Pidato Tutup Sidang, Bamsoet: Beda Pilihan Bukan Berarti Bermusuhan

* Pimpinan DPR Ajak Doa untuk Korban Lion Air JT 610

309 view
Jakarta (SIB)- Paripurna DPR ditutup oleh pidato Ketua DPR Bambang Soesatyo berjudul 'Beda Pilihan Bukan Berarti Bermusuhan'. Lewat pidato itu Bamsoet menyinggung perhelatan Pemilu 2019.

"Belakangan ini kita sangat risau, karena pemilu yang seharusnya menjadi festival demokrasi, ajang adu gagasan dan program, adu prestasi dan reputasi berubah menjadi ajang saling menyudutkan, saling merendahkan dan saling mengecilkan," kata Bamsoet di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10).
Dia menilai saat ini banyak penyalahgunaan media sosial. Bamsoet menyebut berita hoax marak tersebar di dunia maya.

"Media sosial bukan lagi sarana edukasi bagi masyarakat, melainkan telah menjadi saluran penyebaran informasi dan berita-berita palsu (hoax), yang terkadang menyesatkan dan membuat kita saling bermusuhan," tuturnya.

Karena itu, Bamsoet mengajak seluruh elemen bangsa untuk fokus membangun narasi kebangsaan. Dia mengingatkan pesta demokrasi Indonesia pada 2019 akan menjadi sorotan dunia.

Mengakhiri pidatonya, Bamsoet melemparkan dua bait pantun. Isinya masih berkenaan dengan Pemilu 2019 agar berlangsung aman dan damai. Begini bunyi pantunnya:

Ke Kota Paris membeli berlian

Indah dipakai buat perhiasan

Pemilu bukan ajang saling menjatuhkan

Tapi pesta demokrasi yang menyenangkan

Indonesia elok negeri kepulauan

Indah bagaikan ratna mutu manikam

Beda pilihan tidak harus bermusuhan

Mari jadikan pemilu damai dan berkeadaban.

Ajak Doa
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto memimpin rapat paripurna penutupan masa persidangan I DPR RI tahun sidang 2018-2019. Sebelum membuka rapat, Agus mengajak para anggota Dewan berdoa bersama untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat.

"Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPR menyampaikan rasa duka atas jatuhnya pesawat Lion Air JT 610," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

"Mari kita doakan para korban dapat tempat layak di sisi-Nya dan keluarga diberi kesabaran dan ketabahan dalam musibah ini," lanjutnya.

Dalam rapat, hadir Ketua DPR Bambang Soesatyo dan dua Wakil Ketua DPR lainnya yaitu Fahri Hamzah dan Utut Adianto. Rapat pagi kemarin mengagendakan penutupan masa persidangan I tahun sidang 2018-2019.

363 Anggota Tak Hadir
Sementara itu, dalam rapat tersebut, sebanyak 363 anggota DPR tidak hadir.

Berdasarkan daftar hadir, sebanyak 197 dari 560 anggota Dewan meneken daftar hadir dan 90 anggota meminta izin.

Selain penutupan masa persidangan, rapat paripurna DPR memiliki empat agenda lain. Rapat akan dimulai dengan laporan Badan Legislasi (Baleg) DPR dan penetapan hasil penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas Tahun 2019.

Rapat dilanjutkan dengan pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Selain itu, akan diambil keputusan terhadap RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2019 beserta Nota Keuangan.

DPR juga akan mengesahkan perpanjangan waktu pembahasan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) dan non-RUU.

Berikut ini absensi paripurna penutupan DPR kemarin yang diambil pukul 11.00 WIB:

Fraksi PDIP: 41 dari 109 anggota

Fraksi Partai Golkar: 37 dari 91 anggota

Fraksi Partai Gerindra: 25 dari 73 anggota

Fraksi Demokrat: 18 dari 61 anggota

Fraksi PAN: 20 dari 48 anggota

Fraksi PKB: 10 dari 47 anggota

Fraksi PKS: 15 dari 40 anggota

Fraksi PPP: 15 dari 39 anggota

Fraksi NasDem: 12 dari 36 anggota

Fraksi Hanura: 4 dari 16 anggota

Total yang hadir: 197 dari 560 anggota

Izin: 90. (detikcom/h)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com