Polri Evaluasi Piala Menpora, Ulah Suporter Pascafinal Jadi Masalah


131 view
Tribrata TV
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto
Jakarta (SIB)
Polri menyebut, pelaksanaan Piala Menpora telah dapat berjalan dengan bagus. Namun ulah suporter yang menimbulkan kerumunan hingga keributan pascafinal turnamen pra musim itu akan dievaluasi.

"Saya sedang rapat sama Menpora bahas evaluasi sepak bola. Pelaksanaan (Piala Menpora) sudah bagus," kata Asops Kapolri, Irjen Imam Sugianto, kepada wartawan, Selasa (27/4).

Imam menyayangkan suporter yang sempat berulah usai final Piala Menpora. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengevaluasi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar suporter bisa patuh terhadap ketentuan yang sudah ada, mengingat pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

"Iya (suporter masih jadi masalah). Kita evaluasi bagaimana mengelola masyarakat suporter supaya benar-benar patuh dengan ketentuan yang sudah dibuat. Patuh protokol kesehatan sehingga semua bisa terlaksana dengan baik," ucapnya.

Imam belum bisa memastikan apakah gelaran turnamen Liga 1 dan Liga 2 bisa berlanjut atau tidak. Dia memastikan hal tersebut masih dalam pembahasan.

"(Bisa dilanjutkan atau tidak) masih dibahas ya," ujar Imam.

Izin Liga 1
Terkait hal itu diadakan pertemuan PSSI dengan perwakilan Polri dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Piala Menpora 2021 di Kantor Kemenpora dan menjadi cikal bakal untuk diterbitkannya izin Liga 1 2021.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan telah bertemu dengan Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Irjen Pol. Imam Sugianto dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Piala Menpora 2021 di Kantor Kemenpora, Selasa (27/4).

Dalam pertemuan yang diinisiasi Menpora Zainudin Amali tersebut juga hadir Direktur Utama dan Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru, Satgas Covid-19 serta Direktur Olahraga Persija Jakarta.

"Terkait kejadian di Bundaran HI itu bisa jadi pertimbangan kami dalam penyelenggaraan berikutnya. Salah satunya rekomendasi dari Satgas Covid-19 itu bisa jadi untuk izin even-event selanjutnya," kata Imam di Kantor Kemenpora, Selasa (27/4).

Terkait kejadian di Jakarta dan Bandung, Imam menyebut akan menjadi kajian pihak kepolisian untuk perizinan Liga 1.
Panggil

Kasus kerumunan massa Jakmania di Bundaran HI, Jakarta Pusat, terus diusut polisi. Penyidik telah menjadwalkan pemanggilan kepada Ketum Jakmania dan Presiden Persija Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pemanggilan keduanya akan berlangsung pada Rabu (28/4) mulai pukul 10.00 WIB. Keduanya masih dipanggil dengan status sebagai saksi.

"Hari Rabu nanti Ketua Jakmania akan kita panggil, kita jadwalkan besok hadir. Kemudian satu lagi Presiden Persija kita undang untuk klarifikasi besok pagi bisa hadir ke Krimum Polda Metro Jaya," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/4).

Selain itu, Yusri mengatakan kemarin pun sudah ada 4 orang yang telah diperiksa polisi terkait kerumunan Jakmania di Bundaran HI. Namun hingga kini dia belum memerinci identitas 4 orang tersebut berasal dari pihak mana saja.

Dia menyebut, dari pemeriksaan 4 saksi awal ini diharapkan bisa mengerucut kepada orang yang diduga sebagai otak intelektual yang menghasut sehingga terjadinya kerumunan Jakmania di HI tersebut.

Minta Maaf
Sementara itu, Pengurus pusat Jakmania meminta maaf atas peristiwa tersebut.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diunggah dalam akun instagram @infokomjakmania. Pernyataan itu diunggah Senin (26/4).

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi apabila perayaan juara yang dilakukan oleh teman-teman The Jakmania menimbulkan keresahan. Tidak ada niat sedikitpun dari kami selaku pengurus pusat The Jakmania untuk menginstruksikan anggota melakukan konvoi atau perayaan apapun yang berlebihan apalagi sampai melanggar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," demikian pernyataan tertulis pengurus pusat The Jakmania.

Pengurus Jakmania mengaku telah mengkampanyekan gerakan #nontondirumah kepada para suporter Persija itu. Pengurus Pusat Jakmania juga memberikan imbauan melalui koordinator wilayah agar tidak ada selebrasi.

Pengurus Jakmania mengatakan peristiwa euforia yang terjadi itu merupakan bentuk spontanitas pendukung karena sudah lama Jakarta dalam keadaan tanpa sepakbola. Meski begitu, Jakmania menegaskan jumlah pendukung yang melakukan perayaan itu sangat sedikit jumlahnya dibandingkan dengan seluruh pendukung yang ada. (detikcom/CNNI/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com