Puspenkum Kejagung Canangkan WBBM, Wakil Jaksa Agung Ungkap 5 Strategi Menggapai WBBM


299 view
Puspenkum Kejagung Canangkan WBBM, Wakil Jaksa Agung Ungkap 5 Strategi Menggapai WBBM
Kata Sambutan : Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi memberikan kata sambutan pada acara pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Satuan Kerja (Satker) Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Senin (19/4). (Foto Dok/Baren AS)
Jakarta (SIB)
Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi mengungkapkan ada 5 strategi yang harus dilakukan Satuan kerja (Satker) Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung guna memenuhi target dalam mencapai Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Sebelumnya, pada 10 Desember 2019 yang silam, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menetapkan Satker Puspenkum sebagai Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

"Kelima strategi tersebut yang harus menjadi perhatian yaitu, pimpinan dan jajaran (pegawai) harus terlibat dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi (RB) dan saling mendorong dengan semangat dan visi yang sama, memberikan kemudahan pelayanan, semua pegawai harus bersemangat dalam memberikan fasilitas yang lebih baik dan meningkatkan hospitality (keramahan) dalam memberikan kepuasan kepada publik (masyarakat), menciptakan program yang menyentuh publik (masyarakat), program program kegiatan yang membuat masyarakat lebih dekat dengan lembaga sehingga masyarakat bisa merasakan lembaga tersebut benar benar hadir, melakukan monitoring dan evaluasi dan manajemen media, mengatur strategi komunikasi untuk memastikan setiap aktivitas dan inovasi perubahan yang telah dilakukan dapat diketahui oleh Publik (masyarakat),"katanya saat memberikan pengarahan pencanangan zona integritas WBBM , di Jakarta, Senin (19/4).

Untung yang juga ketua Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI menegaskan, Puspenkum,harus memahami dalam pencanangan unit kerja menuju WBK dan WBBM yakni harus mempedomani Per-Menpan RB no 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di lingkungan instansi pemerintah yang meliputi 6 area yakni Perubahan Bidang Manajemen, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan Penguatan Kualitas Pelayanan Publik.

"Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang dilaksanakan oleh Puspenkum hari ini, tidak lain tindak lanjut untuk meraih predikat unit kerja ZI WBBM sebagai wujud untuk melakukan perubahan dan perbaikan, dengan komitmen yang kuat disertai integritas dan konsistensi, dalam meningkatkan kinerja serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan," ujarnya.

Dalam konteks penegakan hukum, lanjutnya, harus ada perubahan paradigma dengan menitikberatkan pada upaya penegakan hukum yang berorientasi pada keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum, tanpa mengabaikan hati nurani.

"Satuan kerja yang memperoleh tugas untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat harus secara terus-menerus memperbaiki sistem pelayanan agar lebih cepat, lebih murah, lebih adil, lebih nyaman, memiliki kepastian hukum, dan berbasis IT. Pelayanan kini didorong untuk bertransformasi menjadi e-services, terlebih di era pandemi Covid-19 seperti saat ini," ucapnya.

Selain itu, untuk mengapai Zona WBBM, Puspenkum harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan (PublicTrust Building), menciptakan perubahan pola pikir, budaya kerja dan perilaku Aparatur Kejaksaan, (Change, Mindset, Work Culture Behaviour), perbaikan Produk Utama Kejaksaan melalui peningkatan kinerja dalam penanganan perkara dan capaian keberhasilannya yang terpublikasikan, melalui media cetak, elektronik, medsos, instragram, youtube dll. (Improvement of Bussiness Process/Core Bussiness), penyelesaian dan tindak lanjut pengaduan masyarakat dan memperbaiki tata kelola komunikasi melalui perubahan cara pandang dan cara berfikir untuk menjadi prioritas, sehingga capaian dan keberhasilan kinerja institusi mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat, mengingat strategi komunikasi menjadi salah satu kunci dalam mengukur efektifitas penyampaian ide, program dan gagasan Institusi kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Oleh karenanya, ucap Untung, terdapat 4 kriteria dalam mengukur Integritas, yakni : Kejujuran, Kepatuhan, Kemampuan bekerja sama, dan Pengabdian kepada masyarakat, apabila dapat dipenuhi oleh seluruh jajaran Puspenkum Kejaksaan Agung, predikat unit kerja Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) akan dapat diraih.

“Batu pondasi untuk sukses yang seimbang adalah kejujuran, karakter, integritas, iman, cinta dan kesetiaan yang diharapkan dapat bermanfaat untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di lingkungan Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung secara optimal,"pungkasnya mengutip kata-kata bijak (quote) Zig Ziglar. (H3/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com