Ramadan, Stok Darah di UDD PMI Medan Kosong

* Distribusi Darah ke BDRS Sementara Ditunda

196 view
Foto Dok/Leo Bukit
Logo PMI
Medan (SIB)
Stok darah pada bulan Ramadan plus masa pandemi Covid-19 di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan tidak memadai, bahkan kosong.

"Hal itu dikarenakan pendonor yang sangat minim, sedangkan permintaan terhadap golongan darah terbilang cukup banyak," kata Kasie Pelayanan Teknik dan BDRS UDD PMI Medan dr Ira Fitriyanty Putri Lubis kepada SIB di Medan, Senin (26/4), seperti dilansir hariansib.com.

Sisi lain, ia mengatakan ada juga masyarakat menganggap di bulan puasa atau sedang puasa tidak bisa donor. "Pengalaman selama saya di PMI, syarat donor tidak ada larangan untuk melakukan donor darah selama kita berpuasa, asal dipastikan kondisi kita dalam keadaan yang benar-benar fit, saat sahur makan makanan yang bergizi seimbang, konsumsi vitamin dan minum air putih min 500 ml-1 L," ungkapnya.

Ia mengaku hingga saat ini stok darah di UDD PMI Medan sangat kritis karena jumlahnya berkisar 50-100 kantong. Sedangkan permintaan perhari, baik distribusi ke RS maupun kebutuhan pasien yang ambil langsung ke UDD PMI Medan bisa berkisar 200-300 kantong perhari.

Mirisnya lagi, pihaknya sementara waktu menunda distribusi darah ke BDRS yang telah bekerjasama dengan PMI dikarenakan stok darah yang tidak memadai bahkan kosong.

"Hal ini menimbulkan efek risiko kenakalan RS yang melakukan proses pengambilan darah sendiri yang pada dasarnya mereka tidak mempunyai izin, baik secara aturan izin operasional sebagai UTDRS atapun menurut Permenkes," ungkapnya.

Disinggung sampai kapan penundaan tersebut, ia mengatakan dilihat dari stok darah yang ada untuk didropping. "Misalnya seperti hari ini tanggal 26 April 2021, kami sudah memenuhi beberapa BDRS yang minta walaupun tidak bisa memenuhi keseluruhan," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya akan mengirimkan kekurangan permintaan BDRS jika stok darahnya memadai kembali untuk di distribusikan. "Stok darah yang masuk dari kegiatan mobile unit donor darah hari Minggu tanggal 25 April 2021 ada sekitar 200-an kantong dan itulah yang kami dropping hari ini," tegasnya.

Disinggung kembali menghindari kenakalan rumah sakit yang melakukan proses pengambilan darah sendiri, ia menegaskan tim PMI yang biasanya melakukan pemantauan terkait laporan-laporan serta dugaan beberapa RS yang melakukan proses pengambilan darah sendiri adalah divisi BDRS.

Ia memberi contoh ada beberapa RS yang pernah terbukti melakukan hal tersebut dan langsung ditegur baik secara lisan maupun tulisan. Bukti-bukti yang didapat biasanya dari laporan masyarakat, pegawai PMI sendiri yang keluarganya memang butuh darah di salah satu RS di Medan, broadcast dan lainnya.

"Laporan-laporan tersebut yang menjadi dasar untuk kami melakukan konfirmasi dan evaluasi terhadap BDRS kami, maka kami langsung mengkonfirmasi ke RS," ketusnya sembari tidak mau merincikan nama RS yang telah ditegur.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk donor darah guna menjaga kestabilan stok darah di UDD PMI Medan. "Banyak masyarakat saat ini membutuhkan bantuan kita untuk menyelamatkan hidup mereka. Ayo kita tolong mereka, karena Tuhan memberikan anugerah kepada setiap manusia untuk menolong manusia yang lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan darah adalah bagian dari manusia yang tidak bisa diproduksi oleh pabrik. Hanya Tuhan yang menciptakannya dan dititipkan ke manusia untuk menolong sesama umat manusia. "Lokasi donor UDD PMI Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Nomor 37, ataupun jika ingin membuat kegiatan donor darah boleh menghubungi call centre P2D2S kami di nomor 0811-6801-777," tutupnya. (SS6/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com