Rapat Paripurna Bahas RPJMD, Bupati Humbahas Kembali Tidak Hadir


517 view
Rapat Paripurna Bahas RPJMD, Bupati Humbahas Kembali Tidak Hadir
(Foto: SIB/Frans Simanjuntak)
SAMPAIKAN: Wakil Ketua I DPRD Humbahas Marolop Manik menyerahkan pemandangan umum fraksi-fraksi kepada Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan disaksikan Ketua DPRD Ramses Lumban Gaol dan Wakil Ketua II Labuan Sihombing dalam rapat paripurna pembahasan Ranperda RPJMD 2021-2026 di gedung dewan, Komplek Perkantoran Tano Tubu Doloksanggul, Senin (6/9). 
Humbahas (SIB)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar rapat paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi atas Ranperda RPJMD dan pembacaan nota jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi dalam rapat paripurna di gedung dewan, Komplek Perkantoran Tano Tubu Doloksanggul, Senin (6/9).

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Humbahas Marolop Manik didampingi Ketua Dewan Ramses Lumban Gaol dan Wakil Ketua II Labuan Sihombing itu dihadiri Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan, 24 anggota DPRD, sejumlah pimpinan OPD dan undangan lainnya.

Namun sangat disayangkan, rapat paripurna yang dapat terlaksana atas perintah serta arahan dari Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Sumut dan Forkopimda Sumut serta Forkopimda Humbahas, karena sudah melewati batas waktu pembahasan dan penetapan itu tidak dihadiri oleh Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor. Baik pada saat agenda penyampaian nota pengantar, pemandangan umum fraksi dan pembacaan nota pengantar bupati juga tidak pernah dihadiri oleh bupati.

Namun, meski tidak dihadiri oleh orang nomor satu di kabupaten itu, rapat paripurna tetap berlanjut, dan masing-masing fraksi tetap membacakan pemandangan umum fraksinya. Fraksi PDI Perjuangan menjadi yang pertama membacakan pemandangan umum fraksinya yang dibacakan juru bicaranya Daniel Banjarnahor, disusul Fraksi Golkar yang dibacakan oleh juru bicaranya Bantu Tambunan.

Berikutnya, Fraksi Hanura yang dibacakan oleh juru bicaranya Martini Purba, Fraksi Nasdem yang dibacakan oleh juru bicaranya Normauli Simarmata, Fraksi Gerindra Demokrat yang dibacakan oleh juru bicara Bresman Sianturi, dan yang terakhir Fraksi Persatuan Solidaritas yang dibacakan oleh juru bicaranya Charles Ari Herianto.

Usai membacakan pemandangan umum fraksinya, pimpinan sidang menyampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan dan anggota fraksi yang telah menyampaikan pandangan umum fraksinya, dan selanjutnya menskors rapat beberapa jam untuk agenda penyampaian nota jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi.

“Untuk memberikan kesempatan kepada saudara bupati mempersiapkan nota jawabannya, maka rapat diskors sampai dengan pukul 14.00 WIB. Dengan agenda Penyampaian Nota Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Pengantar Bupati atas Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2021 – 2026,” kata Marolop.

Tepat pukul 14.00 WIB rapat paripurna yang dihadiri oleh 23 anggota dewan itu kembali digelar dengan agenda penyampaian Nota Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Ranperda RPJMD 2021-2026 yang dibacakan oleh Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan.

Oloan menyampaikan, bahwa visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026 merupakan kondisi ideal yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Dia mengatakan, pemerintah sependapat dengan beberapa pandangan umum fraksi bahwa mutu pendidikan harus ditingkatkan sebagai salah satu komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan target yang telah ditetapkan. Selain itu, bidang kesehatan terutama dalam peningkatan program-program terkait usia harapan hidup sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2021-2026.

“Selain itu, bidang pertanian yang berkelanjutan juga harus ditingkatkan dalam rangka mensejahterakan masyarakat secara khusus dan ketahanan pangan nasional secara umum,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, dengan ditetapkannya Kabupaten Humbahas sebagai lokasi pengembangan food estate dan taman sains dan teknologi herbal hortikultura center (TST2HC) merupakan sebagai peluang dalam pengembangan pertanian di daerah itu.

“Selain beberapa bidang di atas pemerintah juga sepakat dengan fraksi-fraksi DPRD untuk meningkatkan bidang pariwisata, bidang infrastruktur, bidang industri ekonomi kreatif, bidang tata kelola pemerintahan, bidang UMKM, mempermudah perizinan usaha dan memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh hak-hak masyarakat,” pungkasnya.

Usai pembacaan nota jawaban itu, pimpinan rapat menskors rapat hingga hari Selasa (7/9) dengan agenda rapat pembahasan gabungan komisi bersama dengan pihak eksekutif. (BR7/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com