Polri Bongkar Penyusupan Judi Online di Situs Pemerintah


114 view
Polri Bongkar Penyusupan Judi Online di Situs Pemerintah
Rakha/detikcom
Jumpa Pers Dittipidsiber Bareskrim Polri
Jakarta (SIB)
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar kasus penyusupan situs judi online di situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan. Total ada 19 orang yang diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya benar, kami melakukan penangkapan tersebut semalam. Itu merupakan rangkaian dari serangkaian kegiatan yang kami lakukan sejak satu pekan yang lalu," kata Dirsiber Bareskrim Brigjen Asep Edi Suheri, Rabu (13/10).

Polri menggelar jumpa pers pengungkapan kasus ini di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (13/10). Hadir di antaranya Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dan Wadirtipidsiber Kombes Himawan Bayu Aji.

Argo menyatakan pengungkapan kasus ini berawal dari adanya pemberitaan di media online pada Agustus 2021 bahwa sejumlah situs pemerintah disusupi situs judi online. Selain itu, ada informasi yang sama yang masuk ke Siber Bareskrim.

Dari situ, Dirsiber Brigjen Asep kemudian membentuk tim untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, Dittipidsiber Bareskrim mengungkap sindikat di balik kasus ini. Total ada 19 orang yang ditangkap di lokasi yang berbeda.

"Ada 17 laki-laki dan 2 perempuan tersangkanya. Ini ada kaitan semua," kata Argo.

Argo menyebut, tersangka pertama berinisial ATR ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah. Sosok kelahiran 1993 ini berperan sebagai marketing jasa SEO judi online.

Dari situ, penyidik melakukan pengembangan dan meringkus 2 tersangka lainnya di Bondowoso, yakni AN dan HS.

AN pria kelahiran 1991 ini berperan untuk menyiapkan akses ilegal. dari rumahnya diamankan sejumlah barang bukti mulai dari HP, STNK dan BPKB mobil Brio hingga sertifikat tanah yang dia dapat dari pekerjaannya tersebut. Sementara HS merupakan ibu rumah tangga kelahiran 1991.

"Perannya mengakses situs-situs pemerintah untuk menempatkan artikel yang berisikan link judi online dari tersangka ATR tadi," jelas Argo terkait peran HS.

Setelah itu, penyidik menangkap satu tersangka lagi di wilayah Malang, Jawa Timur, berinisial NFR. Dia berperan mengakses sistem admin situs pemerintah yang kemudian dia jual kepada tersangka AN.

"Jadi keempat tersangka kenal. Kerjanya saling ada hubungan simbiosis mutualisme, saling mendukung keempat orang ini, antara satu dengan yang lain," jelas Argo.

Dari keempat tersangka tersebut, Dittipidsiber Bareskrim Polri kemudian menelusuri siapa yang menggunakan jasa mereka. Dari situ didapatkan, jasa mereka ternyata digunakan oleh penyelenggara judi di Meruya, Jakarta Barat.

"Di Meruya ini kita menemukan penyelenggara judinya, yaitu kita menangkap 14 tersangka laki-laki dan 1 perempuan," ucap Argo. Penyelenggara judi di Meruya ini memanfaatkan jasa keempat tersangka yang disebut di awal tadi untuk menyusupkan situs-situs judi ke website resmi pemerintah dan lembaga pendidikan agar masyarakat tertarik mengakses.

Dari penyelenggara judi di Meruya, Jakarta Barat ini polisi menyita sejumlah laptop dan CPU dan PC, puluhan HP hingga belasan token bank swasta. Penyidik masih mendalami kasus ini untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ilegal ini dilakukan.

"Tentunya ini masih kita kembangkan," ujarnya.

Motif
Argo juga mengungkap motif dari para tersangka penyelenggara judi ini menyusupkan situs judi online di website resmi pemerintah dan lembaga pendidikan. Harapan mereka, masyarakat akan banyak melihat situs judi tersebut dan tertarik untuk ikut bermain.

"Kenapa orang-orang ini menggunakan situs pemerintah karena untuk iklan ya, untuk iklan ini dia membutuhkan rating. Rating ini kalau naik, algoritmanya dia akan tinggi. Kalau naik rating-nya, kan akan mudah dibaca oleh orang. Ini tujuannya kenapa menggunakan situs-situs pemerintah," jelas Argo.

"Karena kalau dia sendiri itu akan berapa tahun nanti dia akan rating-nya naik? Jadi dia memanfaatkan daripada link-link atau akun-akun dari pemerintah. Kalau dia menggunakan itu, akan naik rating-nya," sambung Argo. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com