Diduga Terima Suap Bandar Narkoba

Polda Sumut Copot Kasat Narkoba Polrestabes Medan

* 8 Saksi Diperiksa Terkait Kapolrestabes Medan

946 view
Polda Sumut Copot Kasat Narkoba Polrestabes Medan
Foto: Ist/harianSIB.com
Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak
Medan (SIB)
Kapolda Sumatera Utara Sumut Irjen Panca Putra mencopot Kasat Narkoba Polrestabes Medan karena diduga menerima suap dari istri bandar. Sementara nasib Kapolrestabes Medan masih diselidiki. Plt Kasat Narkoba Polrestabes Medan saat ini dijabat Kompol Rafles Marpaung.

"Sebentar, akan saya lakukan, tenang saja," kata Irjen Panca Putra usai meninjau vaksinasi anak 6-11 tahun serta vaksinasi booster di Medan Selayang, Senin (17/1).

Panca mengatakan pihaknya tidak mau gegabah dalam bertindak. Pihaknya bakal melakukan pemeriksaan dahulu hingga dugaan itu benar adanya terjadi.

"Tetapi tidak boleh gegabah. Harus benar," sebut Panca.

Akan tetapi, Panca menegaskan untuk Kasat Narkoba beserta bawahannya telah dicopot. Mereka tengah diperiksa oleh Polda Sumut.

"Kasat narkobanya sudah kita tarik. Kasat Narkoba sebagai pemimpin sudah ditarik. Semuanya sudah kita copot itu. Sekarang dalam pemeriksaan Pamen Polda Sumut, Yanma Polda Sumut," ujar Panca.

Diperiksa
Mabes Polri bersama Polda Sumut turun bersama-sama menginvestigasi terkait dugaan Kapolrestabes Medan menerima suap dari bandar narkoba. Sejauh ini total delapan orang telah diperiksa.

"Saya sudah turunkan tim untuk melakukan pemeriksaan. Masalahnya kan terkait dengan keterangan yang diberikan di depan sidang di pengadilan yang sebelumnya tidak diberikan dalam pemeriksaan. Saya sudah turunkan tim 4 hari ini sudah bekerja," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra.

Panca mengatakan, pihaknya telah mendengar keterangan dari terdakwa yang berada di dalam Lapas. Pemeriksaan itu dilakukan bersama-sama dengan Mabes Polri.

"Kita sudah mendengar keterangan dia yang ada di Lapas saat ini, anggota itu untuk memberikan penjelasan yang sebenarnya, apa yang diketahui dan apa yang didengar. Dan dari situ tim bekerja. Alhamdulillah, Mabes Polri juga sudah turun bersama-sama dengan kita gabung untuk melakukan pemeriksaan," sebut Panca.

"Percayalah yang salah akan kita proses kalau itu terbukti percayakan kepada saya dan kalau benar kita harus sampaikan.

Pertanyaan saya adalah kenapa kemarin dalam pemeriksaan tidak disampaikan tetapi di dalam sidang. Tetapi at least itu tidak ada masalah bagi saya yang jelas harus saya buktikan," tambah Panca.

Selanjutnya, Panca mengatakan dirinya telah diarahkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjaga integritas institusi. Dia meminta agar semua pihak memercayakan pemeriksaan itu kepada pihaknya.

"Pak Kapolri juga sudah memberikan arahan sama saya dan memberikan support bahwa sekali lagi presisi Bapak Kapolri adalah menjaga integritas dan menjaga nama baik organisasi Polri," ucap Panca.

Selain itu, Panca menuturkan bahwa saat ini sudah ada delapan orang yang dimintai keterangan. Dia belum merinci siapa saja yang diperiksa. Akan tetapi, salah satu di antaranya adalah tempat yang menjual sepeda motor untuk dihadiahkan kepada anggota TNI waktu itu.

"Untuk saat ini sudah ada 8 orang termasuk yang tempat menjual atau membeli sepeda motor itu kita sudah dalami dan saya akan buktikan itu supaya benar. Benar nggak itu duit dari hasil itu, seperti itu," sebut Panca.

Diperiksa
Polri mengungkapkan, Kombes Riko sedang diperiksa Polda Sumatera Utara (Sumut).

"Sedang diperiksa oleh tim dari Polda," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Senin (17/1).

Dedi mengatakan, Kombes Riko akan ditindak tegas jika terbukti menerima suap dari bandar narkoba. Saat ini, tim dari Polda Sumut masih bekerja.

"Apabila terbukti akan ditindak tegas. Tunggu dulu tim bekerja," ucapnya.

Meski demikian, kata Dedi, Polri tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Dedi menjelaskan hasil pemeriksaan akan disampaikan oleh Polda Sumut.

"Nanti nunggu hasil tim dulu. Tetap asas praduga tidak bersalah, harus dijunjung tinggi," imbuh Dedi.

Sebelumnya, kasus ini berawal dari Propam Mabes Polri yang turun tangan mengecek kabar sejumlah pejabat kepolisian di Polrestabes Medan disebut menerima uang Rp 300 juta dari istri bandar narkoba dalam sidang kasus kepemilikan narkoba anggota Satreskoba Polrestabes Medan. Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko disebut juga menerima Rp 75 juta.

"Saya tidak ingin mengomentari materi persidangan. Saya sudah perintahkan Karo Paminal Propam Polri untuk cek ke Kabid Propam Polda Sumut," ujar Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo saat dimintai konfirmasi, Jumat (14/1).

Dari informasi yang dihimpun, dalam sidang yang digelar di PN Medan, pejabat kepolisian di Polrestabes Medan disebut menerima uang suap Rp 300 juta dari istri seorang bandar narkoba. Uang itu diduga dibagi-bagikan ke Kasat Narkoba Polrestabes Medan sebesar Rp 150 juta hingga Kanit Narkoba Polrestabes Medan Rp 40 juta.

Bahkan nama Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko juga terseret dalam persidangan. Kombes Riko disebut menggunakan sisa uang suap Rp 75 juta untuk membeli hadiah berupa motor. Motor itu diberikan kepada seorang Babinsa TNI.

Kombes Riko pun membantah pernyataan dari terdakwa bernama Rikardo itu. Riko mengatakan tidak benar dirinya juga menerima aliran dana dalam kasus yang membuat Rikardo menjadi terdakwa.

"Dari kasus itu ditangani Satnarkoba, tidak pernah dilaporkan ke saya. Gimana saya mau bagi-bagi uangnya. Kasusnya saja nggak dilaporkan ke saya. Di situ kan dijelaskan saya perintahkan bagi-bagi," kata Riko kepada wartawan, Jumat (14/1).

Riko juga membantah soal uang itu digunakan untuk membeli motor untuk seorang Babinsa TNI. Riko menegaskan motor itu dia beli dengan uang sendiri.

"Kalau soal motor, saya pesan sendiri dan bayar lunas. Dan harganya bukan Rp 75 juta, Rp 10 juta lebih aja itu motor bebek," ujar Riko.(detikcom/c)

Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com