Polri Ungkap Penyelundupan Ekspor 121 Ton Minyak Goreng ke Timor Leste

* Kapolri Tegaskan Polri Terus Lakukan Pengawasan

295 view
Polri Ungkap Penyelundupan Ekspor 121 Ton Minyak Goreng ke Timor Leste
(Foto Ant/Moch Asim)
KASUS MINYAK GORENG: Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto (tengah), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta (kedua kiri) serta Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono (kiri) menyaksikan barang bukti minyak goreng saat pengungkapan kasus ekspor ilegal minyak goreng di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/5). Dalam kasus tersebut petugas gabungan dari Polri dan bea cukai mengamankan barang bukti berupa delapan unit kontainer berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng yang akan dikirim ke Dili, Timor Leste. 

Jakarta (SIB)

Polri mengungkap kasus penyelundupan ekspor 121,985 ton minyak goreng yang dimuat dalam 8 kontainer. Minyak goreng ini rencananya akan diekspor ke Dili, Timor Leste.


Informasi tersebut diungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta seperti tertulis dalam rilis resmi yang diterima, Kamis (12/5). Ada 2 orang tersangka yang dijerat dalam kasus ini.


Irjen Nico menjelaskan, pengungkapan kasus besar ini bermula dari adanya informasi masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Diduga ada pihak yang melakukan pelanggaran terkait kebijakan yang dikeluarkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) soal larangan ekspor minyak goreng hingga crude palm oil (CPO).


"Dari laporan masyarakat tersebut terdapat tiga kontainer yang diduga berisi minyak goreng yang akan diekspor ke Dili, negara Timor Leste," kata Nico.


Nico mengatakan, atas perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pihaknya pun melakukan pengecekan mendalam.


Setelah menemukan tiga kontainer berisi minyak goreng itu, tim gabungan terdiri atas Satgas Pangan Pusat, Satgas Pangan Daerah dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan didampingi oleh Tim dari Bea-Cukai dan Ditjen PKTN serta Ditjen Daglu Kemendag RI pada 11 Mei 2022 menemukan kontainer lainnya yang berisi minyak goreng.


Ada dua orang pelaku ekspor minyak goreng yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni E (44) dan R (60). R adalah pemilik minyak goreng tersebut. R membeli minyak goreng tersebut dari suatu tempat, kemudian meminta bantuan E untuk mengurus dokumennya.


Para tersangka juga mencoba mengelabui petugas dengan memalsukan dokumen kelengkapan ekspor kontainer yang ternyata berisi minyak goreng tersebut ke Timor Leste.


Berdasarkan fakta-fakta di atas, para tersangka dipersangkakan melanggar:

Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.


Dari hasil pengungkapan kasus itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 8 kontainer, 121,985 ton minyak goreng berbagai merek, hingga 1 bundel dokumen ekspor.


Terus Lakukan Pengawasan

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Kepolisian masih terus melakukan pengawasan terkait dengan implementasi kebijakan yang dikeluarkan Presiden Indonesia Jokowi soal larangan ekspor minyak goreng dan juga CPO.


Sigit menyatakan, jajaran kepolisian terus melakukan pemantauan ke pihak produsen maupun pasar terkait kebijakan tersebut. Ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok nasional serta pengendalian harga minyak goreng jenis curah.


"Polri akan terus melakukan pengawasan dan pengecekan di lapangan terhadap proses realisasi produksi dan distribusi minyak goreng curah oleh perusahaan. Serta akan memonitor pelaksanaan kebijakan larangan ekspor sebagaimana perintah Bapak Presiden," kata Sigit dalam keterangan kepada wartawan, Jakarta, Kamis (12/5).


"Dengan pengawasan langsung dan terus-menerus dari aparat Kepolisian di lapangan, diharapkan implementasi kebijakan Pak Presiden tersebut, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap minyak goreng dengan harga penjualan yang diharapkan," sambung mantan Kabareskrim Polri itu.


Sigit menegaskan agar seluruh produsen hingga distributor benar-benar menerapkan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Presiden Jokowi demi kepentingan masyarakat Indonesia.


Mantan Kapolda Banten ini menekankan, pihak Kepolisian tidak akan segan melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang tidak menghormati maupun menjalankan keputusan dari Pemerintah Indonesia terkait minyak goreng.


"Polri fokus mengawasi, dan kami tidak akan ragu menindak tegas kepada seluruh pihak yang terindikasi mencoba melakukan pelanggaran kebijakan larangan ekspor minyak goreng ini. Semua ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan dari masyarakat Indonesia," ucap Sigit. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com