Proyek BWSS II Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir Medan Dipertanyakan

* BWSS-II Bungkam, Tagor Aruan Wanti-wanti Banjir Rob Jadi Ajang Olah Anggaran

759 view
Proyek BWSS II Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir Medan Dipertanyakan
Internet
Ilustrasi Normalisasi Sungai
Medan (SIB)
Publik Kota Medan dari kalangan warga dan dunia usaha mempertanyakan kinerja Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS)-II Medan dalam program penanganan banjir Kota Medan, khususnya soal proyek normalisasi empat sungai yang melintasi Kota Medan.

Fungsionaris Asosiasi Independen Surveyor Indonesia (AISI) Pusat, Captan Tagor Aruan, dan pemerhati hidrologi Herry ATP Tambunan SE MAP, secara terpisah menyebutkan terjadinya peristiwa banjir rob di Belawan pada Rabu (26/5), merupakan peristiwa berulang dari tahun ke tahun yang menunjukkan pekerjaan atau proyek kendali banjir selama ini ternyata tidak maksimal.

"Pihak PUPR BWSS-II Medan pada 2017 telah mengagendakan program penanggulangan banjir yang terus mengancam Medan sekitarnya, khususnya untuk normalisasi sungai-sungai di Kota Medan. Alasannya ketika itu, 40 persen banjir di kota disebabkan faktor 'humanis' atau perilaku manusia seperti pertambahan populasi dan perkembangan properti di area tepian sungai yang seharusnya menjadi area bantaran bebas, dan juga akibat sulitnya pembebasan lahan di area-area akses utama. Tapi hingga kini publik belum tahu, bagaimana sudah realisasi pekerjaan itu, apa sudah aman sungai-sungai itu menampung dan mengalirkan arus banjir bila hujan deras tiba atau arus kiriman dari hulu meluap lagi?,' ujar Tagor Aruan kepada pers di Medan, Kamis (27/5).

Soalnya, pihak BWSS II Medan di masa Kepala Balai Roy P Pardede pada pertengahan Desember 2017 lalu telah megekspos program kegiatan jangka pendek dan menengah untuk penataan sungai-sungai di akses utama atau saluran primer Kota Medan seperti alur Sei Putih, Sei Kera, Sei Badera dan Sei Sikambing. Paparan ekspos Kepala BWSS-II di kantornya itu disertai staf inti, Kasatker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Ir Jinto Lumbanbatu, Kasi Perencanaan Umum dan Program (PUP) Ir Herbert Sihite dan KTUMohammad Daud Turki ST.

Selain itu, proyek-proyek BWSS II yang juga dipertanyakan publik itu adalah normalisasi enam sungai, yaitu empat paket normalisasi untuk peningkatan kapasitas berupa pengerukan dan pelebaran Sugai Deli mulai dari hulu Sungai Babura hingga sungai Titikuning sepanjang 7,5 km, Sungai Deli mulai titik temu arus dari Sungai Babura hingga Sungai Bekala sepanjang 16 km, Sungai Batugingging mulai Kota Lubukpakam hingga Sungai Serdang Desa Segitiga sepanjang 8,9 km, dan Sungai Belawan mulai dari muara hingga titik temu arus di Sungai Brantas dan anak sungai sekitar, sepanjang 37,5 km.

"Di satu sisi, kita sangat apresiasi Wali Kota Medan Bobby yang sigap-tanggap untuk mengantisipasi banjir kota, khususnya dengan program kolaborasi BWSS-II. Tapi di sisi lain pihak BWSS-II kurang transparan tentang beberapa proyek yang dikerjakan selama ini terkait bencana banjir yang tampak masih mengganas. Bahkan, ada kesan menyalahkan masyarakat yang buang sampah ke sungai dan saluran drainase sebagai penyebab banjir (SIB 17/3). Lalu, tentang banjir rob yang di Belawan apakah ada argumen menyalahkan masyarakat karena muara sungai di Belawan itu nyaris tak pernah dikeruk secara rutin sebagaimana mestinya. Kalaupun ada kinerja keruk oleh PT Rukindo misalnya, itu tugas operator kepelabuhanan, bukan PUPR (BWSS). Jangan sampailah peristiwa atau bencana banjir rob (arus dari laut) ini jadi objek pembiaran yang berpotensi jadi ajang incar dan olah anggaran," katanya serius.

Hal senada juga dicetuskan Herry Tambunan yang menanggapi pernyataan pakar lingkungan hidup dari USU, Jaya Arjuna, bahwa taksasi biaya penanganan banjir rob yang mencapai Rp6 triliun terlalu fantastis dan terkesan mengada-ngada, karena Jaya Arjuna telah mengkalkulasikan biaya atau anggaran penanganannya cukup Rp350-an miliar saja

Kepala BWSS-II Maman Noprayamin ST MT tampak bungkam total dan tidak menyahut setiap ditelepon dan di-WA untuk dikonfirmasi. Sementara, Kasatker Pembangunan Jaringan Saluran Air (PJSA) Ir Aron Lumbanbatu yang dihubungi SIB dari kantornya belum lama ini mengaku belum bisa menjelaskan secara detil soal pekerjaan normalisasi sungai tersebut, walaupun sudah sejak sepekan lalu dihubungi SIB ke pihak pimpinan kantor itu.

"Saya sudah baca pesan konfirmasi Anda, tapi nantilah saya jelaskan sepulang tugas luar dari Doloksanggul," katanya singkat kepada SIB. (A5/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com