Presiden Korsel Bertemu Mega dan Puan, Antusias Dengar Kisah Bung Karno


280 view
Presiden Korsel Bertemu Mega dan Puan, Antusias Dengar Kisah Bung Karno
Foto: Ist/harianSIB.com
Megawati dan Puan Maharani bertemu Presiden Korsel 

Seoul (SIB)

Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. Presiden Korsel diceritakan antusias mendengar kisah Sukarno.


Puan dan Megawati diterima Presiden Yoon Suk-yeol di Istana Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House di Seoul, Kamis (10/11). Megawati merupakan salah satu tokoh yang diundang saat pelantikan Yoon Suk-yeol sebagai Presiden Korea Selatan bulan Mei lalu.


"Annyeonghaseyo, terima kasih atas sambutan hangat Bapak Presiden Yoon Suk-yeol, yang telah menerima kunjungan saya di Seoul," kata Puan dalam pertemuan.


Puan menyampaikan belasungkawanya atas tragedi Itaewon yang menewaskan 156 orang. Sebelum bertemu dengan Presiden Yoon, Puan mengunjungi lokasi tragedi Itaewon untuk memberi penghormatan kepada korban dengan memanjatkan doa dan meletakkan bunga.


"Saya berharap pertemuan ini dapat menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk memperkuat kerja sama Indonesia dengan Republik Korea," ujarnya.


Menurut Puan, hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan yang sudah terjalin sejak 1973 harus makin ditingkatkan.


Hubungan bilateral kedua negara telah memasuki babak baru sejak November 2017, melalui Joint Vision Statement for Co-Prosperity and Peace, di mana kedua pemimpin negara sepakat meningkatkan status kemitraan menjadi special strategic partnership.


"Kerja sama antarparlemen Indonesia dan Korea Selatan juga perlu terus dikembangkan agar tidak tertinggal dari yang dilakukan pemerintah dan pihak swasta. Hubungan kedua negara akan semakin solid jika terdapat hubungan erat antarparlemen kedua negara," ujar Puan.


Lebih lanjut, Puan mendorong Indonesia dan Korea Selatan terus memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan global, khususnya dalam isu perdamaian, tingginya inflasi, tingginya harga energi dan pangan, perubahan iklim, mengatasi pandemi, dan lain-lain.


"Saya juga mengapresiasi pada awal Covid-19 pemerintah dan rakyat Korea Selatan telah membantu Indonesia berupa obat-obatan, hingga peralatan medis," kata Puan.


Puan mendorong pengembangan people-to-people contact untuk mendukung kerja sama kedua negara yang lebih kokoh.


"Saya berharap pemerintah Korea dapat memberikan kemudahan visa masuk bagi WNI yang akan berkunjung ke Korea. Tingginya intensitas hubungan kedua negara menyebabkan banyaknya kunjungan WNI ke Korea," ujar Puan.


Pertemuan tersebut juga membahas soal hubungan ekonomi, pertahanan, hingga pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan. Puan mengapresiasi peningkatan tren perdagangan kedua negara di tahun 2021 yang mencapai USD 18 miliar di mana investasi Korea di Indonesia juga tumbuh dua kali lipat.


Puan berharap nilai perdagangan dan investasi Korea Selatan di Indonesia pada 2022 akan tumbuh lebih besar yang ditunjang oleh tingginya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 lalu sebesar 5,72%. Untuk itu, Puan mendorong implementasi konkret dari IK-CEPA agar dapat menciptakan kesejahteraan rakyat kedua negara.


Investasi Korea dalam pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang akan menyerap banyak tenaga kerja turut dibahas dalam pertemuan. Puan juga menyinggung investasi strategis industri mobil listrik dan baterai.


"Saya harapkan kerja sama bidang mobil listrik akan berkontribusi untuk penanganan perubahan iklim. Ke depan diharapkan dapat dilakukan kerja sama riset dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik tersebut," ujar Puan.


Mantan Menko PMK ini menambahkan Indonesia dan Korea Selatan perlu juga menjajaki lebih banyak kerja sama pendidikan. Apalagi, menurut Puan, jumlah pelajar Indonesia di Korea Selatan yang baru hanya 2.000 orang masih kecil dibanding pelajar negara Asia lain di negeri ginseng tersebut.


Puan juga meminta Presiden Yoon memberikan perhatian lebih terhadap sekitar 39 ribu warga Indonesia yang berada di Korea Selatan. Puan mengharapkan Indonesia dan Korea dapat terus menjalin kerja sama yang berguna bagi kemakmuran rakyat kedua negara.


"Momentum tahun 2023 sebagai peringatan 50 tahun hubungan Korea-Indonesia perlu untuk dimaknai dengan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat kedua negara. Terima kasih, kamsahamnida," kata Puan.


Hal senada disampaikan oleh Presiden Yoon Suk-yeol. Ia berharap hubungan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan yang sudah terjalin sejak 50 tahun lalu harus terus ditingkatkan.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com