Polisi Tembak Mati Penyerang Mabes Polri

* Pengamanan Istana Negara Dilakukan Berlapis

311 view
Foto Tempo
TODONGKAN : Tangkapan layar rekaman CCTV menunjukkan sesosok perempuan yang diduga teroris memasuki kompleks Mabes Polri di Jakarta, Rabu (31/3). Sosok itu juga terlihat mengangkat tangan dan menodongkan sesuatu ke arah petugas.
Jakarta (SIB)
Seorang perempuan menyerang Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/3) siang. Perempuan yang membawa senjata api itu pun tewas ditembak polisi.

Berdasarkan video yang diterima, perempuan tersebut mengenakan pakaian serba hitam. Dia juga terlihat mengenakan jilbab berwarna biru dan bercadar hitam.

Perempuan itu tampak santai berjalan di halaman gedung utama Mabes Polri. Perempuan tak dikenal itu membawa sebuah map warna kuning.

Seorang petugas polisi tampak duduk di sebuah kursi di depan gedung pos jaga yang tak jauh dari tempat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkantor. Petugas tersebut duduk membelakangi si perempuan.

Petugas itu kemudian tampak berdiri dan menuju ke dalam gedung pos jaga. Perempuan tak dikenal itu pun berjalan mendekat.

Mulanya, dia tampak berbelok ke kanan di samping gedung. Namun perempuan itu kemudian mengikuti petugas yang masuk ke gedung pos jaga.

Sejurus kemudian, perempuan itu terlihat langsung menodongkan senjata api kepada petugas yang berada di dalam. Tiga petugas yang keluar untuk mengecek juga ditodong.

Perempuan penyerang tersebut tampak tak menggunakan pelindung diri apa pun. Namun dia terlihat nekat untuk terus menodongkan senjata. Tak diketahui apakah senjata tersebut ditembakkan atau tidak.

Perempuan itu pun kemudian terlihat berjalan menuju halaman sembari tetap menodongkan pistol. Tak lama kemudian, polisi langsung menembak perempuan itu. Asap tampak muncul di sekitarnya. Perempuan itu pun terlihat langsung tergeletak.

Kini, situasi di Mabes Polri dipastikan sudah aman. Kapolri mengungkapkan, olah TKP saat ini juga tengah digelar.

"Aman, sementara kami olah TKP untuk supaya lebih jelas," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Lone Wolf
Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan fakta-fakta terkait penyerangan tersebut. Pelaku bernama Zakiah Aini disebut beraksi sendiri atau lone wolf.

"Dari hasil profiling yang bersangkutan, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS," kata Jenderal Sigit.

Hal itu dibuktikan lewat posting-an Zakiah Aini di media sosial. Tak sampai sehari sebelum penyerangan, dia mengunggah gambar di akun Instagram miliknya.

"Yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu, di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad," paparnya.

Zakiah Aini merupakan warga Ciracas, Jakarta Timur, berusia 25 tahun. Dia pernah kuliah namun drop out di semester V.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan, Zakiah menyerang polisi yang berjaga dengan menembakkan 6 kali tembakan.

"Penembakan sebanyak 6 kali. Dua kali ke anggota di pos, dua kali di luar dan menembak lagi ke anggota yang ada di belakangnya," ujarnya.

Mendengar suara tembakan tersebut, polisi yang berada di Mabes Polri langsung melakukan tindakan tegas ke ZA. ZA pun berhasil dilumpuhkan.

Tinggalkan Surat Wasiat
Zakiah Aini, pelaku penyerangan di Mabes Polri, meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat wasiat itu, Zakiah Aini meminta maaf telah mengambil keputusan yang menurutnya adalah 'jalan rasul'.

"Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat," demikian tulisan Zakiah pada dua lembar surat wasiat yang diterima, Rabu (29/3).

Selain itu, Zakiah juga meminta keluarganya untuk berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank itu riba dan tidak diridhoi Allah.

"Pesan Zakiah untuk Mama dan keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi Allah. Pesan berikutnya agar Mama berhenti bekerja menjadi Dawis yang membantu kepentingan pemerintah thogut," katanya.

Zakiah Aini juga menyinggung soal Ahok. Ia juga meminta keluarganya untuk tidak ikut dalam pemilu.

Digaris Polisi
Pantauan wartawan, rumah Zakiah di kawasan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim), dipasangi police line sekitar pukul 19.50 WIB. Untuk warga tidak berkepentingan dilarang masuk.

Polisi sudah bersiaga di sekitar kediaman Zakiah. Aparat yang berjaga membawa senjata laras panjang. Rompi antipeluru pun dipakai. Beberapa polisi memakai helm.

Pintu depan rumah Zakiah terbuka. Ada personel di dalam rumah. Tampak polisi sedang menginterogasi keluarga Zakiah.

Belum diketahui apakah ada orang yang diamankan dari kediaman Zakiah Perempuan muda ini dikenal tetangga sebagai pribadi tertutup.

Kesaksian soal karakter Zakiah disampaikan oleh tetangganya.

"Anaknya itu kurang atau nggak pernah bergaul, di dalam rumah terus. Tertutup," kata tetangga sebelah rumah Zakia, Bambang Sumarjono (47), di lokasi.

Bambang membuka warung di lingkungan ini. Dia mengatakan Zakia tidak pernah membeli sesuatu dari warungnya. Meski begitu, Zakia bukan orang baru di lingkungan ini.

"Wah, dari kecil (tinggal di lingkungan ini)," kata Bambang.

Meski Zakia kurang bergaul dengan masyarakat, keluarga Zakia berkomunikasi seperti biasa dengan masyarakat sekitar. Zakia sendiri dikatakannya merupakan anak bungsu.

Berlapis
Terkait penyerangan Mabes Polri, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun bersiaga mengamankan Istana Negara.

"Dua puluh empat jam Paspampres siaga. Tidak pernah menganggap situasi aman," kata Danpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto kepada wartawan.

Agus menegaskan Paspampres selalu bersiaga penuh setiap hari. Pengamanan berlapis pun disiapkan untuk mengamankan Istana Negara.

"Personel, senjata, K9, kendaraan, panser, melaksanakan pengamanan berlapis. Antisipasi ancaman yang timbul," katanya.

Sementara itu, rumah dinas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga dijaga ketat. Pengamanan itu sesuai protokol kepolisian.

"Pengamanan dilakukan sesuai dengan protokol kepolisian," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Sri Widodo di sekitar Mabes Polri.

Widodo mengatakan pengamanan di dalam kediaman maupun pengamanan arus lalu lintas di depan kediaman Kapolri. Rumah kediaman Kapolri berada sekitar 1 kilometer dari gedung Bareskrim Mabes Polri.

Sementara itu, pantauan di depan gedung Bareskrim, pengamanan terus diperketat di tengah hujan cukup deras.

Sejumlah personel dari tim Gegana Korps Brimob Polri, Inafis, hingga ambulans polisi telah memasuki kompleks gedung Bareskrim Polri.

Perbakin Bantah
Terkait Zakiah Aini diketahui memiliki kartu Persatuan Berburu dan menembak Seluruh Indonesia (Perbakin), pihak Perbakin memastikan bahwa Zakiah Aini bukan anggota Perbakin.

"Enggak ada nama itu, dia bukan anggota Perbakin," ujar Sekjen Perbakin Firtian Yudit Swandarta saat dihubungi.

Pria yang akrab disapa Yudi ini mengatakan bahwa Zakiah Aini hanya memiliki kartu anggota Basis Shooting Club. Tetapi bukan berarti Zakiah Aini adalah anggota Perbakin.

"Dia hanya punya kartu aja, itu kartu klub, dia Basis Shooting Club kan. Kalau KTA Perbakin itu tulisannya enggak ada 'shooting club', langsung 'PB Perbakin'," jelasnya.

"Di baliknya itu harus ada tanda tangan saya, ini enggak ada, di situ 'Adit' siapa itu yang tanda tangan," sambungnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Perbakin Bambang Soesatyo juga menegaskan bahwa Zakiah Aini bukan anggota Perbakin. Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, mengatakan Zakiah Aini adalah anggota klub menembak airsoft gun.

"Setelah saya cek di database Perbakin yang bersangkutan tidak terdaftar. Dia bukan anggota Perbakin. KTA-nya keanggotaan Club nembak airsoft gun," ujar Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, untuk menjadi anggota Perbakin, seseorang harus ikut penataran dan tes keahlian. Bamsoet kemudian memberi contoh kode spesifikasi jenis keanggotaan dalam Perbakin, yakni TS (Tembak Sasaran), TR (Tembak Reaksi), dan B (Berburu).

"Ini contoh kartu Perbakin yang benar. Untuk menjadi anggota Perbakin harus ikut penataran dan tes keahlian," ungkap Bamsoet. (detikcom/merdeka/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com