Pria di Iran Tembak Mati 12 Kerabatnya dengan Senapan Kalashnikov

Pria Bersenjata Tembaki Kerumunan di Halte Israel, 2 Tewas

148 view
Pria di Iran Tembak Mati 12 Kerabatnya dengan Senapan Kalashnikov
Foto: Ist/harianSIB.com
Seorang pria bawa pistol dan senapan mesin. Ilustrasi
Teheran (SIB)
Penembakan massal mengejutkan publik Iran, ketika seorang pria bersenjata senapan Kalashnikov memberondong tembakan ke arah 12 kerabatnya hingga tewas di sebuah pedesaan terpencil di negara tersebut. Penembakan itu tercatat sebagai yang paling mematikan dalam beberapa dekade di wilayah Iran.
Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (17/2), otoritas Iran melaporkan bahwa penembakan massal itu terjadi di sebuah desa yang terletak di area terpencil di Provinsi Kerman. Identitas pelaku penembakan tidak diungkap ke publik, hanya disebutkan bahwa usianya 30 tahun.
Kepala Departemen Kehakiman Provinsi Kerman, Ebrahim Hamidi, menuturkan kepada kantor berita ISNA bahwa pria bersenjata itu melepaskan tembakan ke arah ayahnya, saudara laki-lakinya dan sejumlah kerabatnya yang lain di desa tempat mereka tinggal pada Sabtu (17/2) pagi waktu setempat.
Penembakan itu, menurut Hamidi, dipicu oleh perselisihan keluarga.
Laporan media lokal Iran itu menyebut pelaku menggunakan senapan serbu Kalashnikov dalam aksi brutalnya.
Tidak disebutkan lebih lanjut soal nasib pelaku penembakan itu, termasuk soal apakah dia telah ditangkap otoritas berwenang.
Media-media lokal Iran melaporkan insiden penembakan yang terjadi sesekali, namun serangan ini memiliki jumlah korban tewas terbanyak di Iran. Setiap warga Iran hanya diperbolehkan secara hukum untuk memiliki senapan berburu, yang wajar digunakan di area-area pedesaan.
Tahun 2022 lalu, seorang pegawai yang dipecat dari konglomerat keuangan milik negara, nekat melepas tembakan di tempat kerja sebelumnya. Sedikitnya tiga orang tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan itu, dengan pelaku menghabisi nyawanya sendiri usai beraksi.
Tahun 2016 lalu, seorang pria berusia 26 tahun menembak 10 kerabatnya di area pedesaan di Iran bagian selatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, tindak kekerasan semakin meningkat di wilayah Iran karena kondisi perekonomian yang memburuk, ditambah adanya sanksi keras Amerika Serikat (AS) yang turut memicu lonjakan inflasi dan peningkatan pengangguran.
Tembaki Kerumunan
Sementara itu, dua orang tewas di Israel ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah halte bus yang ramai orang di dekat kota Kiryat Malakhi. Pelaku penembakan itu tewas dibunuh oleh seorang warga sipil bersenjata yang ada di lokasi kejadian.
Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu memperingatkan warga Israel bahwa seluruh negara kini menjadi garis depan dalam perang.
Seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Sabtu (17/2), juru bicara Pusat Medis Kaplan menuturkan bahwa dua orang yang dilarikan ke fasilitas medis mereka dinyatakan meninggal dunia usai serangan terjadi pada Jumat (16/2) waktu setempat.
Empat orang lainnya, menurut Kepolisian Israel, mengalami luka-luka dalam penembakan mematikan itu. Penembakan itu terjadi di dekat Kiryat Malakhi, yang berjarak sekitar 25 kilometer sebelah utara Jalur Gaza yang menjadi lokasi perang antara Israel dan Hamas selama empat bulan terakhir.
Seorang fotografer AFP yang ada di lokasi kejadian melaporkan bahwa seorang pria bersenjata yang mendalangi penembakan itu telah tewas dan jenazahnya masih ada di lokasi.
Kepolisian Israel mengungkapkan bahwa pelaku telah "dinetralkan" oleh seorang warga sipil yang ada di lokasi kejadian.
"Kami telah meningkatkan kewaspadaan di tingkat nasional," kata Kepala Kepolisian Israel Kobi Shabtai kepada wartawan di lokasi, tanpa memberikan informasi detail soal pelaku penembakan.
Dalam tanggapan atas penembakan tersebut, Netanyahu memperingatkan bahwa seluruh Israel kini telah menjadi garis depan perang.
"Para pembunuh, yang tidak hanya datang dari Gaza, ingin membunuh kita semua," ucapnya.
"Kami akan terus berjuang sampai kemenangan total, dengan sekuat tenaga, di setiap lini, di mana pun, sampai kita memulihkan keamanan dan ketenangan bagi seluruh warga Israel," tegas Netanyahu.
Penembakan itu terjadi beberapa hari setelah serangan penikaman yang terjadi pada Minggu (11/2) lalu, dengan satu serangan menargetkan polisi Israel di Yerusalem Timur dan serangan lainnya menargetkan tentara Israel di pos pemeriksaan di Tepi Barat.
Para pelaku penyerangan dalam kedua insiden itu tewas, tanpa adanya korban jiwa di kalangan pasukan keamanan Israel. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com