Puji 2 Tahun Jokowi, Golkar Minta Pemulihan Sektor Kesehatan-Sosial Diteruskan


164 view
Puji 2 Tahun Jokowi, Golkar Minta Pemulihan Sektor Kesehatan-Sosial Diteruskan
Foto: Sindonews
BERIKAN KETERANGAN: Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Misbakhun dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan keterangan terkait ‘2 Tahun Kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin’, di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (22/10).
Jakarta (SIB)
Partai Golkar mengapresiasi kinerja dua tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di sektor ekonomi. Golkar meminta pemerintahan Jokowi-Ma'ruf melanjutkan pemulihan ekonomi di sektor kesehatan dan perlindungan sosial.

"Kinerja ekonomi memberikan kepuasan kepada masyarakat, kepada seluruh warga bangsa sekitar 58,7 persen di tahun kedua pemerintahan Pak Jokowi. Artinya apa, dalam sesulit apapun pemerintah masih mendapatkan penilaian yang positif," kata Ketua bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Golkar, Mukhamad Misbakhun, dalam konferensi pers di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (22/10).

"Sebelumnya, masyarakat menahan konsumsinya sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami posisi negatif, sehingga pada kuarter yang kedua terjadi pemulihan konsumsi masyarakat," imbuhnya.

Golkar juga mencatat adanya pertumbuhan investasi. Khusus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tubuh sekitar 3,5 persen pada kuarter kedua ini.

"Penanaman modal ini di bidang investasi penanaman modal juga mulai tumbuh positif, baik itu PMDN maupun PMA (Penanaman Modal Asing). PMDN tumbuh di kuarter yang kedua ini sekitar 3,5 persen dan PMA tumbuh 16,5 persen," sebut Misbakhun.

Lebih lanjut, Misbakhun menyebut salah satu faktor yang menciptakan pertumbuhan adalah Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

"Simpul-simpul itu diurai melalui peraturan perundang-undangan, sehingga penyelesaiannya adalah penyelesaian yang struktural dalam bentuk kebijakan di tingkat UU, maka terjadi upaya perbaikan investasi," jelas Misbakhun.

Misbakhun juga menyampaikan bahwa syarat mutlak agar ekonomi Indonesia dapat pulih yakni antisipasi gelombang ketiga Corona. Namun, anggota Komisi XI DPR RI tetap meminta pemerintah melanjutkan pemulihan ekonomi di sektor kesehatan dan perlindungan sosial pada tahun depan.

"Untuk pemulihan ekonomi tetap dilanjutkan pada tahun depan, terutama untuk sektor kesehatan dan perlindungan sosial," pungkasnya.

Perbaiki Kinerja
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali juga mengapresiasi kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, meski diterpa Covid-19. Namun, Ahmad Ali tetap mengingatkan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf untuk memperbaiki kinerja.

"Tentunya patutlah kita berbangga hati sebagai partai pengusung pemerintah. Karena tidak gampang mengelola negara pada situasi pandemi ini," ujar Ahmad Ali dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/10).

Ahmad Ali mengatakan tanpa kepemimpinan yang kuat, pandemi yang menerpa selama hampir dua tahun ini sulit teratasi. Dia mengakui penyebaran Covid-19 berpotensi menimbulkan chaos.

"(Tapi) ini yang dikelola dengan baik, dengan pertimbangan rasional oleh pemerintah," imbuhnya.

Ahmad Ali menuturkan kerja keras pemerintah dan seluruh elemen masyarakat mengatasi pandemi membuahkan hasil. Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu mengingatkan masih ada waktu 3 tahun lagi untuk menuntaskan pemerintahan sesuai harapan masyarakat.

"Tentunya di situasi seperti ini tidaklah mudah. Kalau di sana sini masih kurang, itu sesuatu yang manusiawi. Kita berharap hal-hal yang masih kurang bisa segera diatasi, dan masih ada waktu 3 tahun ke depan," tutur Ahmad Ali.

"Ini PR bersama bagi kita, partai pendukung dan pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya, sehingga di akhir pemerintahan semua ekspektasi bisa tercapai," pungkasnya. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com