Buka Mukernas Ulama PKB, Jokowi: Terorisme Bertentangan dengan Agama

RI dan Inggris Teken Kerja Sama Penanggulangan Terorisme


198 view
(Foto: Dok/BNPT)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar (2 kanan) didampingi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menunjukkan Memorandum of Understanding  (MoU) antara Indonesia dengan Inggris dalam rangka penanggulangan terorisme di acara Foreign Partnership Forum Indonesia dan Inggris, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (7/4). 
Jakarta SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara tentang terorisme saat membuka musyawarah kerja nasional (mukernas) dan musyawarah nasional (munas) alim ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jokowi menyebut agama dan nasionalisme tidak bertentangan.

"Pada saat ini kita bekerja keras menangani pandemi. Dan kita dikejutkan oleh tindakan kekerasan, yaitu terorisme. Tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai leluhur agama, jelas-jelas kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara," kata Jokowi di YouTube Setpres, Kamis (8/4).

Jokowi menambahkan, toleransi sangat penting dalam moderasi agama. Eksklusivitas dan ketertutupan, lanjutnya, tidak sesuai dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Jokowi pun percaya PKB akan terus menebarkan nilai-nilai persatuan untuk menjaga bangsa dan negara.

"Saya yakin PKB tidak kendor menyemangati nilai-nilai moderat, nilai moderasi, tawasuth, nilai-nilai keseimbangan, dan terus menebarkan moderasi beragama, menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan bersama sehingga radikalisme-terorisme tidak ada lagi di negara kita," tambah Jokowi.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menambahkan mukernas dan munas alim ulama adalah kewajiban tahunan PKB. Dalam mukernas dan munas alim ulama tahun ini, lanjut Muhaimin, PKB mendukung penuh langkah Jokowi.

"Mukernas dan munas alim ulama kali ini memiliki tujuan khusus, yaitu ikhtiar PKB mendukung dan mengupayakan percepatan recovery kebangkitan Indonesia, khususnya kebangkitan Indonesia pasca-Covid. PKB mendukung sepenuhnya seluruh langkah Presiden untuk mempercepat perbaikan kondisi ekonomi nasional," jelas Muhaimin.

Kerja Sama
Terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab bertemu dalam Foreign Partnership Forum Indonesia dan Inggris. Keduanya menjadi perwakilan masing-masing negara untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Inggris dalam rangka penanggulangan terorisme.

Menurut Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris melingkupi dalam hal pertukaran informasi terkait strategi, pengalaman, rehabilitasi terhadap Foreign Terrorist Fighter dan keluarganya, serta meningkatkan kerja sama antar lembaga penegak hukum dalam rangka mencegah dan menanggulangi kejahatan terorisme.

Andhika menilai momen ini menjadi prestasi bagi pemerintah Indonesia yang telah menjalin perjanjian bersama lima negara anggota tetap Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Ini salah satu prestasi di mana BNPT khususnya Pemerintah Indonesia sudah memiliki perjanjian dengan 5 negara tetap anggota PBB. Jadi dengan Amerika kita sudah, dengan Inggris baru tanda tangan, kemudian dengan Perancis, Rusia, dan China," ungkap Andhika dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4).

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki perjanjian dalam rangka penanggulangan terorisme terkait dengan perdamaian dan keamanan internasional.

"Hal ini juga menunjukkan bahwa Indonesia bisa tanda tangan dengan negara-negara anggota tetap PBB. Ini menunjukkan betapa Indonesia ikut turut serta aktif dalam upaya memelihara perdamaian internasional," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, penandatanganan perjanjian kerja sama penanggulangan terorisme ini akan menjadi platform Indonesia untuk memperkuat kerja sama keamanan terhadap ancaman terorisme.

Diketahui, acara yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Rabu (7/4) ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto serta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi yang mendampingi Menlu Inggris.

Diberdayakan
Komjen Pol Boy Rafli Amar juga menyebut, rencana aksi Lembaga/Kementerian 2021 merupakan bentuk sinergisitas antar kementerian/lembaga. Menurutnya, sinergi ini menjadi upaya menghadirkan negara dalam upaya nyata penanggulangan terorisme.

"Negara harus hadir dalam upaya penanggulangan terorisme. Kehadiran negara dapat meminimalisir masuknya paham radikalisme dan intoleransi pada masyarakat Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4).

Hal ini dia ungkapkan dalam Rapat Koordinasi dalam Rangka Penandatanganan Dokumen Kesepakatan Rencana Aksi Kementerian/Lembaga Dalam Program Penanggulangan Terorisme di sejumlah wilayah Indonesia di antaranya, Provinsi Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah Tahun 2021.

"Terorisme ini musuh negara yang nyata. Untuk itu seluruh sumber daya harus diberdayakan dalam menghadapi terorisme," jelasnya.

Boy menekankan dalam penanggulangan terorisme, BNPT tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada bantuan sekaligus dukungan dalam menanggulangi terorisme.

"Sinergisitas ini seperti vitamin tambahan dalam penanggulangan terorisme. Kalau rencana aksi ini bisa dijalankan dengan simultan, InsyaAllah bisa meminimalisir terorisme di Indonesia," katanya. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com