Polda Sumut Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Judi Online Apin BK

* Aset Milik Apin Disita

442 view
Polda Sumut Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Judi Online Apin BK
(Foto Dok/Polda Sumut)
PASANG PLANG: Personel Polda Sumut memasang plang di lokasi judi Warung Warna Warni Kompleks Cemara Asri, sebagai bukti penyitaan aset bos judi online Apin BK, Jumat (23/9). 

Medan (SIB)

Polda Sumut menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap kasus judi online milik tersangka Apin BK alias Jonni alias Ap alias ABK yang digerebek bulan lalu di perumahan elit Cemara Asri.


Untuk mendalami dan menelusuri aliran perbankan dalam kasus itu, penyidik akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).


Hal tersebut dikatakan Jabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, SIK, MH, Jumat (23/9).


"Polda Sumut gandeng PPATK menelusuri aliran perbankan kasus judi online milik ABK," sebutnya.


Hadi mengatakan bahwa TPPU itu merupakan suatu perbuatan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang atau harta kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan sah.


Sehingga untuk melacak aliran uang pada kasus judi online terbesar di Sumut itu, penyidik Polda Sumut bekerja sama dengan PPATK. Sebab, lembaga tersebut memiliki tugas untuk mencegah dan memberantas TPPU.


Ia juga menegaskan pihaknya terus mengungkap secara menyeluruh kasus judi online milik Apin BK itu.


Di mana, salah satu rangkaian penyidikan itu dengan menelusuri aliran perbankannya.


"Ini adalah rangkaian penyidikan yang dilakukan berkenaan dengan penerapan Pasal TPPU pada kasus tersebut," kata Hadi.


Hadi menyatakan bahwa sejauh ini penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus judi online tersebut.


Mereka adalah Apin BK alias Jonni selaku pemilik tempat judi tersebut dan anak buahnya Niko Prasetia sebagai pimpinan operator judi online.


Sementara untuk Niko, penyidik telah melimpahkan berkas perkaranya untuk tahap pertama ke kejaksaan, sedangkan bandar judi, Apin BK alias Jonni masih buron.


Polda Sumut disebut sudah berkoordinasi dengan Bareskrim dan Divhubinter untuk mengeluarkan red notice untuk memburunya.


"Kami himbau saudara Apin kembali ke Indonesia dan memepertangjawabkan serta menyelesaikan masalah Hukumnya," tutup Hadi.







Sita Aset Apin BK

Polda Sumut memasang plank di lokasi judi Warung Warna Warni, Kompleks Cemara Asri, Jumat (23/9) sore. Plank itu bertuliskan "Aset ini dalam penyitaan Dit Reskrimsus Polda Sumut sesuai surat penetapan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor: 1525/PEN.PID/2022/PN LBP Tanggal 20 September 2022".


Kondisi markas judi online terbesar di Sumut milik Apin BK itu terlihat sudah tidak berpenghuni dan terpasang garis polisi.


Hadi Wahyudi mengatakan penyitaan bagian dari penyelidikan.


"Penyitaan aset milik Apin BK merupakan bagian dari penyidikan yang dilakukan Dit Reskrimsus Polda Sumut. Terhadap Apin BK dikenakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Tindak pencucian uang ini sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," kata juru bicara Polda Sumut tersebut.


Diketahui sebelumnya, Polda Sumut telah menetapkan dua orang tersangka Niko Prasetia (ditahan) dan Apin BK alias Joni selaku pemilik judi online di Kompleks Cemara Asri.


Tetapi tersangka Apin BK terlebih dahulu kabur melarikan diri ke Singapura.


Kemudian Polda Sumut telah mengajukan Red Notice ke Divhubinter Mabes Polri. Red Notice yang diajukan merupakan permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buronan atas suatu tindak kejahatan yang kabur ke luar negeri.


Hadi mengatakan bahwa Interpol akan mengeluarkan Red Notice setelah adanya permintaan dari negara yang bersangkutan.


Selanjutnya petugas segera berkoordinasi dengan interpol National Central Bureau (NCB) untuk Indonesia atau Interpol. (TM/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com