* Dubes Ukraina Nyatakan Masih Ada Kemungkinan Zelensky Hadir

Putin Disebut Berisiko Dibunuh di KTT G20 Bali

* PPATK Pantau Ketat Transaksi Keuangan

254 view
Putin Disebut Berisiko Dibunuh di KTT G20 Bali
Foto Ant/Aditya Pradana Putra
SAMBUT KTT G20: Kendaraan melintas di jalan yang pinggirnya dihiasi penjor atau hiasan janur kuning khas Bali di Jalan Bandara Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (10/11). Pemerintah memasang penjor, bendera negara peserta, baliho, dan spanduk di sejumlah jalan protokol di Bali untuk memeriahkan KTT G20 yang akan berlangsung pada 15-16 November 2022. 

Jakarta (SIB)

Media Rusia menyebut risiko pembunuhan terhadap Presiden Vladimir Putin meningkat jika hadir secara langsung di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November. General SVR melaporkan masalah utama bagi Putin untuk berpartisipasi dalam forum itu adalah soal keamanan.


"Risiko Putin menjadi target pembunuhan meningkat secara signifikan. Ini tak memungkinkan Presiden Rusia membuat keputusan soal partisipasi dalam KTT, ada alasan lain yang lebih nyata," demikian menurut laporan General SVR, Kamis (10/11).


Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengonfirmasi Putin absen dalam pertemuan yang akan berlangsung pekan depan. Delegasi Rusia nantinya akan dipimpin salah satu menteri Moskow. "Saya bisa mengonfirmasi bahwa Ketua Delegasi Rusia yang bakal hadir di pertemuan G20 adalah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov," kata Juru Bicara Kedubes Rusia di Jakarta Alexander Tumayakin.


Sementara itu, Kepala Protokol Kedubes Rusia Yulia Tomskaya menyatakan Putin kemungkinan hadir secara daring. "Agenda Presiden Putin masih dibicarakan, dia mungkin berpartisipasi secara virtual," ujar Tomskaya, seperti diansir AFP, Kamis (10/11).


Beberapa pekan lalu, Putin disebut menerima laporan yang berisi keinginan sejumlah pemimpin negara, yang berpartisipasi di acara G20, menampar wajah orang nomor satu di Rusia itu dalam pertemuan pribadi. Menurut General SVR, sikap itu menunjukkan pemimpin negara itu seorang penjahat perang dan bajingan.


Sejumlah pemimpin itu, katanya, menyampaikan rencana itu ke sekutu dekat dan siap langsung menemui Putin. Menurut beberapa sumber, informasi yang diberikan kepada Putin jelas sesuai dengan kenyataan, niat, dan rencana sejumlah pemimpin tersebut. Di sisi lain, sebelumnya Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menuturkan ingin 'melabrak' Putin di G20 gegara invasi negaranya ke Ukraina.


Dalam pernyataan resmi pemerintah Inggris, Sunak mengatakan akan "mengonfrontasi" Putin atau delegasi Rusia yang hadir di forum ekonomi tersebut. "Tentunya, Perdana Menteri berpandangan bahwa sudah semestinya secara kolektif dengan sekutu kami, kami melawan pejabat Rusia atau perwakilan Rusia yang hadir di G20," kata juru bicara Sunak pekan lalu, seperti dikutip The Telegraph. (AFP/detiknews/


Ada Kemungkinan

Ukraina adalah salah satu negara yang diundang langsung oleh Presiden Jokowi untuk hadir di KTT G20. Meski kabar dari Indonesia menyebutkan Zelensky tidak akan hadir langsung di KTT G20 Bali, kemungkinan kehadiran Zelensky masih tetap terbuka.


"Masih ada kemungkinan, namun belum ada konfirmasi final," kata Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin.

Konfirmasi kehadiran belum disampaikan Zelensky. Meski begitu, Zelensky bakal tetap berpartisipasi di KTT G20 Bali, bila tidak secara langsung, secara virtual. Sejauh ini, partisipasi secara online adalah cara partisipasi yang direncanakan diterapkan oleh Zelensky.


"Ukraina mendesak agar KTT G20 harus tidak menjadi tempat untuk menormalisasi agresi Rusia terhadap Ukraina dan serangan yang melanggar prinsip dasar piagam PBB," kata Vasyl Hamianin.


Diparkir di Pinggir Laut

Pesawat Amerika Serikat, US Air Force, telah tiba di Bali pada Selasa (8/11) pukul 13.00 Wita dalam rangka distribusi logistik untuk kepentingan delegasi mereka di KTT G20. Pihak Amerika Serikat (AS) disebut meminta agar pesawat kepresidenan Air Force One Joe Biden diparkir di tempat yang jauh dari pesawat komersial.


"Itu mereka minta (parkir) di pinggir laut, apronnya terjauh," kata Asisten Operasi (Asops) Komando Operasi Udara (Kaskoopsud) II Kolonel Pnb Bambang Sudewo, Kamis (10/11).


Menurut Bambang, alasan Amerika Serikat meminta parkir di lokasi terjauh untuk menjaga alutsista negaranya. Tujuannya agar lebih efektif dan tidak tercampur dengan pesawat komersial.


"Mungkin untuk menjaga alutsista negaranya. Mungkin agar efektif dan tidak tercampur dengan pesawat komersial," jelasnya.


Pantau Ketat

Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) melakukan pemantauan ketat atas transaksi keuangan selama KTT G20. Untuk diketahui, Indonesia satu-satunya anggota G20 yang belum diterima menjadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF).


"PPATK mendukung pelaksanaan KTT G20 dengan melakukan pemantauan ketat transaksi terkait transfer dari negara lain dan wilayah lain ke Bali," kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana saat dihubungi wartawan.

Dalam perhelatan akbar kali ini, PPATK tidak hanya memantau transaksi yang mencurigakan semata.

"Ini antisipasi. Bukan hanya mencurigakan, tapi juga transfer dari luar negeri terkait aktivitas nasabah di Bali, termasuk penarikan uang tunai di wilayah Bali," ucap Ivan.


Dalam memelototi transaksi keuangan, PPATK bekerja sama dengan BNPT, Densus 88, dan pihak terkait lainnya.

"Untuk mengantisipasi segala bentuk upaya yang mengganggu suksesnya perhelatan KTT G20 di Bali minggu depan," urai Ivan Yustiavandana.


Langkah ini juga sebagai upaya PPATK untuk diterimanya Indonesia sebagai anggota penuh Financial Action Task Force (FATF).


"Saat ini FATF sedang melakukan penilaian atas kelayakan Indonesia menjadi anggota FATF, dan PPATK bersama pihak pemangku kepentingan APUPPT sedang dalam tahap memberikan tanggapan atas penilaian kedua oleh FATF (2nd draft review)," pungkas Ivan Yustiavandana.


Sebagaimana diketahui, puncak KTTG20 akan berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022, yang dihadiri oleh para pemimpin dunia anggota G20. Anggota G20 adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Spanyol juga diundang sebagai tamu tetap. (AFP/detikcom/CNNI/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com