Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Didanai Teroris Timur Tengah

* Akan Diedar Malam Tahun Baru

205 view
Foto: Luqman Nurhadi-detikcom
BARANG BUKTI: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (2 kanan) dan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti 201 kilogram sabu yang diamankan di hotel, Jalan KS Tubun, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (22/12) malam.
Jakarta (SIB)
Polda Metro Jaya membongkar jaringan narkoba asal Timur Tengah di Petamburan, Jakarta Pusat. Polisi menduga narkoba tersebut untuk membiayai jaringan teroris. Narkoba seberat 201 kilogram itu dipasok langsung dari Timur Tengah untuk diedarkan di Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari hasil penyelidikan ditemukan hal yang mencengangkan yaitu jaringan narkoba tersebut ternyata berafiliasi dengan teroris di Timur Tengah.

“Indikasinya ini jaringan internasional yang digunakan untuk pembiayaan terorisme yang ada di sana. Saya tegaskan lagi apa ada dugaan di sini dengan jaringan terorisme yang ada di Indonesia? Kita masih dalami dan kembangkan,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/12).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi ke Timur Tengah. Hasil penjualan dari sabu tersebut akan dikirim untuk pembiayaan jaringan teroris. Hal ini didapatkan dari kode yang tertera dalam barang haram tersebut yaitu 555 yang menjadi kode teroris.

JARINGAN INTERNASIONAL
Sabu yang diamankan di hotel di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat itu dikendalikan oleh jaringan narkoba internasional. Indikasinya, terdapat kode '555' yang merupakan kode jaringan Timur Tengah.

"Kode yang sama '555', ini adalah barang memang jaringan internasional dari Timur Tengah. Saya katakan Timur Tengah karena memang kodenya sama," kata Kombes Yusri Yunus.

Yusri menungkap, kode '555' ini memiliki kesamaan dengan jaringan narkoba yang pernah ditangkap oleh tim Satgas Merah Putih dan Ditnarkoba Polda Metro Jaya di Serpong, Tangerang Selatan pada Januari 2020 lalu. "Kalau kita lihat kodenya ini, pasti ingat tanggal 30 Januari 2020 yang lalu kita berhasil mengamankan jaringan di Serpong, ada 1 ditembak mati saat itu di Serpong dekat tol arah Banten," tuturnya.

Kasus ini terungkap setelah Satgas Merah Putih menyelidiki sebuah informasi adanya pengiriman narkoba ke Jakarta.

Salah satu pelaku mengaku, barang tersebut akan dikirim ke sebuah hotel di Petamburan, Jakarta Pusat. Tim kemudian melakukan control delivery terhadap mobil berisi narkoba tersebut. "Kemudian kita ikuti dengan membawa satu orang ke sini dan memang ditunjukkan ke satu orang di sini, di hotel ini," kata Yusri.

AKAN DIEDARKAN
Polisi menduga barang haram itu akan diedarkan untuk perayaan tahun baru.

"Sepertinya iya (diedarkan) untuk (perayaan) tahun baru juga," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat dihubungi, Rabu (23/12).

Mukti menerangkan barang-barang tersebut dikirim melalui jalur laut.

"Jadi sama kaya modus yang lalu. Dia ambil barang itu dari laut," imbuh Mukti.

Dia menambahkan, dari keterangan awal 11 orang yang diamankan, 201 Kg sabu tersebut akan disebar di beberapa wilayah di Pulau Jawa.

"(Diedarkan di) Jakarta dan Jawa Barat ya," ujar Mukti.

Untuk diketahui, polisi berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Total ada 11 orang yang ditangkap polisi dalam kasus ini.

"Jadi totalnya ada 11 orang yang ditangkap. Sepuluh orang sudah diamankan di Polda Metro Jaya dan 1 orang ditangkap di sini, di hotel ini," kata Kabid Humas Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (22/12) malam.

Di lokasi tersebut, polisi kemudian menangkap pelaku. Polisi kemudian menggeledah mobil yang dibawa pelaku dan ditemukan sejumlah sabu di dalamnya.

"Ada 196 bungkus kurang lebih beratnya 201 Kg sabu," tutur Yusri.

Saat ini polisi telah mengamankan barang bukti dan para pelaku. Ke-11 pelaku saat ini diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya. (detikcom/Okz/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com