Ratusan ASN DKI Kompak Ogah Ikut Lelang Jabatan, Diduga Ada Masalah

* KASN: Terjebak Zona Nyaman

191 view
Ratusan ASN DKI Kompak Ogah Ikut Lelang Jabatan, Diduga Ada Masalah
(ASN)(CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara
Jakarta (SIB)
Ratusan ASN Pemprov DKI Jakarta yang ditegur Gubernur Anies Baswedan ogah mengikuti lelang jabatan eselon II. F-Golkar DPRD DKI heran dan menduga ada masalah di Pemprov DKI.

"Ya saya kira ada masalah di Pemprov DKI Jakarta, kok bisa ratusan ASN kompak tidak ikut lelang jabatan?" kata Judistira kepada wartawan, Rabu (19/5).

Oleh sebab itu, menurut Judistira, Anies perlu melakukan investigasi khusus mengungkap ratusan ASN DKI ini enggan ikut lelang jabatan.

"Organisasi begitu besar yang namanya Pemprov DKI itu perlu regenerasi yang berkelanjutan, untuk itu Pak Gubernur perlu investigasi khusus saya kira bersama Inspektorat, ada miss dimana? Apa kurang sosialisasi atau ada hal-hal lain di luar itu?" ujarnya.

Investigasi khusus ini menurut Judistira untuk meluruskan isu sentral peran TGUPP terhadap ASN DKI. Golkar mendukung langkah Anies untuk meluruskan isu TGUPP punya peran besar ini.

"Apalagi kalau disampaikan bahwa salah satu alasannya adalah karena TGUPP berperan cukup besar, ini perlu diluruskan, bener apa tidak? Kita dukung Pak Gubernur untuk meluruskan ini, ya investigasi saya kira," imbuhnya.

Anies Baswedan sebelumnya menyayangkan perihal ratusan ASN yang ogah mengikuti lelang jabatan eselon II. Anies mengatakan lelang jabatan eselon II itu sejatinya untuk peremajaan di tubuh Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi kita ingin agar terus ada peremajaan, di kesempatan ini dibuka untuk semuanya agar bisa ada peremajaan di DKI," kata Anies kepada wartawan di Jalan Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (19/5).

Anies mengatakan pihaknya telah mewajibkan ratusan ASN ini untuk mendaftar lelang jabatan eselon II. Namun nyatanya, mereka tidak juga kunjung ikut seleksi.

"Justru mereka diharuskan daftar biar mereka banyak baru-baru," kata Anies.

Anies membantah memarahi ratusan ASN itu karena tidak mendaftarkan seleksi jabatan eselon II. Anies mengaku dia hanya menegur mereka.

"Ya karena itu lah mereka ditegur, dan bukan marah-marah," ucapnya.

Zona Nyaman
Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengungkap sederet alasan mengapa ratusan ASN DKI ogah mengikuti seleksi lelang jabatan eselon II. KASN menyebut sebagian ASN enggan keluar dari zona nyaman.

Ketua KASN Agus Pramusinto awalnya menjelaskan lelang jabatan ini memberi peluang para ASN berkompetisi secara terbuka. Namun sebagian ASN kehilangan kepercayaan diri ketika hendak mendaftarkan diri.

"Ada sebagian ASN yang merasa tidak percaya diri dengan kompetensinya sehingga tidak berani melamar. Ada juga ASN yang hanya ingin berada di zona nyaman dengan posisi yang sudah di tangan," kata Agus saat dihubungi, Rabu (19/5).

"Dengan jabatan baru berarti tambahan beban dan tanggung jawab. Masih ada ASN yang tidak siap dengan hal tersebut," sambungnya.

Atas fenomena ini, KASN mendorong agar Pemprov DKI melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta segera membuatkan kajian. Selain itu, KASN menyebut sanksi teguran dimungkinkan diberikan terhadap ASN yang tak mematuhi arahan pimpinan.

"Mestinya melakukan kajian kenapa mereka tidak mau ikut untuk memperbaiki manajemen SDM ke depan. Bisa saja mendapat teguran dari atasan karena tidak menaati perintah atasan yang tujuannya baik. BKD melakukan kajian," ucapnya.
Agus juga menyinggung soal sejumlah jabatan eselon II di lingkungan Pemprov DKI yang masih diduduki oleh pelaksana tugas (plt). Dia pun mewanti-wanti agar Pemprov DKi segera melantik pejabat definitif.

"Plt hanya diperbolehkan 2x3 bulan, sebaiknya segera diisi yang definitif," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan perihal ratusan ASN yang ogah mengikuti lelang jabatan eselon II. Anies mengatakan lelang jabatan eselon II itu sejatinya untuk peremajaan di tubuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Jadi kita ingin agar terus ada peremajaan, di kesempatan ini dibuka untuk semuanya agar bisa ada peremajaan di DKI," kata Anies kepada wartawan di Jalan Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (19/5/2021).

Anies mengatakan pihaknya telah mewajibkan ratusan ASN ini untuk mendaftar lelang jabatan eselon II. Namun nyatanya, mereka tidak juga kunjung ikut seleksi.

Namun Anies membantah memarahi ratusan ASN itu karena tidak mendaftarkan seleksi jabatan eselon II. Anies mengaku dia hanya menegur mereka.

"Ya karena itulah mereka ditegur, dan bukan marah-marah," ucapnya. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com