Polda Sumut Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Judi Online Apin BK

* Aset Milik Apin Disita

390 view
Polda Sumut Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Judi Online Apin BK
(Foto Dok/Polda Sumut)
PASANG PLANG: Personel Polda Sumut memasang plang di lokasi judi Warung Warna Warni Kompleks Cemara Asri, sebagai bukti penyitaan aset bos judi online Apin BK, Jumat (23/9). 

Medan (SIB)

Polda Sumut menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap kasus judi online milik tersangka Apin BK alias Jonni alias Ap alias ABK yang digerebek bulan lalu di perumahan elit Cemara Asri.


Untuk mendalami dan menelusuri aliran perbankan dalam kasus itu, penyidik akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).


Hal tersebut dikatakan Jabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, SIK, MH, Jumat (23/9).


"Polda Sumut gandeng PPATK menelusuri aliran perbankan kasus judi online milik ABK," sebutnya.


Hadi mengatakan bahwa TPPU itu merupakan suatu perbuatan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang atau harta kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan sah.


Sehingga untuk melacak aliran uang pada kasus judi online terbesar di Sumut itu, penyidik Polda Sumut bekerja sama dengan PPATK. Sebab, lembaga tersebut memiliki tugas untuk mencegah dan memberantas TPPU.


Ia juga menegaskan pihaknya terus mengungkap secara menyeluruh kasus judi online milik Apin BK itu.


Di mana, salah satu rangkaian penyidikan itu dengan menelusuri aliran perbankannya.


"Ini adalah rangkaian penyidikan yang dilakukan berkenaan dengan penerapan Pasal TPPU pada kasus tersebut," kata Hadi.


Hadi menyatakan bahwa sejauh ini penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus judi online tersebut.


Mereka adalah Apin BK alias Jonni selaku pemilik tempat judi tersebut dan anak buahnya Niko Prasetia sebagai pimpinan operator judi online.


Sementara untuk Niko, penyidik telah melimpahkan berkas perkaranya untuk tahap pertama ke kejaksaan, sedangkan bandar judi, Apin BK alias Jonni masih buron.


Polda Sumut disebut sudah berkoordinasi dengan Bareskrim dan Divhubinter untuk mengeluarkan red notice untuk memburunya.


"Kami himbau saudara Apin kembali ke Indonesia dan memepertangjawabkan serta menyelesaikan masalah Hukumnya," tutup Hadi.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com