

Menpora Amali tak menduga hal itu bisa terjadi sekalipun ia telah melakukan berbagai upaya untuk meredam adanya aksi-aksi yang melibatkan suporter. Mulai dari membuat video-video imbauan hingga komunikasi dengan koordinator suporter Persija agar tidak melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan.

"Ternyata yang terjadi adalah di luar apa yang kami harapkan. Sikap yang sangat fanatis dan menurut kami berlebihan," kata Amali dalam jumpa pers dengan pewarta, Senin (26/4) melalui Zoom.

"Nah, untuk kejadian ini tentu ada bagiannya. Pihak kepolisian yang akan melakukan penelitian terhadap apa yang terjadi di luar sana. Tentu kami tak bisa jangkau ke area itu, karena yang kami lakukan selama 35 hari ini menjaga supaya turnamen ini lancar dan aman," ujarnya.

Menteri asal Gorontalo ini juga berharap agar siapapun pelakunya untuk ditindak secara tegas.

"Saya minta tolong kepolisian untuk melihat siapa yang memulai? Ini yang menjadi pelajaran, kalau ada yang melanggar hukum, itu ranah kepolisian," katanya.

Zainudin Amali meminta Polri untuk menindak tegas oknum suporter Persija dan Persib yang diduga kuat melanggar aturan usai partai final Piala Menpora 2021, Minggu (25/4), baik dengan berkerumun ataupun melakukan perusakan.

"Saya minta tolong kepada pihak kepolisian untuk melihat siapa yang memulai sehingga dapat menjadi pelajaran," ujar Zainudin Amali. Ternyata, apa yang terjadi di luar harapan," tutur politikus Partai Golkar itu.

Namun Menpora Zainudin Amali optimis kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 bisa tetap terlaksana tahun ini. Menurutnya, aksi oknum suporter di akhir Piala Menpora tak berkaitan dengan keberhasilan penyelenggaraan.

Ia prihatin karena selama ini berbagai imbauan telah dilakukan dan suporter dari 17 tim yang berlaga di turnamen pramusim sudah menyatakan komitmennya bahkan hingga di babak final terakhir pada Minggu (25/4). Tapi ternyata hal itu tetap bisa kebobolan.

Padahal, turnamen pramusim ini merupakan uji coba sebelum izin kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 2021 diterbitkan Juli nanti. Situasi ini pun memungkinkan kans penyelenggaraan liga bakal dikaji ulang.

minta maaf
Sementara itu, PSSI meminta maaf sekaligus menyayangkan sikap suporter Persija dan Persib yang diduga melakukan tindakan melanggar aturan setelah laga final Piala Menpora 2021, Minggu (25/4).

"Kami mohon maaf. Insya Allah, kami akan lebih intens berkomunikasi dengan teman-teman suporter semua klub," ujar Head of Department Suporter Development and Fan Engagement PSSI Budiman Dalimunthe dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Senin.

Budiman mengatakan, sejatinya PSSI sudah melakukan langkah-langkah untuk mencegah kejadian tersebut. Salah satunya, mereka berkomunikasi dengan pimpinan The Jakmania dan Bobotoh.

"Pengurus The Jakmania pun sudah memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak datang ke stadion, nonton bareng dan melakukan konvoi kemenangan. Di Solo (lokasi leg kedua final Piala Menpora), pendukung Persija mampu menahan diri untuk tidak turun ke jalan," tutur dia.

Permintaan serupa juga sudah disampaikan kepada Bobotoh melalui Ketua Umum Viking Persib Club Herru Joko sebelum laga final.

"Namun mereka secara spontan melakukan tindakan-tindakan yang membuat kerugian. Tentu hal ini sangat kami sayangkan dan semoga ke depan tidak terjadi lagi," kata Budiman.

akan Diperiksa
Polda Metro Jaya menyelidiki kerumunan Jakmania di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengurus Jakmania hingga manajemen Persija terkait kejadian tersebut.

"Ketua Jakmania akan kami panggil untuk kita klarifikasi untuk mempertanggung-jawabkan hal ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/4).

Selain Ketum Jakmania, polisi akan meminta keterangan dari perwakilan manajemen Persija Jakarta dalam waktu dekat.

"Dari pengurus manajemen Persija akan kami panggil akan kami undang di sini untuk menjelaskan kepada penyidik kenapa sampai terjadi adanya kerumunan seperti semalam (Minggu (25/4)," ujarnya.

Imbas kerumunan Jakmania semalam, 65 orang sempat diamankan ke Polda Metro Jaya. Ke-65 orang tersebut dimintai keterangan perihal indikasi undangan menghadiri konvoi di Bundaran HI.

Dari 65 orang tersebut, 12 orang masih berusia anak-anak. Yusri menyebut 65 orang tersebut telah dilakukan swab test dan dinyatakan negatif.

Ke-65 orang tersebut telah dipulangkan seluruhnya. Mereka mengaku datang ke Bundaran HI karena spontanitas terbawa euforia kegembiraan merayakan kemenangan Persija Jakarta di turnamen Piala Menpora.

"65 Jakmania yang kita amankan sudah kita interogasi, sudah kita pulangkan semuanya. Pengakuannya spontanitas. Tapi kita masih dalami termasuk yang mengajak, memprovokasi untuk berkumpul di tempat tersebut. Kami juga imbau kepada penggemar Persija stop jangan lagi bikin kegiatan seperti semalam," ujar Yusri. (detikcom/detiksport/Antara/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com