Kabur ke LN

Polri Ajukan Red Notice Buru Bos KSP Indosurya Suwito Ayub

* Gedung Senilai Rp1,2 Triliun Disita

361 view
Polri Ajukan Red Notice Buru Bos KSP Indosurya Suwito Ayub
(Foto: Dok/Detikcom)
DISITA: Terlihat plang dengan tulisan “Disita” di depan gedung Indosurya milik para tersangka HS, JI, dan Suwito Ayub (inzet kanan atas) yang disita Bareskrim di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/3) dari Bareskrim Polri.

Jakarta (SIB)

Tersangka kasus penipuan-penggelapan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, Suwito Ayub, diduga kabur ke luar negeri. Bareskrim Polri mengajukan red notice ke Interpol untuk memburu Suwito.


"Terkait dengan pencarian tersangka Suwito Ayub, di sini kami sudah meminta Interpol menerbitkan red notice," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat konferensi pers, Kamis (10/3).


Whisnu enggan menjelaskan dugaan sementara soal keberadaan Suwito. Dia menyebut saat ini polisi sedang bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aset milik Suwito.


"Nanti dari sana, sesuai sistem yang ada, nanti kita sebar. Yang pasti masih di luar negeri. Saya juga meminta bantuan PPATK terkait dengan aset-aset yang ada di luar negeri," papar Whisnu.


Paspor Palsu

Sebelumnya, Dirtipideksus Bareskrim Polri menduga Suwito Ayub melarikan diri ke luar negeri dengan menggunakan paspor palsu.


"Dengan menggunakan identitas yang berbeda dengan data di Polri dan diduga menggunakan paspor palsu," ujar Brigjen Whisnu, Jumat (4/3).


Whisnu menyebut Suwito Ayub dilaporkan sempat melintas ke Singapura dari Indonesia. Perjalanan itu dilakukan Suwito Ayub pada November 2021.


"Kami sedang menelusuri dan sementara saat ini didapatkan informasi bahwa Tersangka Ayub melintas ke Singapura pada akhir November 2021," ungkapnya.


Sebagai informasi, Bareskrim telah menahan dua orang petinggi KSP Indosurya berinisial HS dan JI, yang menjadi tersangka dalam kasus penipuan ini. Sedangkan satu orang petinggi KSP Indosurya lainnya, yakni Suwito Ayub, masih diburu.


"Untuk itu, kami memanggil dua tersangka lainnya atas nama Saudara HS dan Saudari JI untuk dimintai keterangan dan melakukan proses penangkapan-penahanan karena dikhawatirkan akan melarikan diri seperti Saudara Suwito Ayub," katanya, Selasa (1/3).


Sita

Dittipideksus Bareskrim Polri juga menyita sejumlah aset milik para tersangka HS, JI, dan Suwito Ayub dalam kasus KSP Indosurya. Salah satu aset yang disita adalah gedung Indosurya yang berada di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat (Jakpus).


"Kami sudah meminta izin khusus penetapan pengadilan Jakarta Pusat dan telah diberikan ketetapan berupa 13 aset yang ada di Jakarta Utara dengan total di antaranya gedung ini kita sita dengan total diperkirakan Rp 1,2 triliun," kata Whisnu.


Dalam kesempatan yang sama, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko menyebut ada 13 aset yang disita Bareskrim. Pihaknya kini sedang menunggu penetapan penyitaan dari pengadilan dengan total jumlah aset sekitar Rp 261 miliar.


"Penyidik sudah melakukan penyitaan, antara lain ada 13 aset, kemudian ada juga dana atau uang di rekening BCA, kemudian juga ada penyitaan 47 mobil. Kemudian juga penyidik masih menunggu izin khusus penyitaan dari pengadilan antara lain pengadilan Tangerang, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Cibinong, Bekasi, dan Bogor dengan total Rp 261.925.822.182," papar Gatot. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com