Putra Jokowi Gibran Bantah Terlibat Korupsi Bansos

* PDIP Juga Bantah Aliran Dana Suap Bansos untuk Pemenangan Pilkada

275 view
Putra Jokowi Gibran Bantah Terlibat Korupsi Bansos
ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka bantah dugaan dirinya terlibat korupsi.
Jakarta (SIB)
Putra Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka juga membantah adanya informasi pihaknya terlibat dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial Menteri Sosial Juliari Batubara.

Melalui siaran pers, Jakarta, Senin, Gibran menekankan, pihaknya tidak pernah ikut campur atau merekomendasikan pengadaan goodie bag dari PT Sritex yang digunakan sebagai wadah paket bansos yang dibagikan Kemensos.

"Tidak benar itu, saya tidak pernah rekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos, apalagi rekomendasikan goodie bag, tidak pernah. Itu berita tak benar," kata Gibran melalui rilis.

Gibran pun menantang agar semua pihak membuktikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri kebenaran isu tersebut.

Selain itu, dia juga meminta agar melakukan pengecekan kepada pihak Sritex.

"Nanti silakan di-crosscheck KPK, crosscheck ke Sritex, sepertinya Sritex juga sudah keluarkan statement, jadi itu berita tidak benar dan tidak bisa dibuktikan. Kalau mau korupsi, kenapa kok baru sekarang, tidak dulu-dulu? Tidak, saya tidak pernah seperti itu," ujar Gibran.

Terkait dengan dana kampanye, Gibran pun mempersilakan seluruh pihak untuk memeriksa secara langsung mengingat laporan itu secara terbuka dan transparan.

"Lho 'kan bisa dicek sendiri, bisa dicek semua LHKPN, dana kampanye bisa semua dicek online. Silakan nanti dicek kepada Bu Roro selaku bendahara tim Gibran, kami tak pernah tutup-tutupi," tutur Gibran.

SRITEX JELASKAN
PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex membantah mendapatkan rekomendasi dari putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dalam pengadaan goodie bag bantuan sosial atau bansos Covid-19.

"Tudingan yang beredar mengenai adanya rekomendasi dari Gibran Rakabuming Raka itu tidak benar," kata Head of Corporate Communication Sritex, Joy Citra Dewi lewat pesan singkat, Senin (21/12).

Joy mengatakan perusahaannya mendapatkan pemesanan tas bansos dari Kementerian Sosial pada April 2020. Pemesanan itu diterima langsung oleh pihak pemasaran perusahaan. "Dan telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata dia.

BANTAH
Aliran dana suap bansos yang menyeret Menteri Sosial (Mensos) nonaktif Juliari P Batubara dikabarkan juga mengalir untuk kepentingan PDI Perjuangan di Pilkada 2020. PDIP membantah informasi tersebut.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto marah atas isu tersebut. Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini meminta pembuktian atas tuduhan tersebut.

"Itu saya minta dibuktikan, saya marah sebagai ketua pemenangan pemilu. Itu statement sebagaimana saya punya kewenangan," kata Pacul kepada wartawan, Senin (21/12).

Selaku komandan dalam pemenangan PDIP di Pilkada 2020, Pacul merasa tersinggung oleh tuduhan tersebut. Menurut Pacul, tuduhan itu tak berdasar.

"Bambang Pacul selaku ketua pemenangan pemilu tersinggung atas hal tersebut. Buktikan. Jangan hanya... sejumlah itu siapa saja? tu namanya trial by the press," ujarnya.

"Saya sebagai ketua pemenangan pemilu menjamin tak ada dana sepeser pun untuk pemenangan pilkada ini. Saya komandan tempurnya. Jadi jangan ngawur itu," imbuhnya.

Sebelumnya, dugaan suap yang diterima Juliari Batubara semasa aktif sebagai Mensos mulai dikembangkan penyidik KPK. Transaksi keuangan terkait perkara itu ditelusuri, pun berkaitan dengan banyaknya informasi yang beredar di publik digali oleh KPK.

Pada Kamis (17/12), Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memastikan KPK bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun Ali tidak gamblang menyebutkan aliran transaksi keuangan apa yang tengah dicari penyidik.

"Iya, kami memastikan penanganan perkara oleh KPK ini akan kerja sama dengan pihak perbankan maupun PPATK dalam hal penelusuran aliran maupun transaksi keuangan," kata Ali saat itu.

PERIKSA
Terpisah, Penyidik KPK memeriksa Adi Wahyono (AW), pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) dalam dugaan korupsi dana bansos Corona. Terhadap AW, KPK menggali informasi tentang proses penyusunan hingga pelaksanaan proyek tersebut.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan tersangka AW diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mensos Nonaktif Juliari P Batubara. Penyidik, kata Ali, mendalami pengetahuan AW soal proyek bansos Corkna di wilayah Jabodetabek.

"Tersangka AW diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JPB (Juliari P Batubata) dkk," kata Ali, kepada wartawan, Minggu (20/12).

"Penyidik menggali pengetahuan yang bersangkutan mengenai proses penyusunan dan pelaksanaan kontrak pekerjaan dengan berbagai rekanan yang melaksanakan proyek bansos untuk wilayah Jabodetabek di Kemensos RI tahun 2020," sambungnya. (detikcom/Ant/T/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com