Sabtu, 20 Juli 2024
Tempuh 5 Hari Perjalanan dari Tel Aviv

Puluhan Ribu Keluarga Sandera Demo di Yerusalem

* Minta Tawanan yang Ditahan Hamas di Gaza Dibebaskan
Redaksi - Senin, 20 November 2023 09:03 WIB
331 view
Puluhan Ribu Keluarga Sandera Demo di Yerusalem
Foto: AP
DEMO NETANYAHU: Ribuan simpatisan dan keluarga para sandera yang ditahan Hamas, tiba di Jerusalem, Sabtu (18/11) waktu setempat setelah melalui perjalanan 5 hari dari Tel Aviv, untuk menggelar aksi protes di depan kantor Perdana Menteri Israel Be
Jakarta (SIB)
Puluhan ribu orang termasuk anggota keluarga dari para sandera, menggelar demo di Yerusalem setelah 5 hari menempuh perjalanan dari Tel Aviv untuk memberi tekanan kepada pemerintah Israel. Mereka mendesak pemerintah Israel membebaskan tawanan yang ditahan oleh Hamas di Gaza.

Dilansir Al Jazeera, Minggu (19/11), diperkirakan sebanyak 20.000 pendemo, termasuk anggota keluarga dan teman dari sekitar 240 tawanan, menggelar demo di depan kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Sabtu (18/11).

Massa menyebut, pemerintah Israel telah mengabaikan permintaan mereka untuk memprioritaskan memulangkan orang-orang yang mereka cintai.

Para pendemo berjalan berjam-jam di sepanjang jalan raya yang menghubungkan dua kota tersebut, sambil membawa poster para tawanan dengan slogan bertuliskan 'bawa mereka pulang sekarang'.

Salah satu peserta demo, Noam Alon (25), sambil memegang foto pacarnya yang diculik, Inbar, meminta pemerintah Israel untuk membebaskan para sandera dengan cara apapun.

"Kami mengharapkan mereka bertemu dengan kami, kami mengharapkan mereka memberi tahu kami bagaimana mereka akan melakukannya," katanya kepada kantor berita Reuters.

"Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi, jadi kami meminta mereka melakukan hal itu sekarang, untuk membayar berapa pun harga yang harus dibayar untuk membawa kembali para sandera," sambungnya.

Beberapa jam setelah unjuk rasa, Netanyahu berjanji akan bertemu dengan keluarga korban pada hari Senin.

"Kami berjalan bersamamu, aku berjalan bersamamu. Seluruh Israel berjalan di sisi Anda," katanya pada konferensi pers.

Mengenai para tawanan, Netanyahu mengatakan, 'ada banyak rumor dan pernyataan yang tidak akurat'.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan yang dibuat, namun saya berjanji setelah kita mendapatkan sesuatu, saya akan memberi tahu Anda," ujar Netanyahu.

Diketahui para tawanan tersebut diambil dalam serangan tanggal 7 Oktober oleh kelompok Palestina di Israel selatan, yang juga menyebabkan 1.200 orang tewas, sebagian besar warga sipil. Sejak itu, Israel melancarkan serangan udara dan darat besar-besaran di Jalur Gaza, yang berada di bawah kendali Hamas, menewaskan lebih dari 12.000 orang, sebagian besar juga warga sipil.

Juru bicara Brigade Qassam, sayap militer Hamas mengatakan, pada hari Sabtu bahwa pihaknya telah kehilangan kontak dengan beberapa kelompok yang bertanggung jawab atas keselamatan para tawanan di Jalur Gaza.

"Nasib para tawanan dan mereka yang menahannya masih belum diketahui setelah kami kehilangan komunikasi dengan mereka," ujarnya.

Banyak kerabat dan teman para sandera yang hilang khawatir mereka akan dirugikan dalam serangan Israel di Gaza yang dirancang untuk menghancurkan Hamas. Pemerintah Israel mengatakan serangan itu meningkatkan peluang untuk memulihkan tawanan dengan memberikan tekanan pada Hamas.

Di antara mereka yang melakukan demonstrasi ke Yerusalem adalah pemimpin oposisi berhaluan tengah, Yair Lapid, yang sebagian besar mendukung perang tersebut tetapi menuntut pengunduran diri Netanyahu. (detikcom/d)



SHARE:
Tags
beritaTerkait
Diminta Akhiri Pendudukan di Palestina, PM Netanyahu Kecam Keputusan Mahkamah Internasional
32 Orang Tewas, Demonstran Bakar Stasiun TV
Joe Biden Kembali Didesak Mundur dari Pencapresan
Anggota DPD RI Terpilih Ingatkan DPR RI Hentikan Revisi UU TNI
Puluhan Mahasiswa Demo di depan Kantor BPN Sumut
Mundur dari Capres AS, Kamala Harris Kandidat Pengganti Joe Biden
komentar
beritaTerbaru