Polri: 13 Teroris di Riau Sembunyikan DPO, Termasuk Pemimpin JI


169 view
Polri: 13 Teroris di Riau Sembunyikan DPO, Termasuk Pemimpin JI
(dok. Divisi Humas Polri)
Brigjen Rusdi Hartono
Jakarta (SIB)
Polri mengungkap 13 terdugateroris yang ditangkap di Riau untuk menyembunyikan para DPO kasus terorisme, khususnya anggota Jamaah Islamiyah(JI). Selain itu, belasan terduga teroris ini juga disebut telah melakukan latihan penggunaansenjata api maupun tajam untuk melindungi diri dan kelompoknya.

“Kelompok ini berperan melakukan atau membantu menyembunyikan apabila ada DPO kepolisian yang menyangkutJamaah Islamiyah ketika bergerak ke Riau. Kelompok inilah yang menyembunyikan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di Mabes Polri, Selasa (15/6).

“Jadi 13 orang ini bertugas nyembunyiin DPO Densus 88, khususnya dari kelompok JI itu mengamankan diri di Riau,” tegas Rusdi.

Rusdi mengatakan salah satu DPO kasus terorisme yang pernah disembunyikan 13 orang itu adalah Para Wijayanto, pemimpinJI. Para Wijayanto sendirisudah ditangkap pada 2019 lalu oleh Densus 88 Antiteror.

“Dari beberapa bulan lalu, Para Wijayanto itu sempat lari sembunyi beberapa lama, salah satunya di Riau. Bila sembunyi di Riau, pasti diamankan oleh kelompok itu salah satunya,” tuturnya.

“Ada DPO-DPO lain yang tentunya melakukan hal yang sama ketika ngamanin diri ke Riau, kelompok ini yang akan back up daripada kegiatan-kegiatan pengamanan,” lanjut Rusdi.

Rusdi menuturkan kelompok ini sudah ada sebelum Para Wijayanto ditangkap. Densus 88 Antiteror masih terus mendalami apa saja kegiatan 13 terduga teroris tersebut selama ini.

“(Mereka beraksi) sudah lama. Kalau kita cermati kasus Para Wijayanto kan di akhir 2020 sejak Desember. Jadi aktivitasmereka sejak Desember 2020 ke belakang sudah ada kegiatan-kegiatan. Densus terus dalami aktivitas JI dari hasil pendalaman Densus mengarah ke kelompok 13 orang di Riau,” terang Rusdi.

“Kemudian daripada itu, kelompokini juga telah melakukan kegiatan-kegiatan, antara lain pelatihan daripada pengunaan senjata, baik latihan penggunaansenjata tajam, maupun penggunaan senjata api. Ini untuk kelompok yang di Riau,” imbuh dia.

Sementara itu, Rusdi membantahkabar Densus 88 melakukansalah tangkap dalam kegiatan di Riau. Rusdi menyebut Densus 88 sudah mengantongi bukti yang cukup sebelum bertindak.

“Nggak ada (salah tangkap). Dipastikan 13 yang ditangkap didasari bukti-bukti kuat yang dimiliki Densus sehingga dilakukanpenangkapan. Proses masih berjalan,” tutup Rusdi.

Diketahui, Densus 88 menangkap 13 terduga teroris di Riau. Mereka diduga berasal dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

“(Diduga) jaringan teroris JI,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui pesan singkat, Selasa (15/6). (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com