RI Akan Jadi Pusat Pengadaan Vaksin ASEAN


315 view
RI Akan Jadi Pusat Pengadaan Vaksin ASEAN
Foto: Dok. MPR
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat
Jakarta (SIB)
Indonesia disebut akan menjadi pusat pengadaan vaksin Corona di ASEAN. Menurut Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, peluang ini harus dimaksimalkan demi kepentingan bangsa.

"Adanya informasi bahwa Indonesia didukung untuk menjadi pusat pengadaan vaksin Covid-19 di ASEAN merupakan peluang yang tidak boleh disia-siakan. Kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia ini harus benar-benar dijaga," kata Rerie dalam keterangannya, Selasa (9/3).

Hal tersebut Rerie ungkapkan, menanggapi Menteri Luar Negeri Tiongkok dalam jumpa pers di sela-sela Sidang Parlemen Tiongkok, yang menyatakan akan serius membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara.

Rerie menghargai kepercayaan Tiongkok yang mendukung Indonesia sebagai pusat vaksin Corona untuk kawasan Asia Tenggara. Ia menilai kepercayaan tersebut bisa menjadi peluang RI untuk memanfaatkan pasar vaksin yang masih sangat terbuka.

Lebih lanjut dia menggambarkan, penduduk dunia dengan jumlah 7,8 miliar jiwa sebanyak 70persennya harusdivaksin agar terbentuk herd immunity, sebagaimana dikatakan Menteri Kesehatan BudiGunadiSadikin.

Apabila setiap orang perlu dua dosis, maka diperlukan 11 miliar dosis vaksin. Padahal, kapasitas produksi vaksin dunia hanya sekitar 6,2 miliar dosis, termasuk produksi vaksin TBC, polio, rubella dan lain-lain.

Di sisi lain, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menyampaikan tawaran Tiongkok tersebut merupakan kepercayaan yang harus dijaga, karena Indonesia dinilai sanggup memproduksi vaksin berkualitas.

Namun, dia juga menegaskan untuk senantiasa mengedepankan kehati-hatian , jangan sampai Indonesia dibatasi hanya boleh memproduksi dan memasarkan vaksin dari Tiongkok saja. Terlebih saat ini, dunia sangat memerlukan vaksin Covid-19, karena ada ketimpangan akses dalam distribusi vaksin dunia yang masih dikuasai negara-negara maju. Akibatnya, negara yang terlambat memesan vaksin, baru akan mendapatkannya 3,5 tahun mendatang.

Dalam hal ketersediaan vaksin Corona di Indonesia, Reri mengapresiasi gerak cepat pemerintah yang telah menyusun langkah pengadaan vaksin guna memenuhi kebutuhan vaksinasi Corona nasional.

Target
Terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimis target vaksin Covid-19 1,5 juta orang per hari tercapai di bulan Juli. Dia memastikan dirinya akan berupaya untuk mewujudkan target itu.

"Nanti bulan Juli itu yang berat, saya kira mungkin butuh 1,5 juta suntikan per hari. Bisa apa engga? Ya tugas saya untuk harus kerja keras agar memastikan itu bisa," kata Budi Sadikin kepada wartawan, di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (9/3).
Budi Sadikin percaya hal tersebut bisa saja dilakukan. Apalagi, dia melihat saat ini masyarakat Indonesia memiliki social capital yang sangat kuat sekali.

"Asal bisa dibangun, bisa dirajut, bisa ditumbuhkan nah itu pembentukan rasa percaya komunikasi yang baik," kata Budi.
Dia juga mengingatkan, target vaksin terhadap 181,5 juta masyarakat Indonesia yang harus selesai tahun ini. Saat ini, kata Budi tercatat baru 24 persen.

"Jadi sisanya 76 persen itu baru ada di trimester kedua. Jadi tahap pertama ini kita tidak mesti terlalu terburu-buru karena nanti akan create memenuhi ekspektasi rakyat," ungkap Budi.

Lebih lanjut, Budi Sadikin terus memantau lajur dari penyuntikan vaksin. Dia mengajak seluruh masyarakat bersatu agar proses vaksinasi dapat berjalan hingga tuntas.

"Hal ini adalah hal yang baik untuk kita semua dan untuk itu kita harus berkoordinasi dengan baik karena saya percaya kalau kita dapatkan itu social capital dari seluruh rakyat Indonesia, kita bangsa yang besar dan kuat kita pasti bisa ini bisa dilakukan," tutupnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengungkap kalau dirinya optimis pelaksanaan vaksin Covid-19 di Indonesia berjalan dengan lancar. Ini terlihat dari 4 juta masyarakat Indonesia yang sudah melakukan vaksinasi.

"Apakah saya optimis proses distribusi lancar, apakah vaksinasi akan bisa berhasil? Ya saya sangat optimis. Karena melihat angka tadi dan juga melihat animo dari stakeholders di Indonesia. Termasuk pihak swasta yang ingin gotong royong bersama-sama membantu Indonesia segera keluar dari pandemi Covid," kata Charles Honoris. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com