Presidium Eksponen Pemuda Lintas Agama Minta Kapolri Usut Aktor Pemfitnah Kabareskrim Polri


276 view
Presidium Eksponen Pemuda Lintas Agama Minta Kapolri Usut Aktor Pemfitnah Kabareskrim Polri
Foto: SIB/Firdaus Peranginangin
KETERANGAN: Ketua Dewan Pembina Presidium Eksponen Pemuda Mahasiswa Lintas Agama Sumut Rajamin Sirait SE didampingi  Muslim Simbolon  MA, Labuhan Hasibuan SAg, Bonny Sianipar SH, DR HM Yusri Isfa MSi dan DR Zulfi Amri  MSi memberi keterangan  kepada wartawan, Senin (7/11) malam di Medan. 

Medan (SIB)


Kapolri Drs Listyo Sigit Prabowo MSi diminta mengusut tuntas aktor intelektual testimoni dan pengakuan Ismail Bolong atas fitnah dan tuduhan yang dilakukan terhadap Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Presidium Eksponen Pemuda Mahasiswa Lintas Agama Sumut Rajamin Sirait SE didampingi Muslim Simbolon MA (mantan Ketum DPD IMM Sumut), Labuhan Hasibuan SAg (mantan Ketum PMII Sumut), Bonny Sianipar SH (mantan Ketua Umum GMNI Sumut), DR HM Yusri Isfa MSi (ulama peduli Kamtibmas Polda Sumut) dan DR Zulfi Amri MSi (mantan Ketua Umum IMM Sumut) kepada wartawan, Senin (7/11) malam di Medan.

“Mengapa hal ini kami minta untuk diusut tuntas oleh Kapolri, karena menurut kami masalah ini tidak sesederhana apa yang kita lihat.

Tidak mungkin sekelas Ismail Bolong hanya pensiunan Polri berani memfitnah Komjen Pol Agus Andrianto dengan tuduhan memalak penambang batubara, dengan meminta setoran Rp6 miliar, jika tidak ada aktornya”, kata mereka.

Rajamin memastikan Ismail Bolong hanya diperalat, sehingga perlu diusut tuntas siapa-siapa saja yang memperalatnya dan tidak cukup hanya menyampaikan permintaan maaf melalui testimoninya kepada Agus Andrianto

Dalam kasus ini, tambah Rajamin, Polri harus mampu mengungkap fakta sesungguhnya, siapa-siapa saja yang terlibat memperalat dan menskenariokan Ismail Bolong, sehingga para perwira tinggi di Mabes Polri pecah dan sudah terjadi "perang bintang".

“Apa motif dan tujuan tuduhan terhadap jenderal bintang tiga tersebut. Kita tidak ingin kondisi Polri yang saat ini lagi banyak masalah di internalnya dengan kasus Ferdy Sambo dan kasus Irjen Pol Tedy Minahasa diperkeruh lagi dengan isu tuduhan yang ditujukan kepada pak Agus," katanya.

Rajamin dan Muslim menduga, saat ini dalam tubuh Polri telah terjadi persaingan yang tidak sehat dengan politik balas dendam yang saling menghabisi, dalam istilah “kapal dibocori dari dalam”, sehingga perlu menjadi perhatian serius Kapolri untuk membenahi institusinya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com