Kekerasan Terhadap Wartawan Terulang

Politisi PDIP Minta Gubernur Copot ASN yang Menolak Keberadaan Pers


239 view
Politisi PDIP Minta Gubernur Copot ASN yang Menolak Keberadaan Pers
Foto: Sinar Indonesia Baru
 Ilustrasi pers.
Medan (SIB)
Politisi PDI Perjuangan Sumut Sutrisno Pangaribuan kaget setelah mengetahui seorang pegawai dan satpam Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Muhammad Ildrem Medan bertindak arogan terhadap wartawan usai melakukan peliputan vaksinasi Covid-19 terhadap orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diminta menugaskan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut segera memanggil dan memeriksa oknum ASN berinisial WK atas tindakan intimidasi yang dilakukannya terhadap para wartawan yang melakukan tugas jurnalistik di RSJ M Ildrem Medan.

"Perlu dilakukan pembinaan dengan mencopot dari jabatan dan pemindahan ke unit kerja lain. Oknum ASN tersebut mungkin jenuh kerja di RSJ M Ildrem. Memindahkan ke unit kerja lain ke tempat yang kaya akan lokasi wisata seperti Kepulauan Nias atau Kabupaten Mandailingnatal," ketus Sutrisno seperti dilansir dari harianSIB.com, Rabu (30/6).

Gubernur juga diminta memanggil Direktur RSJ Prof M Ildrem untuk menjelaskan tindakan intimidasi yang terjadi di lingkungan RSJ M Ildrem yang dilakukan oknum ASN dan oknum tenaga keamanan.

Sisi lain, perusahaan mitra penyedia jasa keamanan perlu menarik oknum tenaga pengamanan, RT dari RSJ M Ildrem. "Tenaga pengamanan bergaya preman tidak layak bekerja di RSJ Prof Ildrem," tegasnya.

Gubernur Sumut juga diminta untuk peka terhadap kelakuan anak buahnya. “Pers itu pilar demokrasi yang keberadaannya dijamin dan dilindungi UU, maka gubernur harus memberi jaminan terhadap kehidupan pers yang baik. Kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang bertujuan menghambat kebebasan pers ternyata tidak hanya dilakukan secara tertutup.

Kekerasan dilakukan secara terbuka, bahkan oleh oknum ASN yang pakaian seragam dan gajinya dibayar oleh rakyat,” katanya.

Oleh karena itu, gubernur diminta proaktif melakukan pembinaan bagi seluruh ASN agar memahami dan menerima keberadaan pers yang sehat.

Sebelumnya diberitakan, seorang pegawai RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem Medan, Jalan Tali Air, Kecamatan Medan Tuntungan, bertindak arogan dan hendak merampas peralatan wartawan usai melakukan peliputan vaksinasi Covid-19 terhadap orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Mirisnya, pegawai tersebut menuding bahwa para wartawan tak ada izin meliput. Rizky menjadi salah satu wartawan yang mendapatkan perlakukan tidak mengenakkan.

Di lokasi kejadian itu, ada juga wartawan dari televisi, surat kabar (koran) dan media online lainnya. "Iya tadi handphone serta kamera saya mau dirampas dan mau mengajak berkelahi," kata Rizky seperti dilansir dari harianSIB.com, Selasa (29/6).

Ia menjelaskan dirinya dan teman seprofesi baru saja melakukan liputan vaksinasi terhadap ODGJ RSJ M Ildrem. "Jadi itu kami justru sudah siap meliput proses vaksinasi. Nah, jadi kami nunggu di depan RSJ M Ildrem. Tiba-tiba ada tadi pegawai bernama Wahyu Kaban yang menanyai kami," ujarnya. (R8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:Pers
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com