RI Cabut Pembatasan Penumpang Internasional

* Arab Saudi Mulai Perlonggar Warganya ke Indonesia

111 view
RI Cabut Pembatasan Penumpang Internasional
(Rifkianto Nugroho/detikTravel)
Ilustrasi turis di Bandara internasional Soekarno Hatta 
Jakarta (SIB)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghapus ketentuan pembatasan kapasitas penumpang penerbangan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, regulator transportasi itu memberlakukan pembatasan hanya 90 orang per penerbangan internasional.
Sejalan dengan itu, kapasitas pemeriksaan PCR di bandara utama RI ini ditambah, sebagai antisipasi terjadi penumpukan penumpang dan pelanggaran protokol kesehatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menjelaskan, dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan PCR di bandara, membuat potensi terjadinya penumpukan dan pelanggaran protokol kesehatan dapat dihindari.

"Oleh karena itu pembatasan kedatangan penumpang tidak dibutuhkan lagi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pelaksanaan karantina selama delapan hari sesuai ketentuan yang berlaku," kata Novie seperti dikutip dari keterangan pers, Selasa (5/10).

Menurut dia, Kemenhub akan melakukan berbagai upaya untuk menekan potensi penyebaran Covid-19, termasuk varian baru dari jalur transportasi udara. Novie juga meminta kepada semua pemangku kepentingan untuk melaksanakan ketentuan yang baik dan melakukan pengawasan yang optimal.

Fasilitas pemeriksaan di bandara dapat melakukan pengetesan Covid-19 hanya dalam waktu 1 jam, dengan standar fasilitas Lab Bio Security Level II. Targetnya dapat memeriksa 600 orang per jam.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub meminta seluruh maskapai nasional dan internasional untuk membuat pengaturan penumpang datang dan pelaporan data penerbangan. Maskapai hanya dapat mengangkut penumpang maksimal 90 orang per penerbangan.

Selain itu, maskapai juga wajib menyerahkan data rencana kedatangan pesawat dan jumlah penumpang yang diangkut dengan perincian jumlah WNI dan atau jumlah WNA, sebelum pesawat berangkat dari asal. Aturan ini berlaku sejak 30 September 2021.

Perlonggar
Terpisah, Pemerintah Arab Saudi menyebutkan, pihaknya mulai mengizinkan warganya untuk bepergian ke 10 negara yang masih masuk daftar larangan perjalanan (travel ban), termasuk Indonesia.

Hanya saja, warga Saudi yang ingin bepergian ke 10 negara tersebut tidak akan langsung diberi izin. Yang diperbolehkan hanya atas dasar kemanusiaan seperti melayat keluarga meninggal hingga mengantar orang sakit berobat.

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) warga Saudi sudah bisa mengajukan aplikasi sejak Minggu (3/10). Mereka bahkan tidak perlu datang langsung ke kantor Jawazat [imigrasi], cukup lewat aplikasi daring, demikian seperti dikutip dari Saudi Gazette.

Sampai saat ini ada 10 negara yang masuk daftar travel ban Saudi. Indonesia masih masuk daftar tersebut.
Selain Indonesia negara lain yang masuk daftar travel ban adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Brasil, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.

Travel ban dijatuhkan sejak Februari 2021 terkait pandemi Covid-19 di masing negara-negara. (CNBCI/kumparan/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com