Kamis, 13 Juni 2024 WIB

RI Tetapkan KLB Polio

* 30 Provinsi Masuk Risiko Tinggi Menurut WHO
Redaksi - Senin, 21 November 2022 09:12 WIB
475 view
RI Tetapkan KLB Polio
Foto: Getty Images/iStockphoto/wckiw
Ilustrasi 
Jakarta (SIB)

Pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa polio usai ditemukan satu kasus polio tipe 2 di Pidie, Aceh. Anak tujuh tahun tidak pernah divaksinasi apapun mengalami kelumpuhan. Gejala mulai muncul 6 Oktober 2022 dengan keluhan demam dan onset lumpuh dilaporkan tiga hari setelahnya yakni 9 Oktober.

Menurut analisis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada tiga puluh provinsi yang masuk dalam kategori high risk atau berisiko tinggi penyebaran virus polio. Empat provinsi yang dikecualikan dari kategori tersebut meliputi Sumatera Selatan, Banten, Bali, DI Yogyakarta.

"Anak itu mengecil pada bagian otot paha dan betis, dan memang tidak ada riwayat imunisasi ya, [tidak] memiliki riwayat perjalanan kontak dan perjalanan ke luar," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu dalam konferensi pers, Sabtu (19/11).

Padahal, Indonesia sudah 'bebas' polio sejak delapan tahun lalu, mendapatkan sertifikat resmi dari WHO di 2014. Kemungkinan pemicu virus kembali muncul adalah rendahnya cakupan vaksinasi. Menurut Maxi, terjadi penurunan tren cakupan imunisasi OPV dan IPV di Aceh dalam 10 tahun terakhir.

Faktor kedua adalah perilaku berisiko di masyarakat, tim Kemenkes menemukan sejumlah penduduk yang masih memiliki kebiasaan buang air besar ke sungai. Sungai menjadi sumber aktivitas termasuk tempat bermain anak.

"Jadi perilaku buang air sembarangan itu punya potensi jadi kemungkinan penularannya. Faktor risiko yang paling kami lihat ada di sini," kata Maxi.

Karenanya, pemerintah langsung merencanakan vaksinasi polio serentak yang akan diadakan 28 November mendatang.



Gelar Imunisasi

Seorang anak di Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, positif polio berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium Prof Sri Oemijati di Jakarta. Pemkab Pidie pun menetapkan temuan itu sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Kementerian Kesehatan merespons KLB polio tersebut dengan imunisasi yang akan dilaksanakan di Provinsi Aceh.

"Respons-respons penanggulangan KLB itu kita akan melakukan outbreak respond imunisasi, juga cakupan imunisasi kita tingkatkan," ujar Maxi Rein Rondonuwu seperti dikutip dari Antara.[br]



Maxi mengatakan, imunisasi akan dilakukan di Kabupaten Pidie dimulai tanggal 28 November 2022. Diharapkan hingga selesai pada tanggal 5 Desember 2022 di seluruh kabupaten kota di Provinsi Aceh.

Saat ini pemerintah masih berkonsultasi dengan WHO, agar dapat melakukan imunisasi pada anak usia kurang dari 13 tahun. Selain itu, pemerintah juga melakukan surveilans aktif ke Puskesmas untuk melihat apabila ada yang belum terlaporkan pada anak di bawah 15 tahun yang mengalami flaccid atau lumpuh secara mendadak.

"Kita lagi mempersiapkan vaksin, sudah siap untuk melakukan outbreak responds imunisasi. Uang di Pidie mulai tanggal 28 November, jadi bawah 13 tahun sudah suruh beralih ke dukcapil per desa dilakukan satu minggu, dan kemudian seluruh Aceh mulai tanggal 5 Desember dan itu dilakukan dua putaran, baik Pidie maupun seluruh dalam satu bulan," ujar dia.

Selain itu dilakukan imunisasi rutin tetap untuk meningkatkan cakupan inactive polio vaccine (IPV).

"Target dunia, termasuk Indonesia itu akan melakukan eradikasi tahun 2026, dalam 2-3 tahun. Jadi kalau masih ada satu kasus ditemukan di negara mana pun, menjadi perhatian dunia," ujar Maxi. (detikhealth/Merdeka/f)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jelang Idul Adha 2024, Pertamina Jamin Stok LPG Aman di Sumatera Utara
HKBP Grand Wisata Serahkan Qurban Kepada Ansor Banser Kabupaten Bekasi
Mabes Polri dan Polda Sumut Ungkap Clandestine Laboratorium Ekstasi di Medan
Kajari Karo Minta Insan Media Bersinergi dalam Penegakan Hukum
Pemerintah Cari Solusi Genangan Air yang Melanda Pemukiman Warga di Beringin
Kapolres Madina Psikoedukasi Pelajar di SMAN 2 Plus Panyabungan
komentar
beritaTerbaru