Publik Minta Transparansi Proyek PUPR di BWS dan Cipta Karya di Sumut


308 view
Publik Minta Transparansi Proyek PUPR di BWS dan Cipta Karya di Sumut
Foto Istimewa
 Kementerian PUPR 
Medan (SIB)
Publik dari kalangan kontraktor dan praktisi hukum di Sumut meminta pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di jajaran Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS-II) Medan dan Balai Penyedia Perumahan Ditjen Cipta Karya Sumut, agar transparan dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi di daerah ini.

Praktisi bisnis konstruksi di Sumut, Ir Pamostang Hutagalung selaku kordinator Tim-7 yang melakukan survey dan monitoring pelaksanaan kegiatan konstruksi dan infrastruktur di Sumut yang bersumber dana APBN, menyebutkan salah satu pekerjaan yang butuh transparansi publik di daerah ini adalah proyek pembangunan saluran pipa air minum (SPAM) Mebidang yang meliputi objek tiga daerah yaitu Medan, Binjai dan Deliserdang.

"Proyek SPAM Mebidang itu bersumber dana APBN sebesar Rp 489.653.449.000. Semula pemenang (tender)-nya adalah PT BAP tapi dalam pelaksanaanya disebut KSO dengan perusahaan lain, apa bisa begitu? Lalu, pemasangan pipa sepanjang 36 kilometer itu untuk saluran air minum ke warga pemukim di mana saja dan sumber airnya dari mana. Lalu secara teknis konstruksi, apakah proyek besar begitu tidak butuh perangkat dinding penahan (sheet pile) dalam proses pemasangan (tanam) pipa?," katanya kepada pers di Medan, Senin (13/9).

Bersama rekannya pengurus asosiasi jasa konstruksi, praktisi hukum dan kontraktor senior di Sumut yang tergabung dalam Tim-7 tersebut, Pamostang Hutagalung mengutarakan hal itu dalam temu pers di kantor salah satu rekanan di Medan yang dihadiri Rommen Nainggolan SE praktisi rekanan properti dan Robby Sinaga.

Mereka juga menyoroti sejumlah proyek konstruksi di BWSS-II Ditjen Pengairan Kementerian PUPR, antara lain proyek Bendungan Lau Simeme di Sibiru-biru yang dinilai lamban hingga proyek pembangunan saluran irigasi di daerah-daerah.

Seperti biasa, Kepala BWSS-II Medan Maman Norprayamin tidak bisa dikonfirmasi karena tidak menyahut panggilan telepon seluler dan tidak menjawab pesan singkat via WA. Sementara, pejabat pelasana proyek (setara PPK) Josua Silaban membantah kalau proyek di BWS seperti bendungan Lausimeme mengalami kemacetan belakangan ini.

"Bukan macet pekerjaannya, tapi pelaksanaan di lapangan memang terpengaruh kebijakan refocusing anggaran yang terkait penanganan Covid-19, juga dampak sosial dalam proses penyelesaian masalah lahan dengan beberapa masyarakat setempat," katanya kepada SIB melalui hubungan seluler, pekan lalu.

Di lain pihak, kepala Balai Pembangunan Prasarana Wilayah Ditjen Cipta Karya Kem-PUPR Wilayah II Sumut, T Syahrir dengan singkat melalui WA menyebutkan para pemenang tender atau pelaksana kerja (proyek) sudah ditentukan pihak panitia lelang, dan sebagian kegiatan seperti pembangunan rumah susun (Rusun) di daerah dilaksanakan oleh Balai Penyedia Perumahan Wilayah (bukan Balai Prasarana Wilayah).

Sementara, staf Kantor Cipta Karya Wilayah II Sumut, MR Sihombing di Pusat Informasi dan Data (PID), dengan singkat menegaskan semua pelaksanaan kegiatan sudah transparan dan sesuai prosedur baku yang berlaku terkait proses pengadaan barang dan jasa dari pemerintah (APBN), termasuk pada proyek SPAM Mebidang tersebut.

"Soal kondisi di lapangan saat ini, memang ada item pekerjaan (proyek) yang masih bersifat uji coba, misalnya untuk prosedur K3," katanya kepada pers sembari menyebutkan pimpinan (Satker) proyek tersebut sedang ikut rapat pengalihan kontrak (contract change order-CCO) di lokasi proyek Pasar Aksara Medan. (A5/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com