Presiden Timor Leste Usulkan Muhammadiyah dan NU Raih Nobel


268 view
Presiden Timor Leste Usulkan Muhammadiyah dan NU Raih Nobel
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Presiden terpilih Timor Leste José Ramos Horta menjawab pertanyaan saat wawancara di kawasan Pantai Largo de Lecidere, Dili, Timor Leste, Selasa (17/5/2022).

Jakarta (SIB)

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mengusulkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian saat berkunjung ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendukung usulan Ramos-Horta tersebut.

"Saya mendukung usul Ramos Horta agar Muhammadiyah dan NU memperoleh hadiah Nobel," kata Dahnil dalam keterangan tertulis, Rabu (20/7).

Dahnil menilai Muhammadiyah dan NU sangat pantas memperoleh hadiah Nobel Perdamaian. "Kedua organisasi Islam ini menjadi simbol perekat persatuan dan perdamaian di Indonesia khususnya," ujarnya.

Selain itu, kata Dahnil, Muhammadiyah dan NU menginspirasi umat beragama lain di dunia. Terutama tentang bagaimana agama menjadi elemen pemersatu sesama manusia.

"Dan menginspirasi banyak umat Islam dan umat beragama lain di dunia bagaimana menghadirkan agama sebagai pemersatu, penjaga benteng keberagaman, saling pengertian, toleransi antarsesama manusia," kata juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini.

Dia melanjutkan, kedua organisasi Islam itu juga merupakan warisan kearifan ulama besar di Tanah Air. "Muhammadiyah dan NU adalah dua organisasi warisan kearifan ulama besar Indonesia, yakni KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari," tuturnya.

Diketahui, Presiden Timor Leste José Ramos Horta mencalonkan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai kandidat peraih Hadiah Nobel Perdamaian. Kedua organisasi tersebut dianggap berperan penting dalam menyuarakan perdamaian.

"Dua organisasi ini sangat layak mendapatkan Nobel Perdamaian. Saya melihat sejak dahulu NU dan Muhammadiyah mempunyai peran yang sangat penting dalam menyuarakan perdamaian," kata Ramos Horta dilansir dari Antara, Rabu (20/7).

Sementara itu, Muhammadiyah memberikan dukungan agar Timor Leste menjadi anggota ASEAN.

"Kami berbagi pandangan tentang Indonesia dan Timor Leste yang sebagai negara terdekat dan punya kultur yang sama, kami Muhammadiyah mendukung agar Timor Leste menjadi anggota ASEAN secara lebih cepat dan lebih baik sebagaimana dukungan Indonesia lewat Presiden Jokowi dan DPR," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar.

Haedar juga mengucapkan terima kasih atas silaturahmi yang telah dijalin erat selama ini antara Timor Leste dan Muhammadiyah.

Termasuk usulan dan dukungan Ramos-Horta agar Muhammadiyah dan NU meraih hadiah Nobel perdamaian.

"Kami berterima kasih atas dukungan yang tidak pernah berhenti," imbuhnya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com