Polda Sumut Tahan 8 Tersangka Kasus Kerangkeng Bupati Langkat


387 view
Polda Sumut Tahan 8 Tersangka Kasus Kerangkeng Bupati Langkat
Foto: Ist/harianSIB.com
8 tersangka kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin resmi ditahan.

Medan (SIB)

Penyidik Ditreskrimum Poldasu menahan 8 dari 9 tersangka kasus kerangkeng maut milik Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Perangin-angin (TRP) di Rumah Tahanan Polda Sumut, Kamis (8/4). Hal itu dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak usai rapat di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Jumat (9/4).


“Kita barusan melakukan rapat koordinasi dengan Kompolnas, Komnas HAM dan LPSK yang dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut. Selanjutnya kita memutuskan, 8 tersangka ditahan selama 20 hari ke depan sejak hari Kamis (8/5), sementara TRP sendiri saat ini ditahan oleh KPK,” katanya.


Dikatakan Kapolda dalam kegiatan yang turut menghadirkan ke-8 tersangka itu, meski telah dilakukan penahanan terhadap para tersangka, penyidik masih terus bekerja untuk merampungkan berkas agar segera dikirim ke JPU.


“Kendati ke 8 tersangka sudah dilakukan penahanan, penyidikan tidak berhenti sampai disini. Kami sangat mengharapkan masukan dari siapapun dan semua informasi akan kita tindaklanjuti dan telusuri secara profesional,” ujarnya.


Diungkapkan, penahanan terhadap ke-8 tersangka dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan. Dengan ditahannya para tersangka, harapnya, para korban dan saksi akan lebih berani memberikan keterangan kasus yang sebenarnya.


Panca menjelaskan, jumlah korban meninggal dalam kasus itu sebanyak 6 orang. Dua di antaranya, sudah diotopsi dengan membongkar kuburannya, sedangkan satu korban lainnya tidak diotopsi karena pihak keluarga tidak bersedia. Sementara tiga korban lainnya masih terus didalami.


“Dari hasil penyelidikan kita bersama Komnas HAM dan LPSK, ada 6 korban meninggal dunia, dua di antaranya sudah di ekshumasi dan satu lagi olah pihak keluarga tidak bersedia untuk diekshumasi, sementara yang tiga orang lagi masih terus didalami,” jelasnya.


Menjawab wartawan, Kapolda mengakui ada keterlibatan 5 anggota Polri dalam kasus tersebut. Namun, akunya, keterlibatan oknum polisi itu hanya sebatas mengetahui. Dijelaskan, ke-8 tersangka tersebut yakni Dewa Perwngin-angin yang merupakan putra dari Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin, inisial HS, IT, RS, RG, JS, DP dan HG.


Diketahui, rapat koordinasi yang dipimpin Kapoldasu itu dihadiri Ketua Kompolnas RI Irjen Pol (purn) Beny Mamoto, Kejatisu Idianto , Wakapoldasu Brigjen Dr Dadang Hartanto, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dan Wakil Ketua bidang hukum Komnas HAM Gatot.


Tanya jawab

Pantauan wartawan sebelumnya, terlihat Dewa Perangin Angin bersama tujuh tersangka lainnya dikeluarkan dari mobil tahanan di Mapolda Sumut. Mereka tampak memakai baju tahanan dan tangannya juga diikat.


Mereka kemudian dibariskan. Kapolda Sumut Irjen Panca Putra lalu menanyakan satu persatu nama serta peran tiap tersangka, termasuk Dewa Perangin Angin. Berikut ini tanya-jawab Irjen Panca dengan Dewa Perangin Angin:


"Bapak siapa namanya?" tanya Panca.

"Dewa Perangin Angin," jawab Dewa

"Umur berapa?" tanya Panca

"23 tahun," jawab Dewa

"Di sana ngapain? Ditahan karena apa?" kata Panca

"Saya ada di lokasi," jawab Dewa

"Yang berkaitan dengan orang meninggal?" tanya Panca.

"Iya," jawab Dewa

"Sama Pak Bupati apa, keluarga?" tanya Panca

"Ayah saya," jawab Dewa. (A16/detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com