Pimpinan Komisi V Cemas Macet Penyekatan PPKM Darurat Tularkan Covid

* Menkes: Mobilitas Warga Tak Terkontrol

205 view
Pimpinan Komisi V Cemas Macet Penyekatan PPKM Darurat Tularkan Covid
Foto: ANTARA/Yogi Rachman
Kemacetan akibat penyekatan PPKM Darurat di Kalimalang
Jakarta (SIB)
PPKM darurat diwarnai kemacetan akibat penyekatan di beberapa titik jalan di Jakarta. Pimpinan Komisi V DPR Syarief Alkadrie khawatir kemacetan ini jadi medium penularan Covid.

"Saya kira ini harus dibenahi supaya simulasi itu juga tidak terjadi penumpukan. Kalau penumpukan, rawan juga terhadap penularan Covid-19 ini. Sangat besar terjadi potensi penularan Covid-19 ini," kata Syarief kepada wartawan, Senin (5/7).

Syarief meminta pemerintah segera membenahi mekanisme penyekatan PPKM darurat. Menurutnya, Korlantas Polri ataupun Kementerian Perhubungan bisa memikirkan solusinya.

"Saya berharap secepatnya pemerintah, perhubungan, atau korlantas, melakukan penyekatan yang tidak menyebabkan kemacetan yang terlalu menumpuk," ujar dia.

"Kemacetan ini akan menimbulkan keramaian motor ada di situ, mungkin ada yang menggunakan pengaman seadanya, ini harus menjadi tindakan yang dilakukan pemerintah supaya tidak terjadi kerumunan dengan penyekatan-penyekatan itu," katanya.

Meski demikian, Syarief menyebut penyekatan tahap awal PPKM darurat pastinya menimbulkan kemacetan. Dia berharap masyarakat bisa benar-benar bekerja dari rumah bagi yang kantornya bersifat non-essential.

"Berharap masyarakat sekarang ini terutama di kantor-kantor itu supaya tetap bekerja di rumah, work from home. Kita harapkan betul-betul masyarakat mematuhi dan menaati apa yang telah menjadi kesepakatan bersama," katanya.
Penjelasan Polisi

Polisi menyebut kemacetan penyekatan PPKM darurat terjadi karena ada ribuan orang dari luar Jakarta tetap berusaha melewati pos penyekatan.

"Hari Senin ini adalah hari ketiga sekaligus hari pertama PPKM darurat pada masa weekday, di mana orang kerja dan ribuan orang dari luar Jakarta masih berusaha masuk ke Jakarta. Padahal mungkin dia bukan bekerja pada sektor yang kritikal dan esensial," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan.

Polda Metro Jaya sendiri menyiapkan 63 titik penjagaan selama PPKM darurat. Hanya orang yang bekerja di sektor esensial dan kritikal yang diizinkan melintas melewati titik penyekatan tersebut.

Tak Terkontrol
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut lonjakan kasus Covid-19 saat ini lantaran mobilitas warga yang tinggi. Dia menyayangkan, meski PPKM Darurat diberlakukan, di Jakarta tetap ada kemacetan.

"Di halaman selanjutnya yang juga sangat penting, karena saya tidak tampilkan di sini tapi semua ini terjadi karena mobilitas tidak terkontrol. Jadi kenaikan ini terjadi karena pergerakan masyarakat sulit diminta agar disiplin," kata Menkes Budi Gunadi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, yang disiarkan YouTube DPR RI, Senin (5/7).

Menkes Budi Gunadi menyoroti jalan di Jakarta yang macet meski sedang ada penerapan PPKM Darurat. Menkes menyinggung kemacetan Jakarta membuat sejumlah peserta rapat Komisi IX DPR RI terlambat hadir.

"Saya masih melihat di jalan-jalan di Jakarta sudah diimplementasi PPKM Darurat masih juga macet. Sampai beberapa teman-teman kita terlambat untuk hadir. Dan saya rasa memang ini yang sangat penting, tidak mungkin kita bisa mengontrol pandemi ini kalau kita tidak disiplin," ujarnya.

PPKM Darurat, kata Budi, sesungguhnya untuk mengurangi mobilitas warga. Dengan berkurangnya mobilitas warga, diharapkan laju lonjakan kasus Covid-19 juga turun.

"Dengan adanya PPKM darurat 3-20 juli tujuan kita memang memang menghambat mobilitas. Mempersulit mobilitas agar kita bisa mengurangi laju pandemi ini," imbuhnya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com