* Direktur RS Sidikalang Tidak Bersedia Beri Keterangan

RSUD Sidikalang Didesak Segera Bayarkan Puluhan Miliar Jasa Pelayanan Nakes

* Kepala Inspektorat Membenarkan: Belum Ada Format Pembagian

785 view
RSUD Sidikalang Didesak Segera Bayarkan Puluhan Miliar Jasa Pelayanan Nakes
(Foto: SIB/Tulus Tarihoran)
DIDESAK: Anggota Fraksi Demokrat DPRD Dairi Bona Sitindaon mendesak manajemen RSUD Sidikalang segara cairkan jasa pelayanan tenaga kesehatan (Nakes) pada rapat Komisi 3 dengan mitra kerja, Senin (26/7) di Sekretariat DPRD Dairi. 
Sidikalang (SIB)
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Dairi Bona Sitindaon desak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang segera bayarkan puluhan miliar jasa pelayanan tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di rumah sakit.

Hal itu disampaikan Bona Sitindaon, Senin (26/7) usai rapat Komisi 3 dengan mitra kerja yang dihadiri Direktur RSUD Sidikalang, dr Sugito Panjaitan, Kepala Tata Usaha RSUD Sidikalang, Luber Sianturi, Kepala Inspektorat Dairi Budianta Pinem, Kadis Kesehatan dr Ruspal Simarmata dan lainnya. Katanya, puluhan miliar jasa pelayanan Nakes tertahan di rekening rumah sakit terhitung akhir tahun 2020 dan 2021.

"Hak Nakes itu harus segera dicairkan. Bagaimana mereka fokus bekerja, jika haknya tidak diberikan manajemen," kata Bona.

Kualitas pelayanan harus diimbangi dengan kesejahteraan yang lebih baik. Jasa layanan itu hak mereka dan diatur dalam peraturan menteri. Lebih lanjut Bona mengatakan, ketika ditanya manajemen RSUD Sidikalang pada saat rapat, direktur mengatakan, tidak ada keharmonisan antara manajemen dan fungsional Nakes, sehingga belum dibagikan.

Bona menuturkan, jasa Nakes yang belum dibayarkan/dibagikan adalah jasa jaminan persalinan (Jampersal), jasa umum serta jasa klaim badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS).

Khusus untuk jasa umum, katanya harusnya bisa dibayarkan, karena pembayarannya tunai. "Itu kan dana segar dari masyarakat atau uang cash. Kenapa ditunda-tunda pembagiannya sama Nakes? Ada apa dengan manajemen RSUD Sidikalang,"ucap politisi Partai Demokrat itu.

Besaran jasa Nakes yang belum dibagikan untuk klaim BPJS tahun 2020 sekitar Rp 10 miliar lebih. Begitu juga tahun 2021 belum ada dibagikan mulai Januari-Juni 2021. Katanya, yang Rp 10 miliar itu baru untuk jasa klaim BPJS belum termasuk jasa umum dan Jampersal.

Direktur RSUD Sidikalang, saat dikonfirmasi di gedung dewan usai keluar dari ruangan Komisi 3 tidak bersedia memberikan keterangan. "Nanti," katanya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Dairi, membenarkan bahwa jasa pelayanan Nakes belum dibayarkan. Belum dibagikan karena belum ada format pembagian. Uang jasa Nakes bukan temuan, tapi belum dibagi untuk tahun 2020 serta bulan Januari-Juni 2021. Uang itu sekarang ada di rekening badan layanan umum (BLU) RSUD Sidikalang.

Ia mengaku tidak mengetahui berapa jumlah keseluruhan jasa pelayanan Nakes yang belum dibagikan. "Tidak ingat besarannya, datanya ada di laptop. Tidak mungkin bisa saya ingat semuanya. Nanti bersalahan," katanya.

Katanya lagi, Inspektorat dilibatkan untuk menengahi terkait pembagian jasa pelayanan Nakes di RSUD Sidikalang. (B3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com