Profesor Singapura Sebut Gaya Bersahaja Jokowi Bisa Tenangkan AS Vs China


205 view
Profesor Singapura Sebut Gaya Bersahaja Jokowi Bisa Tenangkan AS Vs China
Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi
Jakarta (SIB)
Indonesia akan memegang tongkat presidensi G20 hingga tahun depan. Profesor Singapura Kishore Mahbubani percaya, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia akan memberikan kepemimpinan yang baik di G20.

Peneliti di Asia Research Institute, National University of Singapore, itu menyampaikan gaya Jokowi yang bersahaja dan rendah hati adalah yang dibutuhkan saat ini. Menurutnya, gaya kepemimpinan Jokowi bisa menenangkan perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Gaya Presiden Jokowi yang bersahaja, rendah hati, adalah apa yang Anda butuhkan saat Anda menghadapi--saya menyebutnya--gajah tapi kadang mereka keras seperti macan, China, AS. Pemimpin yang diam dan bersahaja yang bisa menenangkan gajah yang mengamuk ini. 'Hei tenang, kita memiliki hal yang lebih penting untuk dilakukan'," tutur Kishore Mahbubani dalam kuliah umum Golkar Institute yang disiarkan melalui YouTube, Rabu (27/10).

"Itulah kenapa saya pikir Indonesia bisa memberikan kepemimpinan yang baik di G20 dan saya percaya diri G20 di Indonesia akan sukses," imbuh dia.

Kishore Mahbubani juga mengatakan, dibandingkan negara-negara lain, Indonesia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam 10-20 tahun ini. Karena itu, menurutnya, seharusnya, warga Indonesia bangga.

"Indonesia melakukan pekerjaan yang lebih baik, di 10-20 tahun, daripada negara-negara lain di dunia. Dan anda harus merayakannya. Jangan berpuas diri, bangun apa yang sudah Anda capai. Sebenarnya sangat susah untuk mencapai apa yang Indonesia capai saat ini," tuturnya.

Dewan Penasihat Golkar Institute itu mencontohkan presidensi G20. Kishore Mahbubani mengatakan hanya negara yang memiliki kredibilitas baik yang dapat duduk memimpin G20.

"Karena Anda memiliki record yang baik, otoritas, kredibilitas untuk menjadi pemimpin di G20. Karena kalau negara Anda dalam keadaan buruk, Anda tidak bisa menjadi tuan rumah G20. 'Mereka saja tidak bisa memimpin negara, bagaimana memimpin G20'. Indonesia bisa mengatakan kami merawat negara kami dengan baik, kami memiliki rekor pembangunan yang terbaik, kami memiliki demokrasi terbaik, dan itu membuat Anda memiliki kredibilitas untuk memberikan kepemimpinan yang baik di G20," papar Kishore Mahbubani.

Tak Ada yang Bantah
Dalam kuliah umum itu, Kishore Mahbubani juga mengungkapkan artikelnya yang memuji Presiden Jokowi sebagai sosok jenius menjadi trending topic selama berminggu-minggu di Project Syndicate. Dia pun menyampaikan tidak ada orang yang menentang klaimnya mengenai Jokowi itu.

"Tidak pernah terpikirkan itu akan menjadi trending topic selama berminggu-minggu di Project Syndicate, itu dibaca oleh semua orang di dunia, tidak hanya Indonesia. Dan tidak ada orang yang menentang klaim saya, bahwa Presiden Jokowi adalah pemimpin yang paling efektif yang dipilih secara demokratis di dunia sekarang," kata Kishore Mahbubani.

Kishore Mahbubani menyadari apa yang disampaikannya mengenai Jokowi adalah klaim yang kuat. Namun, hingga saat ini belum ada orang yang membantahnya. Menurutnya, hal itu seharusnya membuat rakyat Indonesia bangga akan kepemimpinan Jokowi.

"Saya tahu itu klaim yang sangat kuat, tapi belum ada yang menentangnya. Dan itu menunjukkan bahwa Indonesia saat ini terberkati dengan kepemimpinan yang luar biasa, di mana kalian seharusnya bangga. Dan di saat yang bersamaan kalian harus menyadari itu dan tidak menyepelekannya," tutur dia.

"Ketika Anda melihat banyak negara di dunia yang kesulitan, misalnya AS kesulitan, Brasil kesulitan. Tapi Indonesia sangat terberkati. Dan lebih tepatnya kenapa Indonesia sangat terberkati dengan kepemimpinan yang baik saat ini, Indonesia memiliki kesempatan luar biasa untuk mengambilalih tuan rumah G20 tahun depan," sambung Kishore Mahbubani.

Kishore Mahbubani mengatakan, berkat kepemimpinan luar biasa Jokowi, Indonesia memiliki kesempatan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G20. Dia pun meyakini Indonesia yang memiliki budaya musyawarah dan mufakat bisa membawa event internasional itu ke tingkat yang lebih tinggi.

"Saya percaya, jika ada satu negara yang bisa membawa G20 ke tingkat yang lebih tinggi, Indonesia adalah salah satunya. Ada 2 alasan, G20 selama ini telah salah kelola dan salah penanganan. Indonesia mempunyai budaya musyawarah dan mufakat, dan itu yang sangat dibutuhkan G20 sekarang. Jika Indonesia bisa menyebarkan budaya musyawarah dan mufakat, itu akan mengubah dunia, tidak hanya Indonesia," paparnya.

Sikap Bijaksana Jokowi
Dewan Penasihat Golkar Institute itu juga memuji sikap bijaksana Jokowi dalam menghadapi perseteruan antara AS dan China. Menurutnya, pesan Jokowi agar seluruh dunia, termasuk AS dan China, bekerja sama mengatasi isu global adalah sikap yang bijaksana.

"Kata-kata yang sangat bijaksana. Inilah yang dibutuhkan dunia. Dunia perlu melihat AS dan China bekerja sama untuk menyelesaikan isu besar global, termasuk climate change dan Covid-19," kata Kishore Mahbubani.

Kishore Mahbubani juga menilai keputusan Jokowi untuk tidak kerap berpergian ke luar negeri dan tidak menghadiri event internasional di tahun pertamanya sangat bijaksana. Menurut dia, fokus pada isu domestik adalah hal yang benar untuk dilakukan.

"Saya rasa itu sangat bijaksana baginya untuk fokus pada pembangunan domestik atau membangun infrastruktur di Indonesia, mengurangi kemiskinan di Indonesia, mereformasi hukum ketenaga-kerjaan di Indonesia, saya pikir itu hal yang benar dilakukan di tahun pertamanya. Tapi sekarang dia sudah di tahun keduanya, dan memiliki domestic record yang kuat, dia di posisi yang bagus sekarang di konferensi tingkat tinggi seperti G20," tutur mantan Sekretaris Tetap di Kementerian Luar Negeri Singapura itu.

Lebih lanjut, Kishore Mahbubani juga mengaku senang artikelnya mengenai Jokowi menjadi perdebatan di Indonesia. Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sangat hidup.

"Saya senang Anda me-mention kalau artikel saya viral di Indonesia, karena orang setuju dan tidak setuju dengan artikel itu. Itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki demokrasi yang sangat hidup, Anda memiliki beragam pemikiran, beragam pandangan. Saya tidak melihat ketidak-sepakatan sebagai hal yang buruk. Saya melihat itu sebagai hal yang baik," ungkap dia.

puji Kepemimpinan SBY
Selain memuji kepemimpinan Presiden Jokowi, Profesor Mahbubani juga memuji Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Anda mendapatkan keuntungan itu dari pemimpin yang hanya fokus untuk meningkatkan kondisi rakyatnya. Dan saya melihat ini secara langsung saat saya menghabiskan waktu bersamanya (Presiden Jokowi), melakukan perjalanan dengannya. Itu adalah aset yang Anda miliki dalam presiden Anda saat ini," katanya.

Kishore Mahbubani mengatakan Jokowi merupakan pemimpin yang paling efektif yang dipilih secara demokratis. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Jokowi, Indonesia berhasil menjadi negara yang memiliki kredibilitas baik dan demokrasi yang hidup.

Kendati demikian, lanjut dia, suksesnya demokrasi di Indonesia juga tak terlepas dari kepemimpinan SBY. Kishore Mahbubani menilai SBY juga berhasil memimpin fondasi demokrasi Indonesia dalam banyak hal.

"Salah satu alasan kenapa demokrasi Indonesia sukses adalah karena itu didahului oleh Presiden SBY yang memimpin fondasi demokrasi Indonesia dalam banyak hal, dengan berpikiran terbuka pada beragam pandangan, dan terbuka serta mau terlibat dalam dunia. Jadi itu merupakan akumulasi proses hingga anda bisa mencapai tempat yang bahagia," paparnya.

Puji Bhinneka Tunggal Ika
Kishore Mahbubani juga memuji budaya musyawarah dan mufakat serta Bhinneka Tunggal Ika Indonesia. Menurutnya, budaya itulah yang membuat Indonesia tetap bersatu.

"Alasan Indonesia berhasil menjaga kesatuan sebagai negara adalah karena Indonesia memiliki slogan Bhinneka Tunggal Ika, persatuan dalam keberagaman. Kemampuan Indonesia untuk meng-handle keberagaman adalah kekuatan yang besar. Selain itu juga musyawarah dan mufakat," kata dia.

Dia pun berharap Indonesia dapat membawa budaya ini ke KTT G20. "Apa yang Indonesia perlu lakukan adalah menyuntikkan gen dari musyawarah dan mufakat dalam proses G20. Dan meyakinkan negara-negara G20 bahwa daripada datang ke konferensi ini dan memberikan pidato yang hebat dengan mengatakan 'negara saya adalah yang terhebat'. Tidak. 'Kenapa anda tidak duduk dan dengarkan'. Dengarkan apa yang negara lain katakan dan coba untuk melihat apakah anda bisa mencapai kesadaran. Negara tidak mendengarkan negara lain," ucap Kishore Mahbubani.

Kishore Mahbubani mencontohkan suksesnya budaya musyawarah dan mufakat mengubah ASEAN. Dia mengungkapkan chemistry di antara negara-negara ASEAN semakin membaik berkat budaya Indonesia itu.

"1971, banyak kecurigaan permusuhan antara Indonesia, Malaysia. Antara Malaysia dan Singapura karena Malaysia dan Singapura berpisah. Antara Filipina dan Malaysia. Tapi ketika saya datang ke KTT ASEAN 20 tahun kemudian, kecurigaan itu hilang. Kenapa? Itu karena Indonesia menyuntikkan musyawarah dan mufakat ke budaya ASEAN," ungkap dia.

"Jika Indonesia menyuntikkan musyawarah dan mufakat ke G20, itu akan mengubah dengan drastis chemistry G20," imbuhnya. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com